Sulistyowati Sulistyowati
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

TEKNOLOGI STERILISASI OZON DAN MESIN PENDINGIN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN EKONOMI MARITIM MASYARAKAT NELAYAN KAMPUNG MANDAR BANYUWANGI JAWA TIMUR Budanis Dwi Meilani; Sulistyowati Sulistyowati; Isa Albanna
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Mandar adalah kelurahan berlokasi di tepi Pantai Boom, Kota Banyuwangi. Aktivitas nelayan pada umumnya menitikberatkan pada kegiatan mencari ikan, menampung, penjualan langsung pada pasar lokal dan distribusi luar kota. Jumlah tangkapan yang tidak menentu, dampak cuaca tropis dan permainan tengkulak, merupakan faktor tidak stabilnya perekonomian di Kampung Mandar. Melalui program KKN-PPM yang telah dilakukan oleh kampus ITATS dan bekerja sama dengan Kelompok Nelayan Kampung Mandar “Club pondok Layar”, bertujuan untuk melakukan inovasi bidang pengelolahan hasil laut dengan memanfaatkan teknologi unggulan. Wujud implementasi teknologi adalah sterilisasi-mesin pendingin, desain kemasan produk, pemasaran online dan pelatihan Microsoft Office. Kegiatan KKN-PPM dilakukan dengan dua metode, yaitu pengajaran-ilmiah dan implementasi teknik. Setelah pelaksanaaan KKN-PPM masyarakat nelayan mempunyai ketrampilan mengenai instalasi teknologi (Sistem pendingin dan sterilisasi berbasis ozon), pemasaran online, membuat desain kemasan dan ketrampilan pengolahan data. Disamping itu dengan adanya Web profil Mandar dan pemasaran produk Mandar memudahkan untuk mempromosikan Kampung Mandar dalam segi pariwisata dan pemasaran produk unggulan Kampung Mandar.
Pengembangan Aplikasi Game Pembelajaran Matematika “Momon Math Run” Berbasis Desktop Menggunakan Model Waterfall Andy Rachman; Bagus Eko Prasetyo; Rachman Arief; M. Anandi Ferdiansyah; Sulistyowati Sulistyowati
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game merupakan perangkat pembantu yang dapat digunakan sebagai media bermain dan media belajar. Pengguna game saat ini mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Kompetisi game saat ini mulai dikumandangkan dibanyak kota di Indonesia, mulai dari kota Jakarta, Bandung, Surabaya, bahkan sampai Semarang. Di kota besar, game dibuat oleh pengembang game yang sudah dikenal masyarakat, mulai dari toge, solite, own games, touchten games, digital happiness, maupun anoman studios. Untuk membuat game diperlukan suatu teknik atau model pengembangan perangkat lunak. Model pengembangan perangkat lunak digunakan untuk memastikan langkah-langkah dalam pembuatan program tidak keluar dari jalur yang ada dan perangkat lunak dapat dikerjakan secara sistematis dan terstruktur. Model pengembangan perangkat lunak yang ada saat ini antara lain waterfall, spiral, incremental, v-shape, extreme programming, scrum, kanban, lean software development, crystal, dynamic system development method, dan feature driven development. Mata pelajaran Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menjadi momok bagi masyarakat Indonesia sampai saat ini. Masih banyak siswa yang mendapatkan nilai rendah saat berhubungan dengan mata pelajaran ini. Untuk mengatasi momok masyarakat ini peneliti mengembangkan aplikasi pembelajaran berbasiskan game edukasi. Aplikasi yang peneliti bangun menggunakan model waterfall. Model ini merupakan model paling sederhana dan masih dipercaya pengembang aplikasi dalam menyelesaikan program yang dibuatnya.
Kegiatan ABDIMAS Jurusan Sistem Informasi ITATS pada Era Pandemi COVID-19 bagi Warga RT.2 RW.3 Asem Payung Kecamatan Sukolilo Surabaya Shah Khadafi; Sulistyowati Sulistyowati; Adib Pakarbudi; Anwar Sodik
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masa pandemi virus Covid-19 yang melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia mengakibatkan banyak kegiatan-kegiatan yang digunakan untuk merealisasikan pencegahan virus ini. Kota Surabaya juga mengalami masa pandemi virus ini, akibatnya banyak warga yang terkena virus Covid-19. Tercatat data yang didapatkan dari Pemerintah Kota Suabaya bahwa semenjak Agustus 2020 bahwa terdapat 306 orang dengan status ODP (orang dalam pantauan), 1.868 orang dengan status PDP (pasien dalam pantauan), dan sebanyak 2.596 orang dalam perawatan. Himbauan dari Pemerintah Indonesia melalui Inpres Nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, dan juga dari himbauan Pimpinan Perguruan Tinggi kampus ITATS, maka penulis dari jurusan Sistem Informasi mengadakan kegiatan ABDIMAS (pengabdian kepada masyarakat). Lokasi kegiatan ini yaitu perkampungan RT.2 RW.3 Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo. Informasi dari Bapak Ketua RT setempat, bahwa terdapat lima warganya yang kedapatan positif virus Corona dengan status PDP dan pemberian status Physical Distancing dari Polsek Sukolilo setempat. Berdasarkan daripada permasalahan tersebut, penulis berupaya membeikan bantuan melalui pemberian media informasi pencegahan Covid-19 dan juga dukungan untuk menerapkan protokol kesehatan guna menerapkan kebersihan untuk menghambat penyebaran Covid-19 pada kampung tersebut.
Implementasi Metode Item-Based Collaborative Filtering untuk Rekomendasi Buku Sastra Muhammad Ainul Rozi; Anggi Yhurinda Perdana Putri; Sulistyowati Sulistyowati; Resa Uttungga
Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika (SNESTIK) 2022: SNESTIK II
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.599 KB) | DOI: 10.31284/p.snestik.2022.2877

