Articles
PERANCANGAN MODEL SIMULASI DAN PERBAIKAN SISTEM: STUDI KASUS PELAYANAN PERBANKAN
Imansuri, Febriza
Inaque : Journal of Industrial and Quality Engineering Vol 10 No 1 (2022): Inaque February 2022
Publisher : Teknik Industri Unikom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1396.487 KB)
|
DOI: 10.34010/iqe.v10i1.5315
Penelitian ini membahas penerapan model simulasi sistem antrian yang digunakan dalam perbaikan sistem di perbankan. Metode simulasi digunakan untuk memodelkan keadaan sistem saat ini dengan software Arena, dengan mempelajari sistem nyata dan mengeliminasi kendala dengan menggunakan skenario perbaikan yang telah ditetapkan. Sistem nyata tersebut dipelajari dengan cara membuat analisis input, output, control dan mechanism dan selanjutnya membuat Activity Cycle Diagram, Event Graph dan flowchart algoritma simulasi. Data yang dikumpulkan berupa waktu kedatangan dan waktu pelayanan pelanggan pada server teller, customer service dan mesin ATM yang merupakan bagian dari sistem nyata perbankan. Perbaikan sistem dilakukan dengan menetapkan dua skenario yaitu pengurangan server CS dan Penambahan server ATM. Berdasarkan hasil analisis keluaran didapatkan bahwa simulasi model aktual merupakan simulasi yang terpilih. Hal ini dikarenakan model aktual sudah menjadi sistem yang terbaik untuk sistem perbankan tersebut. Kata Kunci: Antrian, model simulasi, sistem perbankan
Perancangan Alat Bantu Penempatan Oil Funnel Untuk Meningkatkan Keberlangsungan Ekonomi dan Lingkungan
Fredy Sumasto;
Febriza Imansuri;
Muhamad Zen
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 22 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/matrik.v22i2.2511
Pertambahan pengguna kendaraan bermotor di Indonesia tiap tahunnya terus meningkat yang mana berbanding lurus dengan peningkatan jumlah jasa bengkel. Bengkel kendaraan bermotor mempunyai potensi dampak ekonomi dan lingkungan baik secara positif maupun negatif. Dampak dari bengkel cukup signifikan pada pengelolaan limbah seperti aktivitas penempatan oli bekas sehingga berdampak merugikan secara ekonomi atau lingkungan. Pada penelitian dibuat desain alat bantu untuk meningkatkan dampak secara ekonomi dan mengurangi dampak negatif secara lingkungan pada aktivitas penempatan oli bekas. Dampak dari bengkel terhadap lingkungan cukup signifikan terlebih dalam pengelolaan limbah. Pada penelitian dibuat desain alat bantu untuk meningkatkan dampak secara ekonomi dan mengurangi dampak negatif secara lingkungan. Desain dari alat bantu didapat dengan proses observasi, wawancara dan hasil kuesioner pada bengkel kendaraan bermotor kategori sepi di Kota Depok untuk mengindentifikasi voice of customer. Customer attribute diidentifikasi berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan kepada 5 bengkel kategori sepi di Kota Depok. Penentuan customer attribute menjadi pondasi pembentukan functional requirements yang mana dibatasi dengan cosntraint kapasitas alat bantu yang mencapai 20 liter. Hasil dari FR dan constraint membentuk design parameters untuk diterapkan ke dalam desain perancangan alat bantu. Hasil dari perancangan alat bantu penempatan oil funnel memberikan peningkatan profit sebesar 3,37% yang mana ini berkaitan erat dengan pengurangan dampak lingkungan yang terjadi yaitu sebesar 0.26 liter/hari. Penggunaan alat bantu yang didesain pada penelitian ini dapat meningkatkan dampak keberlangsungan dalam 2 aspek yaitu aspek ekonomi dan aspek lingkungan
Model Optimasi Perancangan Jaringan Rantai Pasok Biomassa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit di Sumatera Barat
Febriza Imansuri;
Rika Ampuh Hadiguna;
Feri Afrinaldi
Jurnal Optimasi Sistem Industri Vol. 18 No. 1 (2019): Published in May 2019
Publisher : The Industrial Engineering Department of Engineering Faculty at Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (612.717 KB)
|
DOI: 10.25077/josi.v18.n1.p1-13.2019
