Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMBUATAN LOGO DAN KEMASAN SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN UMKM KERUPUK TEPUNG DI DESA PLOSO Rahmah Fauziah; Farida Nurkhasanah; Asy Syifa; Ramadhani, Aulia Rizqi; Siti Lukluk Atul Maulidiah; Handy Mahmudah
Jurnal Peduli : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51226/pdl.v4i2.754

Abstract

UMKM memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi lokal, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam aspek pemasaran, khususnya dalam hal branding dan kemasan produk. Permasalahan yang ditemukan di Dusun Karangnongko Timur, Desa Ploso, adalah UMKM kerupuk tepung yang belum memiliki identitas merek yang kuat, masih menggunakan metode pemasaran tradisional, serta desain kemasan yang sederhana. Tujuan dari program pengabdian ini adalah memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam pembuatan logo dan inovasi kemasan guna meningkatkan nilai jual dan daya saing produk. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi lapangan, wawancara, pelatihan, pendampingan langsung di lokasi produksi, serta monitoring melalui kunjungan dan media komunikasi. Hasil dari kegiatan ini mencakup pembuatan desain logo baru, desain label kemasan, serta bentuk kemasan baru yang lebih menarik dan representatif. Kontribusi dari program ini adalah mendorong pelaku UMKM untuk memahami pentingnya identitas merek dan kemasan sebagai strategi pemasaran, sekaligus memberikan solusi konkret yang dapat diaplikasikan secara berkelanjutan untuk pengembangan usaha mereka.
Kesehatan reproduksi: remaja era digital di saat berlangsungnya pandemi Ramadhani, Aulia Rizqi
BKM Public Health and Community Medicine PHS7 Accepted Abstracts
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual pada remaja era digital di saat berlangsungnya pandemi. Rasa penasaran yang sangat tinggi akan hal-hal baru pasti dirasakan oleh remaja. Mereka cenderung mengeksplorasi segala aspek dalam kehidupannya. Pada masa ini juga terjadi banyak perubahan dalam tubuh para remaja. Pubertas salah satunya, fungsi reproduksi seorang individu mulai aktif pada masa ini. Terdapat hal yang melekat seiring dengan terjadinya pubertas pada setiap remaja yaitu, ketertarikan akan lawan jenis. Hal ini secara tidak langsung menjadi gerbang pertama yang dapat mengarah ke pergaulan bebas pada remaja. Untuk mewujudkan perkembangan remaja yang sehat, perlu adanya edukasi dan pendampingan pada mereka. Di era digital ini perkembangan teknologi meningkat dengan cepat. Apalagi dengan terjadinya pandemi covid-19 memaksa banyak orang untuk memaksimalkan penggunaan teknologi dalam melakukan aktivitas sehari-hari dari pekerjaan hingga pendidikan semuanya dilakukan melalui teknologi dengan berbasis online. Semakin majunya teknologi juga semakin mendorong seorang individu semakin apatis dengan keadaan orang sekitarnya. Pergeseran budaya karena adanya globalisasi menjadikan tolak ukur dalam pergaulan remajapun berubah. Adanya celah antara perbedaan segmen sosial pada remaja menyebabkan beberapa perubahan persepsi. Pemakluman dampak negatif dari globalisasi seperti sikap yang individualistik dan tidak memperdulikan orang lain sehingga remaja akan lupa dengan identitas dirinya karena terbiasa mengaplikasikan budaya barat. Puncaknya, kekerasan seksual pada remaja terjadi.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK PRASEKOLAH Ramadhani, Aulia Rizqi
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.338

