Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Biosaka Efficiency in Supporting Income from Hydroponic Vegetable Cultivation Business Kumbara Kumbara; Silfia Silfia; Roni Afrizal
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v10i1.1666

Abstract

Conventional hydroponics faces nutrient efficiency challenges, impacting profitability and business sustainability. This study is important because it attempts to address these issues through a more economical integration of AB-Mix and Biosaka. This study aims to evaluate the economic efficiency of AB-Mix 37.5% and Biosaka 62.5% compared to the 100% AB-Mix method in hydroponic cultivation. This study uses a case study method at Eco-Hydro, conducted in February–June 2024 in a small hydroponic facility with 400 planting holes. Data were collected through field observations and interviews with 10 hydroponic business actors in Limapuluh Kota Regency. Quantitative analysis includes the calculation of the R/C Ratio and cash flow projections for three years. The results show that the combination of AB-Mix and Biosaka produces an R/C Ratio of 1.4, compared to 1.02 in the 100% AB-Mix method. The net profit per period reached Rp366,219 for the combination of AB-Mix and Biosaka, much higher than Rp24,136 in the 100% AB-Mix method. Cash flow projections show a cumulative income of Rp8,428,896 in three years, confirming the superior economic efficiency of this combination method.
The Dynamics of Indonesian CPO Price Integration with European and Indian Markets (Empirical Insights) Mega Amelia Putri; Kumbara Kumbara; Arnayulis Arnayulis; Darnetti Darnetti
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v10i1.1679

Abstract

Dynamic price interconnections and external market influences characterize the global crude palm oil (CPO) market. As the world's largest producer, Indonesia faces challenges in stabilizing prices amidst regulatory pressures from European markets and the significant role of India as a key export destination. This study aims to analyze the integration and dynamics of Indonesian CPO prices with European and Indian markets using advanced econometric tools, including Vector Auto Regression (VAR) and Vector Error Correction Model (VECM). Monthly price data from January 2016 to December 2022 were sourced from reliable databases such as BAPPETI and UN Comtrade. The findings highlight significant price volatility in the Indonesian spot market (CV = 46.18%) compared to Europe (CV = 39.22%) and India (CV = 29.74%), with the latter serving as a stabilizing force. Granger causality tests reveal mutual influence between Indonesia and Europe, while India's unidirectional causality underscores its role in mitigating external shocks. Cointegration analysis confirms long-term equilibrium relationships among the markets, with European and Indian markets contributing 33.61% and 29.35%, respectively, to Indonesian price variability over 12 months. These insights emphasize the importance of establishing a domestic futures market to manage volatility and diversifying export destinations to reduce reliance on traditional markets. This study provides actionable recommendations for policymakers and stakeholders to strengthen Indonesia's resilience and competitiveness in the global CPO market.
Stakeholder Characteristics in the Pentahelix Model for Digital Integrated Farming Communities Koper-Tani Kumbara Kumbara; Silfia Silfia; Roni Afrizal
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 10 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v10i3.1861

Abstract

The agricultural sector in Indonesia still faces various individual challenges with multiple roles, limited market access, low supply chain transparency, and minimal adoption of digital technology that can improve the efficiency of farming businesses. Digitalization of integrated farming communities is a potential solution to overcome these challenges. This study aims to analyze the characteristics and roles of stakeholders in the pentahelix model for the development of digital farming communities. The research method employs a qualitative descriptive approach, utilizing hybrid survey techniques (online and offline) to collect data from 60 respondents across various regions. Data were analyzed using qualitative descriptive methods with data visualization techniques. The analysis stages consist of: reduction (selection of relevant data), visualization by grouping each component of the question interpreted in the form of a percentage, drawing conclusions to state the dominant factors and implications based on stakeholder characteristics, and determining their roles in the form of a pentahelix model. The study's results showed that the majority of stakeholders possess characteristics that are ready to adopt digital technology, with the primary needs being market access, increasing farmer capacity, and environmental sustainability. The characteristics of the pentahelix model involve Farmer Business Actors, Consumer Society, Academics and/or Agricultural Practitioners, Government, and the Koper-Tani Media Platform, which plays a crucial role in supporting the development of integrated digital farming communities.
Analisis Kelayakan Konsep Smart Floating Farming di Indonesia untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan: Feasibility Analysis of the Smart Floating Farming Concept in Indonesia to Support Sustainable Agriculture Kumbara Kumbara; Silfia Silfia
JURNAL TRITON Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.838