West Sumatra has great potential in developing biomass based on palm oil waste. This is because the largest plantation production in West Sumatra comes from the oil palm commodity of 1,082,820 tons in 2014. Therefore, it is necessary to design a model of supply chain biomass network for the distribution of Empty Fruit Bunches (EFB) from CPO factory suppliers located in West Sumatra and distributed to Depot Pertamina Teluk Kabung. Stages performed in the implementation of this study began with a preliminary study to determine the potential of biomass in West Sumatra. Furthermore, the design of chain supply chain optimization model by identifying supply chain activity, knowing the characteristics of supply chain system and make the formulation of mathematical model. The design of supply chain biomass from Empty Fruit Bunches (EFB) in West Sumatera, starting from raw material Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sourced from Crude Palm Oil (CPO) factory in West Pasaman Regency and surrounding. This is because Pasaman Barat Regency is the central agroindustry of oil palm plantation which has 17 most palm oil factories in West Sumatra. The potential of bioethanol derived from CPO waste can be done by establishing bioethanol plant located with the same CPO factory so that it is adjacent to the source of the raw material. The result of the mathematical model mixed integer linear programming is placement of bioethanol plant location at PT Pasaman Marama Sejahtera with medium scale and total cost of IDR 251,563,700,000.00.
ANALISIS PENERAPAN 5S DAN IDENTIFIKASI KECELAKAAN KERJA PADA INDUSTRI VULKANISIR BAN
Febriza Imansuri
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 5, No 2 (2021): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/jihoh.v5i2.4677
Berbagai cara dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, seperti dengan menerapkan prinsip 5S dan meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Implementasi 5S di perusahaan erat kaitannya dengan peningkatan produksi serta kinerja karyawan yang akan berdampak positif dan menguntungkan bagi perusahaan. Selain itu K3 tidak hanya penting dalam meningkatkan jaminan sosial dan kesejahteraan pekerjanya, tetapi juga akan berdampak positif pada kelanjutan produktivitas kerja. Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui wawancara ditemukan bahwa kecelakaan sering menimpa pekerja pada perusahaan vulkanisir ban. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meminimalisir kecelakaan kerja dengan mengidentifikasi penyebab kecelakaan kerja yang terjadi dan analisis untuk mengetahui gambaran penerapan 5S. Serta memberikan usulan rekomendasi untuk meminimalisir persentase terjadinya kecelakaan kerja dan kondisi penerapan 5S diperusahaan. Untuk mengetahui penyebab kecelakaan kerja maka diidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja pada industri vulkanisir ban dengan menggunakan metode FTA serta analisis penerapan 5S. Berdasarkan hasil pengolahan kuesioner dapat disimpulkan bahwa sebanyak 40,8% responden kurang setuju prinsip 5S telah terlaksana dengan baik pada perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan probabilitas FTA didapatkan jenis kecelakaan kerja tersayat mesin gerinda kemungkinan akan dialami oleh karyawan sebesar 93%. Perhitungan probabiltas FTA kecelakaan kerja tersebut memiliki angka kemungkinan terjadi paling besar dibandingkan kecelakaan kerja lainnya.Kata Kunci: FTA; Kecelakaan Kerja; 5S
Pengembangan Desain Kursi Busway Menggunakan Pendekatan Kansei Engineering
Febriza Imansuri;
Fredy Sumasto;
Muhammad Zen
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 7, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/jti.v7i2.12614