Abstract

Penggunaan gawai telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Penggunanya pun tidak mengenal usia, tak terkecuali anak-anak. Anak-anak cenderung tidak dapat mengontrol dan membatasi penggunaan gawai. Mereka akan terfokus pada gawai dalam waktu yang cukup lama, sehingga kegiatan dan rutinitas sehari-hari akan terabaikan. Mereka berkembang melalui pengamatan terhadap lingkungan sekitar, sehingga menstimulasi perkembangan anak paling tepat dilakukan pada periode emas ini. Mengetahui hubungan intensitas penggunaan gawai terhadap perkembangan anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Batik PPBI Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain Cross sectional dengan sampel sebanyak 92 murid TK Batik PPBI Yogyakarta beserta ibu mereka. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data diperoleh dari pengisian Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan atau KPSP dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan formulir karakteristik intensitas penggunaan gawai. Analisis data menggunakan Uji Chi-square (nilai α= 0,05). Penelitian menunjukan bahwa 56,8% siswa memiliki perkembangan yang sesuai dengan intensitas penggunaan gawai normal. Namun, sebanyak 13,6% siswa memiliki perkembangan yang menyimpang dan meragukan dengan intensitas penggunaan gawai tinggi. Terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas penggunaan gawai dengan perkembangan anak prasekolah di Taman Kanak-kanak Batik PPBI Yogyakarta (p-value= 0,014).
EDUKASI PADA IBU MENYUSUI TENTANG PENINGKATAN PRODUKSI ASI GUNA MENINGKATKAN CAKUPAN ASI EKSKLUSIF Yunita Dyah Fitriani; Aulia Rizqi Ramadhani; Gama Dwi Fitrianawati; Revalina Yuli Gandawati; Firda Felisa Putri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40412

Abstract

Abstrak: Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu praktik kesehatan ibu dan anak yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan ketahanan tubuh bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Salah satu kendala yang sering dialami ibu menyusui adalah kekhawatiran terhadap kecukupan dan kelancaran produksi ASI. Kekhawatiran tersebut dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang proses laktasi, teknik menyusui yang kurang tepat, jarang menyusui, stres, kelelahan, kurang dukungan keluarga, serta paparan informasi yang keliru mengenai susu formula. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang peningkatan produksi ASI melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan desain pre-test dan post-test pada 19 ibu menyusui di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar. Media edukasi meliputi presentasi, leaflet serta praktik pijat oksitosin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan ibu menyusui, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 21,1% pada pre-test menjadi 42,1% pada post-test. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang peningkatan produksi ASI. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga dan kader kesehatan.Abstract:  Exclusive breastfeeding is one of the important maternal and child health practices that supports infant growth, development, and immunity during the first six months of life. One of the common problems experienced by breastfeeding mothers is concern about the adequacy and smooth production of breast milk. This concern may be influenced by limited knowledge of the lactation process, improper breastfeeding techniques, infrequent breastfeeding, stress, fatigue, lack of family support, and exposure to misleading information about formula milk. This community service activity aimed to improve breastfeeding mothers’ knowledge about increasing breast milk production through health education. The method used was health education with a pre-test and post-test design involving 19 breastfeeding mothers in Pongangan Village, Manyar District. The educational media included presentations, leaflets, and oxytocin massage practice. The results showed an increase in the knowledge level of breastfeeding mothers, where the good knowledge category increased from 21.1% in the pre-test to 42.1% in the post-test. The conclusion of this activity is that health education is effective in improving breastfeeding mothers’ knowledge about increasing breast milk production. It is expected that similar activities can be carried out continuously by involving families and health cadres.
EDUKASI PADA IBU HAMIL TRIMESTER AKHIR TENTANG TEKNIK RELAKSASI PERNAPASAN SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN KECEMASAN MENJELANG PERSALINAN Aulia Rizqi Ramadhani; Setiya Purbasari; Rizki Sakinah Dewi; Erliana Yuwantira
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 3 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i3.40414

