Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Designing An SKU Counter for Calculating SKU Assemblies In Warehousing: A Technology-Based Approach Feby Gusti Dendra; Agnes Vicky; Febriza Imansuri
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) Vol. 12 No. 01 (2025): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v12i01.9086

Abstract

Inventory management in warehouses faces challenges in terms of SKU (Stock Keeping Unit) counting accuracy, especially in the assembly process. The manual method used is not only time-consuming but also increases the risk of recording errors, which impacts overall operational performance. This study aims to design a technology-based SKU counter (Counting System) system to improve the efficiency and accuracy of assembly SKU counting. The system is designed with a warehouse technology approach that utilizes software to automatically count assembly SKUs and generate real-time inventory reports. Implementation is carried out through simulations in a warehouse environment to test aspects of speed and accuracy. The results show that the system is able to increase operational efficiency by up to 50%, optimize the inventory management process and significantly reduce recording errors in managing assembly SKUs in the warehouse.
Production Layout Optimization to Reduce Transportation Waste and Improve Process Cycle Efficiency in Passenger Seat Assembly Amrin Amrin; Feby Gusti Dendra; Ahlandika Wirasatria
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 10 No 3 (2026): G-Tech, Vol. 10 No. 3 July 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v10i3.10366

Abstract

Passenger seat assembly is a critical process in bus manufacturing because it directly affects production completion and delivery performance. This study aimed to optimize the production layout to reduce transportation waste and improve Process Cycle Efficiency (PCE) in the passenger seat assembly process of a bus manufacturing company. A quantitative case study was conducted using data collected through direct observation, time studies, interviews, and questionnaires. The analysis integrated Value Stream Mapping (VSM), Waste Assessment Model (WAM), Value Stream Analysis Tools (VALSAT), and Process Activity Mapping (PAM) to identify dominant waste and develop layout improvement strategies. The results showed that transportation waste was the dominant waste, accounting for 18.37% of the total waste score. The proposed layout reduced the number of activities from 36 to 32, decreased transportation time from 72.1 to 14.8 minutes, and eliminated all non-value-added activities. Consequently, lead time decreased from 543.03 to 456.67 minutes, while Process Cycle Efficiency increased from 51.64% to 61.88%. These findings demonstrate that lean-based production layout optimization effectively reduces transportation waste and improves operational efficiency in make-to-order bus manufacturing.
DESAIN OPTIMALISASI TATA LETAK GUDANG PERUSAHAAN MANUFAKTUR KENDARAAN MILITER DENGAN METODE CLASS-BASED STORAGE DAN DEDICATED STORAGE Husain Achmad Alifansah; Febriza Imansuri; Feby Gusti Dendra; Fredy Sumasto
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Divisi Kendaraan Khusus, salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang pertahanan negara Indonesia yang mempunyai tiga lini produksi dan satu penyimpanan produk jadi (finish goods). Hasil pembelian produk bahan baku dari subkontraktor akan disimpan pada satu gudang yang disebut existing warehouse. Permasalahan yang terjadi pada gudang existing yaitu penyusunan produk yang kurang teratur dan jarak gang antar rak-rak masih sempit mengakibatkan sulitnya mobilitas material handling dalam meletakkan dan mengambil barang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengimplementasikan perbaikan tata letak gudang existing yang lebih efektif dengan membandingkan metode class–based storage dan dedicated storage beserta perhitungan Ongkos Material Handling (OMH) yang paling optimal. Perbaikan tata letak ini membandingkan metode class-based storage dan dedicated storage hingga didapatkan hasil tata letak yang lebih efektif serta perhitungan OMH yang lebih optimal. Urutan perbaikan tata letak dimulai dari metode class-based storage dan dedicated storage serta perhitungan OMH. Hasil dari pengolahan data dan perbaikan tata letak menggunakan metode class-based storage dengan jarak tempuh sebesar 30.304,5 m dan dedicated storage sebesar 34.133,5 m sedangkan untuk hasil OMH tata letak class-based storage sebesar Rp1.354.995.781/tahun dan untuk tata letak dedicated storage sebesar Rp1.358.743.081/tahun. Hasil dari perhitungan dari kedua metode tersebut didapatkan perbaikan tata letak yang terpilih yaitu perbaikan tata letak dengan menggunakan metode class-based storage dengan penurunan jarak tempuh sebesar 2606,3 m/bulan dan penurunan OMH sebesar dari kondisi awal sebesar Rp7.046.258/tahun. Kata kunci: class-based storage, dedicated storage, existing warehouse, material handling, ongkos material handling
PENERAPAN TEKNOLOGI DIGITAL PADA RANTAI PASOK DI ERA INDUSTRI 4.0: STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL OLAHRAGA Feby Gusti Dendra; Ghina Salsabila Amnedya; Febriza Imansuri; Ridho Hans Gurning