Perusahaan penyedia jasa layanan transportasi diminta untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik agar dapat memuaskan para konsumen. Kenyamanan fasilitas merupakan salah satu faktor penting untuk memenangkan persaingan dengan penyedia jasa layanan transportasi lainnya. Salah satu perhatian utama dari konsumen adalah fasilitas kursi penumpang karena penumpang menghabiskan sebagian besar waktunya di kursi penumpang. Pada penelitian ini, kursi penumpang busway dijadikan objek penelitian dengan tujuan mendapatkan alternatif desain dengan cara mengidentifikasi voice of customers dengan model kansei engineering. Pengumpulan data primer dilakukan di wilayah Jabodetabek dengan menggunakan instrumen penelitian. Data yang diperoleh dari instrumen penelitian diolah secara analisis statistik. Hasil analisis dinilai secara desain dan teknikal dengan pendekatan KE sehingga diperoleh identifikasi desain kursi penumpang busway yang ergonomis dan sesuai kognitif konsumen. Pengembanagn desain dilakukan berdasarkan 5 (lima) faktor product properties yaitu daya tahan, fitur kenyamanan, ukuran, aspek fungsional dan estetika desain.Kata Kunci: Ergonomic Assesment, Kursi Busway, Kansei Engineering
PENERAPAN MANAJEMEN KUALITAS TERPADU PADA INDUSTRI MAKANAN SKALA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (STUDI KASUS UMKM NASI GORENG)
Fredy Sumasto;
Safril Safril;
Febriza Imansuri;
Mohammad Wirandi
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 16, No 3 (2022): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/pasti.2022.v16i3.003
Persaingan global membawa tantangan dan peluang bagi UMKM yang bergerak pada sektor kuliner di Indonesia, khususnya UMKM nasi goreng. Namun, permasalahan yang cukup sering terjadi pada UMKM sektor kuliner adalah keterlambatan waktu penyajian dan kualitas dari makanan yang disajikan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan TQM pada UMKM kuliner nasi goreng sebagai upaya peningkatan pelayanan dan penanganan dari keluhan pelanggan. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan wawancara pada pelaku UMKM nasi goreng di kota Depok. Analisis dilakukan menggunakan fishbone diagram dan failure mode & effect yang menjadi masukan untuk effort impact. Berdasarkan diagram hubungan antara solusi dan root cause, solusi dan tindakan untuk perbaikan yang perlu dilakukan oleh pelaku UMKM memiliki hubungan yang kuat. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa dengan menerapkan TQM dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, meningkatkan produktivitas, dan keuntungan dalam UMKM.
PDCA Method Implementation to Reduce the Potential Product Defects in the Automotive Components Industry
Fredy Sumasto;
Cantika Puspa Maharani;
B. Handoko Purwojatmiko;
Febriza Imansuri;
Siti Aisyah
IJIEM - Indonesian Journal of Industrial Engineering and Management Vol 4, No 2: June 2023
Publisher : Program Pascasarjana Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/ijiem.v4i2.19527
The research aim to reduce the potential for product defects in the automotive component industry by implementing Plan-Do-Check-Action (PDCA). The application of the PDCA method was carried out in an automotive component manufacturing company in Indonesia which produced SLJ 91 parts as a research object. The causes of the high number of product defects are known at the Plan stage from setting the theme of improvement to the root cause by using a fishbone diagram and 5W+1H analysis. In the Do stage, system improvements are implemented from the solutions generated by the 5W+1H analysis. The repair results are controlled to confirm the results of the repairs made. The corrective actions taken resulted in a reduction in product defects of 2.8% so that they were included in the maximum tolerance for the number of defects in the SLJ 91 part. Based on the results of data processing, analysis, and comparison between before and after implementation, it was found that the defect rate for SLJ 91 products was reduced from 10.8 % to 8%, a reduction in the percentage of 2.8% so that the product reaches the quality target it should be. The results of the repair had a direct impact on the type of dent defects, namely a decrease in the number of defects from 8.6% to 5.3%, so that there was a decrease of 3.3%. The results of the research are implemented and standardized in the action stage so that the improvements made can be maintained in the long term.