Abstract

Indonesia dihadapkan pada tantangan krisis pangan di masa depan akibat peningkatan populasi, perubahan iklim, dan penurunan kesuburan tanah, dengan potensi solusi inovatif berupa konsep Smart Floating Farm (SFF) yang memanfaatkan teknologi piramid desalinasi dan sistem hidroponik untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan memanfaatkan potensi laut Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor pendukung yang memungkinkan penerapan konsep SFF di Indonesia, menyusun rancangan konsep SFF berdasarkan hasil analisis faktor-faktor pendukung, serta menganalisis kelayakan implementasi berdasarkan strategi analisis SWOT. Metode penelitian menggunakan rancangan kualitatif melalui analisis deskriptif yang akan dikomparasi untuk dilihat perbandingan kelayakannya. Hasil menunjukkan, penerapan konsep Smart Floating Farm (SFF) di Indonesia didukung oleh dua faktor utama, yaitu pertumbuhan penduduk yang pesat yang menyebabkan peningkatan kebutuhan lahan pemukiman dan permintaan pangan yang terus meningkat. Meskipun harga pangan relatif terjangkau, adaptasi terhadap keberlanjutan masih diperlukan. Rancangan model SFF menggunakan teknologi desalinasi piramid yang dapat mengubah air laut menjadi air tawar, didesain dengan ukuran standar 200 x 70 x 70 meter dan diposisikan 100 meter dari titik pasang tertinggi. Rancangan ini mengintegrasikan budidaya tanaman hidroponik dan peternakan, yang dikendalikan melalui AI dan IoT untuk meningkatkan efisiensi produksi pangan. Kajian teoritis dan analisis SWOT menunjukkan bahwa konsep SFF layak direalisasikan, asalkan didukung oleh sistem manajemen terintegrasi yang mengacu pada pengembangan pertanian presisi.
Dinamika Subsidi dalam Mendorong Pertanian Berkelanjutan: Perspektif dari Tinjauan Literatur Sistematis: Dynamics of Subsidies in Encouraging Sustainable Agriculture: Perspectives from a Systematic Literature Review Mega Amelia Putri; Kumbara Kumbara
JURNAL TRITON Vol. 15 No. 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.848

Abstract

Subsidi input pertanian penting untuk pertanian berkelanjutan, mendorong penelitian untuk memahami dampaknya. Penelitian ini, dilakukan dengan metode tinjauan literatur sistematis dari artikel yang diterbitkan pada tahun 2014-2024, mengevaluasi efektivitas kebijakan subsidi dalam keberlanjutan pertanian melalui protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses). Studi ini mensintesis temuan dari berbagai penelitian, menyoroti pentingnya kebijakan subsidi dalam membentuk dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasilnya menunjukkan beberapa dimensi signifikan, termasuk subsidi pupuk, asuransi tanaman, dan subsidi yang ditargetkan, yang memengaruhi produktivitas pertanian dan pelestarian lingkungan. Analisis ini mengungkapkan bahwa subsidi pupuk meningkatkan hasil panen, sementara asuransi tanaman yang disubsidi mengurangi risiko finansial bagi petani dan mendorong praktik manajemen risiko yang lebih baik. Subsidi yang ditargetkan mengatasi tantangan lokal dan mengurangi disparitas dalam pembangunan pedesaan. Penelitian masa depan harus fokus pada evaluasi jangka panjang subsidi ini, mengeksplorasi mekanisme kebijakan inovatif, dan menilai dampaknya terhadap sistem pertanian dan komunitas pedesaan. Pemahaman komprehensif ini berkontribusi pada pembuatan kebijakan berbasis bukti untuk pembangunan pertanian berkelanjutan, yang penting untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas petani. Wawasan dari studi ini mendukung program subsidi pertanian yang lebih berkelanjutan dan adil, yang menguntungkan petani, komunitas, dan lingkungan, sesuai dengan tujuan keberlanjutan global. Hal ini akan sangat membantu dalam mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.