Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Guru Dalam Mengembangakan Kognitif Dan Kreativitas Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Permainan Puzzle Di TK Negeri 25 Rabangodu Utara Kota Bima Nurillah Nurillah; Ihlas Ihlas; Khairuddin Khairuddin; Lukman Lukman
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 6 No 2 (2023): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING )
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v6i2.1957

Abstract

Research that describes how much effort teachers put into developing the cognitive and creativity of children aged 4-5 years through puzzle games. The aim of this research is to find out how teachers use it and the obstacles they face in teaching children to play puzzles to develop the cognitive and creativity of children aged 4-5 years at Kindergarten 25 Rabangodu Utara, Bima City. The research method used in this research is a descriptive qualitative method. Specifically, qualitative research methods involve data collection techniques through in-depth interviews and participant observation. Apart from that, qualitative data analysis using a descriptive approach is used as a data analysis technique. The results of the research conducted by the author show that puzzle games have a very good impact on the cognitive development and creativity of children at Al Mahasin Bima Kindergarten. Through puzzle games, children can learn about early literacy, differentiate between objects, practice concentration, learn to be patient, solve problems and stimulate children to produce new works that are useful for themselves. The obstacles faced by teachers in teaching children to play puzzles are triggered by two factors, namely internal factors, including: children find it difficult to focus, are lazy, like to disturb their friends and children cannot yet be independent. Where he doesn't want to be left by his parents until it's time to get home from school. Meanwhile, the external factors are parents, schools (teachers), and the community environment.
Hakikat Pengembangan IPTEK Berbasis Syariah Untuk Kemajuan Peradaban Islam di Era Digital Misnawati Misnawati; Luthfiah Luthfiah; Khairuddin Khairuddin
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Agustus - September 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i5.2419

Abstract

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berbasis syariah menjadi sebuah kebutuhan mendesak bagi umat Islam di era digital saat ini. IPTEK berbasis syariah merupakan IPTEK yang dikembangkan dengan berlandaskan pada nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan ajaran-ajaran syariah Islam. Pengembangan IPTEK ini memiliki landasan filosofis dan epistemologis berupa akidah tauhid serta syariah Islam sebagai panduan dan batasan. Aspek-aspek syariah seperti keseimbangan, kemaslahatan, akhlak mulia, keberlanjutan, dan keadilan menjadi prinsip utama dalam pengembangannya. IPTEK berbasis syariah memiliki peran penting dalam kemajuan peradaban Islam, antara lain memperkuat identitas dan jati diri peradaban Islam, mendorong inovasi dan kreativitas sesuai prinsip-prinsip Islam, menjadi teladan integrasi IPTEK dan spiritualitas, serta berkontribusi pada kemaslahatan umat manusia. Strategi implementasinya melibatkan lembaga pendidikan dan penelitian Islam, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta penanganan tantangan dan solusi yang komprehensif. Pengembangan IPTEK berbasis syariah diharapkan dapat menjadi sarana untuk mencapai kemajuan peradaban Islam dan kebahagian hakiki bagi umat manusia di era digital. 
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Keagamaan dalam Membentuk Sikap Antikekerasan Pada Anak Usia Dini di TK Al -Mahasin Kota Bima Jumriatun Jumriatun; Agus Salam; Khairuddin Khairuddin
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.338

Abstract

Latar belakang penelitian ini dilakukan adalah melihat bagaimana pentingnya pendidikan karakter di era modern ini, pendidikan karakter menjadi sangat penting, khususnya dalam konteks pendidikan anak usia dini. Kekerasan terhadap anak, yang sering kali disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang nilai-nilai moral dan etika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan pendidikan karakter berdasarkan nilai -nilai agama dalam membentuk sikap anti -kekerasan pada masa kanak -kanak di Kota Bima TK Al Mahasin. Pendidikan karakter berdasarkan nilai-nilai agama dipandang strategis dalam menginternalisasi nilai-nilai moral, seperti kejujuran, kesabaran, dan toleransi, yang merupakan dasar untuk anti-kekerasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengamatan, wawancara, dan dokumentasi untuk mengeksplorasi data yang terkait dengan implementasi program pendidikan. Lokasi penelitian dalam penelitian ini  yaitu di  TK Al- Mahasin berlokasi di jalan Sultan Hassanudin No.4, RT 08/ RW 03, Kel. Paruga, Kec. Rasa Na’e Barat. Kota Bima Nusa Tenggara Barat (NTB). Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru di PAUD Al-Mahasin Kota Bima. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan karakter berdasarkan nilai -nilai agama di taman kanak-kanak Al Mahasin telah berjalan dengan baik melalui kegiatan pembiasaan positif, seperti doa bersama, kisah agama, dan interaksi yang ramah anak. Namun, ada beberapa tantangan, seperti kurangnya keterlibatan orang tua dan pengaruh lingkungan eksternal yang kurang mendukung. Sebagai kesimpulan, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat pendidikan karakter berdasarkan nilai -nilai agama untuk membentuk generasi dengan karakter anti -kekerasan sejak usia dini. Rekomendasi untuk penelitian ini adalah untuk mengintegrasikan kurikulum pendidikan karakter, pelatihan bagi pendidik, kolaborasi dengan orang tua, penerapan metode pembelajaran aktif, monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Kontribusinya yaitu terhadap pengembangan teori pendidikan karakter, model pendidikan berbasis nilai, serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan anti kekerasan. Sedangkan implikasinya yaitu dampak positif pada perkembangan anak, pengurangan kasus kekerasan di sekolah serta peningkatan kualitas pendidikan.