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas optimalisasi rantai pasok dalam konteks Industri 4.0 melalui penerapan teknologi digital, dengan fokus pada perusahaan multinasional di bidang olahraga. Penelitian ini mengeksplorasi lima elemen utama rantai pasok: produksi, inventori, lokasi, transformasi, dan informasi, serta bagaimana teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan Enterprise Resource Planning (ERP) digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Dalam produksi, perusahaan memanfaatkan teknologi digital untuk mengurangi limbah hingga 60%, serta menggunakan metode prediksi permintaan berbasis AI yang mampu menyeimbangkan persediaan. Selain itu, manajemen inventori yang menggunakan Just-in-Time (JIT) dan sistem Vendor Managed Inventory (VMI) membantu mengurangi biaya penyimpanan dan menghindari kekurangan stok. Penerapan teknologi Transportation Management System (TMS) memungkinkan pengelolaan distribusi lebih efisien, mempercepat waktu pengiriman dan mengurangi biaya transportasi. Melalui program daur ulang bahan baku, perusahaan juga berhasil memperkuat upaya keberlanjutan. Penggunaan ERP yang terintegrasi di seluruh proses rantai pasok memungkinkan aliran informasi secara real-time, meningkatkan akurasi dalam perencanaan produksi dan distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat keberlanjutan perusahaan. Studi ini merekomendasikan penerapan inovasi digital yang berkelanjutan untuk memaksimalkan efisiensi rantai pasok di era kompetisi global. Kata kunci: Enterprise Resource Planning (ERP), Industri 4.0, Just-in-Time (JIT), keberlanjutan, rantai pasok.
PENGARUH REVOLUSI INDUSTRI 4.0 TERHADAP EFISIENSI RANTAI PASOK GLOBAL: TANTANGAN TRANSFORMASI DIGITAL Agnes Vicky; Feby Gusti Dendra; Milawati
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 5 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 5th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Pengaruh Revolusi Industri terhadap Rantai Pasokan Global. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah kuantitatif. Subjek pada penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 52 Karyawan yang bekerja di Perusahaan XYZ Cargo. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibantu dengan media Google Form. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi dengan menggunakan SPSS Versi 22 untuk mengolah dan menganalisa data, nilai variabel Revolusi Industri (X) memiliki nilai uji t sebesar 2.874 dan lebih kecil dari nilai t tabel dengan signifikasi 5% sebesar 1.676. Maka hasil dari analisis tersebut menyatakan bahwa variabel Revolusi Industri (X) memberikan pengaruh positif secara signifikan terhadap variabel Rantai Pasokan (Y) sehingga hubungan kedua variabel dapat dipahami sebagai “terdapat pengaruh pada Revolusi Industri terhadap Rantai Pasokan Global dalam menjawab tantangan Transformasi Digital”. Kata kunci: Revolusi Industri, Rantai Pasokan Global, Transformasi Digital.
PERANCANGAN DAN ANALISIS EKONOMI FIXTURE PROSES DRILLING UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PRODUKSI KOMPONEN BRACKET VIXION 3C12 CHASSIS FUEL TANK Feby Gusti Dendra; Febriza Imansuri; Amrin; Fredy Sumasto; Agnes Vicky
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 6 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 6th, Tangerang 2
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada perancangan fixture (alat bantu) untuk proses gurdi (drilling) pada komponen Bracket Vixion 3C12 Chassis Fuel Tank. Komponen ini terbuat dari baja karbon rendah dan berfungsi sebagai penyambung tangki dengan landasannya. Permasalahan utama adalah tingginya waktu setup dan potensi kesalahan operator. Penyelesaian masalah dilakukan dengan merancang fixture menggunakan prinsip 3-2-1 lokator dan strap clamp. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan alat bantu ini berhasil memperkecil waktu setup dan operasi, mengurangi waktu produksi per unit dari 0.037 jam menjadi 0.0176 jam. Dari sisi ekonomi, biaya produksi per unit dapat dikurangi secara signifikan, dari Rp 427,11 tanpa alat bantu menjadi Rp 265,59 dengan alat bantu. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa BEP (Titik Impas) tercapai pada 32 unit, dengan total penghematan mencapai Rp 109.520,00 untuk lot size 1000 unit. Selain efisiensi waktu dan biaya, alat bantu ini juga meringankan tugas operator dan dapat meminimasi kecelakaan kerja. Kata kunci: alat bantu produksi, komponen, drilling, locator, clamping
APLIKASI VALUE STREAM MAPPING DAN WASTE ASSESSMENT MODEL UNTUK PENURUNAN LEAD TIME PADA PROSES PERAKITAN KOMPONEN INTERIOR: STUDI KASUS PT LAKSANA BUS MANUFAKTUR Amrin; Ahlandika Wirasatria; Feby Gusti Dendra
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 6 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 6th, Tangerang 2
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Laksana Bus Manufaktur menghadapi tantangan signifikan dalam proses perakitan jok penumpang di divisi finishing dengan lead time mencapai 543,03 menit per unit dan efisiensi siklus proses hanya 51,64%, jauh di bawah target produksi dua unit per hari. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber pemborosan dan menurunkan lead time melalui penerapan Lean Manufacturing dengan kombinasi metode Value Stream Mapping, Waste Assessment Model, dan Value Stream Analysis Tools. Hasil identifikasi menemukan waste transportasi sebagai pemborosan dominan dengan nilai 18,37, terjadi pada aktivitas pengambilan dan pengantaran jok dari area penyimpanan jarak jauh, serta aktivitas pengaturan posisi jok berulang akibat kesalahan prosedur. Berdasarkan analisis akar masalah dengan Process Activity Mapping dan analisis 5W1H, rekomendasi utama perbaikan adalah pemindahan lokasi proses perakitan ke stasiun kerja dengan lokasi lebih strategis. Implementasi perbaikan berhasil menurunkan lead time menjadi 456,67 menit per unit dan meningkatkan nilai efisiensi siklus proses menjadi 61,88%, mencapai peningkatan efisiensi sebesar 10,24%. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas penggabungan Value Stream Mapping dan Waste Assessment Model dalam mengidentifikasi dan meminimalkan pemborosan pada proses perakitan komponen interior kendaraan komersial, memberikan kontribusi praktis bagi industri karoseri dalam optimalisasi produktivitas melalui prinsip-prinsip Lean Manufacturing. Kata kunci: Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Waste Assessment Model, Process Cycle Efficiency, lead time