Implementation of Measurement System Analysis to Reduce Measurement Process Failures on Part Reinf BK6
Fredy Sumasto;
Yesaya Abdi Nugroho;
B. Handoko Purwojatmiko;
Mohammad Wirandi;
Febriza Imansuri;
Siti Aisyah
IJIEM - Indonesian Journal of Industrial Engineering and Management Vol 4, No 2: June 2023
Publisher : Program Pascasarjana Magister Teknik Industri Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/ijiem.v4i2.20212
This study aims to reduce the failure of the measurement process on Part Reinf BK6 in the automotive industry which prioritizes accuracy and precision in the process to maintain product quality and customer satisfaction. This study used the measurement system analysis (MSA) method to analyze the Gage R&R on a measurement system, with 2 operators and 10 parts measured with 3 repetitions. The MSA results before improvement showed a Total Gage R&R of 67.80% with a repeatability value of 0.98% and a reproducibility value of 66.82%. The result indicated that the measurement system needs to be improved because the Gage R&R is still above 30%. After improving the measurement process by adding the Go No Go pin as an additional tool, the MSA results show the Total Gage R&R value after the improvement is made to 10.11% with repeatability and reproducibility values of 10.11% and 0% respectively. Based on the results of the study, it can be concluded that the improvements made have a significant effect on the measurement system on Part Reinf BK6. This will improve accuracy and precision in the measurement process, maintain product quality, and increase customer satisfaction. Therefore, improving the measurement system is very important in the automotive industry.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI SISTEM PENGGERAK RODA BELAKANG UNTUK KENDARAAN SEPEDA MOTOR LISTRIK
Febriza Imansuri;
Fredy Sumasto;
Mohammad Wirandi;
Al Kautsar Permana;
Reza Melliyanno Putra Aji;
Teguh Fathurohman
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.4837
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan di PT WIMA terkait peningkatan pengetahuan mengenai implementasi sistem penggerak roda belakang menggunakan sistem Continously Variable Transmission (CVT) pada kendaraan sepeda motor listrik. Kegiatan PkM yang telah dilaksanakan berdasarkan target percepatan transisi kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Hasil dari kegiatan PkM berupa demonstrasi dan implementasi desain dan prototype kepada mitra PkM. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner kepuasan mitra dengan dua orang responden dapat disimpulkan bahwa seluruh responden menjawab cukup puas dengan pelaksanaan kegiatan PkM. Selain itu berdasarkan hasil jawaban responden terhadap kuesioner keberdayaan mitra terdapat peningkatan keberdayaan dari aspek pengetahuan. Community Service Activities (PkM) were carried out at PT WIMA related to increasing knowledge regarding the implementation of a rear-wheel drive system using a Continuously Variable Transmission (CVT) system on electric motorbikes. The PkM activities that have been implemented are based on the target of accelerating the transition from petrol vehicles to electric vehicles. The results of PkM activities are in the form of demonstrations and implementation of designs and prototypes for PkM partners. Based on the results of distributing partner satisfaction questionnaires with two respondents, it can be concluded that all respondents answered that they were quite satisfied with the implementation of PkM activities. Apart from that, based on the results of respondents' answers to the partner empowerment questionnaire, there was an increase in empowerment from the knowledge aspect
Perancangan Tata Letak Gudang dengan Membandingkan Metode Dedicated Storage dan Class Based Storage (Studi Kasus: Perusahaan Komponen Otomotif)
Febriza Imansuri;
Rahmat Dwi Febriyanto;
Indra Rizki Pratama;
Fredy Sumasto;
Siti Aisyah
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32672/jse.v8i4.6957
PT HMG is an injection molding company that is a subcontractor of PT Ichikoh Indonesia. The variety of product types produced and the irregular placement of products belonging to subcontractors PT Ichikoh Indonesia resulted in a buildup of products, which resulted in ineffectiveness in searching for goods and moving goods. This problem can result in longer handling times and longer handling distances. Based on these problems, PT HMG decided to add a storage area as a warehouse, which will function as a place to store products belonging to subcontractor PT Ichikoh Indonesia. So, it is necessary to design a layout so the products are neatly arranged and make it easier for warehouse operators to search and handle them using dedicated storage and class-based storage methods. The distance obtained using the dedicated storage method was 9,013 m, and the handling time was 180,277 minutes. Meanwhile, using the class-based storage method, the transfer distance was 10,180 m, and the handling time was 203,601 minutes. The selected warehouse layout design is a layout with a dedicated storage method.