Abstract

Abstrak: Kehamilan trimester III merupakan fase penting yang sering disertai kecemasan menjelang persalinan. Kecemasan yang tidak dikelola dapat memengaruhi kesiapan fisik dan psikologis ibu dalam menghadapi proses persalinan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester III dalam menerapkan teknik relaksasi pernapasan sebagai upaya menurunkan kecemasan menjelang persalinan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dengan sasaran 27 ibu hamil trimester III. Metode kegiatan meliputi pre-test, edukasi melalui seminar, praktik relaksasi pernapasan, diskusi interaktif, dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa tingkat kecemasan peserta didominasi oleh kategori sedang, sedangkan pengetahuan ibu tentang relaksasi pernapasan masih berada pada kategori cukup. Setelah diberikan edukasi dan praktik, terjadi peningkatan pengetahuan dengan dominasi kategori sangat baik pada post-test. Diskusi interaktif juga menunjukkan bahwa sumber kecemasan ibu hamil bersifat multidimensi, tidak hanya berkaitan dengan proses persalinan, tetapi juga dipengaruhi oleh stres mengasuh anak, perubahan citra tubuh, serta kekhawatiran terhadap penyesuaian psikologis setelah melahirkan. Edukasi relaksasi pernapasan terbukti sederhana, aman, dan aplikatif untuk mendukung kesiapan ibu hamil menjelang persalinan.Abstract:  The third trimester of pregnancy is an important phase that is often accompanied by anxiety before childbirth. Unmanaged anxiety can affect the mother’s physical and psychological readiness in facing the labor process. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of third-trimester pregnant women in applying breathing relaxation techniques as an effort to reduce anxiety before childbirth. The activity was conducted in Pongangan Village, Manyar, Gresik, involving 27 pregnant women in their third trimester. The methods included a pre-test, education through a seminar, breathing relaxation practice, interactive discussion, and a post-test. The pre-test results showed that the participants’ anxiety level was predominantly in the moderate category, while their knowledge of breathing relaxation was still in the sufficient category. After receiving education and practice, the participants’ knowledge increased, with the post-test results dominated by the very good category. The interactive discussion also showed that the sources of anxiety among pregnant women were multidimensional, not only related to the labor process but also influenced by childcare stress, changes in body image, and concerns about psychological adjustment after childbirth. Breathing relaxation education has been proven to be a simple, safe, and effective intervention to support pregnant women’s readiness for childbirth.
Baseline Nutrition Knowledge among PKK Cadre Mothers through the SEPIRING SEHATI Program in Suci Village Muh. Arfah; A. Titik Suhartini; Bima Ardiyanto Wibowo; Setiya Purbasari; Yunita Dyah Fitriani; Yuyun Farihatin; Aulia Rizqi Ramadhani; Nursuciyani Jamal
PROMOTOR Vol. 9 No. 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i4.2630

Abstract

Background: Balanced nutrition is a fundamental determinant of family health and has direct implications for child growth and stunting prevention. The SEPIRING SEHATI education program was designed as a community-based initiative to strengthen nutrition literacy among PKK cadre mothers in Suci Village by introducing the My Plate (Isi Piringku) concept, the use of local foods, and healthy living practices. Objective: This study aimed to describe the baseline knowledge of PKK cadre mothers in Suci Village regarding balanced nutrition before their participation in the SEPIRING SEHATI education program. Methods: This study used a descriptive analytic design with a cross-sectional survey approach. A total of 47 PKK cadre mothers who attended the SEPIRING SEHATI program on May 10, 2026, were recruited using total sampling. Data were collected using a structured 10-item Google Form questionnaire assessing knowledge of balanced nutrition principles, the My Plate concept, the role of local foods, and stunting prevention. Scores were categorized as low (0-5), moderate (6-7), or high (8-10). Results: The mean pre-test score was 9.17 (SD = 0.89), equivalent to 91.70 on a 100-point scale. Most respondents (95.7%) were classified as having high knowledge. Three indicators were answered correctly by all respondents: the understanding that balanced nutrition does not require expensive foods, the importance of handwashing as part of a healthy lifestyle, and the role of My Plate in preventing stunting. The lowest correct responses were observed for the nutritional equivalence of local foods (78.7%) and the recommended vegetable-fruit proportion in one serving plate (80.9%). Conclusion: PKK cadre mothers in Suci Village demonstrated strong baseline knowledge of balanced nutrition. However, future education should emphasize the practical application of My Plate proportions and the nutritional value of locally available foods to strengthen community-based nutrition education.