Abstract

Buku merupakan hasil karya yang ditulis atau dicetak dengan halaman-halaman yang dijilid, pada satu sisi atau hasil karya ditujukan untuk sebuah penerbitan, buku dianggap berhasil jika buku tersebut dapat menggugah minat dari khalayak umum (sasaran) dalam memahami isi dari buku tersebut dan buku sastra merupakan buku yang memuat sebuah inspirasi dari keindahan. Sastra adalah semua buku yang berisi perasaan kemanusiaan kebenaran yang benar dan bermoral kesucian. dengan sentuhan, luas pandang dan bentuk yang mempesona. Dengan sangat pesatnya era digital di masa sekarang terdapat beberapa sistem yang dapat mendukung keputusan diantaranya adala sistem rekomendasi. Sistem rekomendasi dapat membantu para pembaca buku dalam menentukan buku sastra yang akan dibaca, permasalahan tersebut dapat terjawab dengan menggunakan sistem rekomendasi menggunakan metode item-based collaborative filtering. Sistem rekomendasi dengan pendekatan item-based collaborative filtering ini mempunyai user (pengguna sistem) sebanyak 70 dan terdapat buku sastra sebanyak 35 buku, dengan melakukan proses kemiripan beberapa buku sastra yang ada pada metode lalu sistem dapat melanjutkan ke tahap proses pencarian prediksi dan nilai prediksi tertinggi yang akan mendapatkan rekomendasi buku sastra. Dari user dan buku sastra yang ada maka dilakukan pengujian (MAE) untuk menentukan besarnya error sehingga diperoleh nilai pengujian (MAE) sebesar 0,07.
Sistem Pakar untuk Mendiagnosis Penyakit Mata Berbasis Web dengan Menggunakan Metode Forward Chaining Sulistyowati Sulistyowati; Ridlwan Rabbani Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika (SNESTIK) 2021: SNESTIK I
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.632 KB) | DOI: 10.31284/p.snestik.2021.1837

Abstract

Mata merupakan indra penglihatan yang dapat mendeteksi apa saja yang ada di sekelilingnya dengan seksama. Sebagai indra penglihatan, mata harus tetap terjaga agar tidak terjadi penurunan fungsi mata. Semakin bertambahnya usia seseorang, kemampuan akomodasi mata juga berkurang. Penyebab dari hal tersebut antara lain terlalu lama duduk di depan komputer, membaca buku dengan jarak yang tidak sesuai batas normal kesehatan, atau adanya udara kotor serta radiasi sinar matahari. Hal ini dapat menyebabkan penurunan fungsi mata. Penyakit sakit mata bukan hal yang mudah untuk disembuhkan, gejala-gejala yang timbul perlu diwaspadai sejak dini. Oleh karena itu, perlu adanya pendeteksian jenis penyakit yang dialami dan cara penanggulangannya sebelum penyakit itu semakin parah. Dalam mempermudah pendeteksian penyakit mata, diperlukan sebuah sistem pakar yang dapat mendiagnosis penyakit yang ada pada mata seseorang dari gejala-gejala yang timbul dan memberikan cara penanganan yang tepat. Untuk mendukung hal tersebut, sistem ini menerapkan metode Forward Chaining berbasis web dengan teknik penelusuran Depth First Search. Berdasarkan hasil pengujian sistem metode Forward Chaining yang telah dilakukan sebanyak 30 kali pengujian, diperoleh hasil 28 data uji sesuai dan 2 data uji tidak sesuai. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa metode Forward Chaining dapat digunakan untuk mendiagnosis gejala penyakit pada mata dengan tingkat akurasi sistem sebesar 93,3%.
PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DIABETES MILITUS TIPE 2 Sulistyowati Sulistyowati; Dynda Cendikya Di Putri; Pratama Sandi Alala; Anggi Yhurinda Perdana Putri
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan gula darah merupakan salah satu gangguan metabolisme penyandang penyakit diabetes mellitus tipe 2 yang ditandai dengan kekurangan insulin atau resistensi insulin. Sebagian besar pasien belum mengetahui gejala-gejala yang muncul dari penyakit ini. Sehingga banyak pasien yang datang ke pakar / dokter sudah dalam kondisi penyakit yang sudah parah bahkan sudah menjalar ke syaraf tubuh yang lain. Oleh sebab itu perlu adanya sebuah sistem yang dapat mendiagnosa secara dini  penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2, agar pasien dapat dengan segera menemukan solusi awal untuk menangani penyakit yang dideritanya. Peneliti menggunakan menggunakan metode forward chaining untuk mendiagnosa penyakit diabetes mellitus tipe2. Penalaran dilakukan dengan cara pencocokan data penyakit dan gejala dari para ahli dokter penyakit dalam. Penyakit ini memiliki 32 gejala dan 9 jenis penyakit. Dari hasil uji didapatkan bukti bahwa metode forward chaining mampu mendeteksi penyakit diabetes mellitus dengan akurasi sebesar 87%.
Pemanfaatan Model ISO 9126 Dalam Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak Sistem Pengolahan E-Surat Andy Rachman; Hendra Thesna Prayoga; Sulistyowati Sulistyowati
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer) Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/jurikom.v9i6.5251

Abstract

The development of information technology impacts the use of technology in all fields and the many applications created to support the performance of companies, schools and even MSMEs. Today's very high-end app creation is not accompanied by good-quality support. Good software quality is one of the factors determining a software's success. The software created must be tested for software quality to reduce the loss of software procurement costs, time, and resources. To obtain good software quality, developers must carry out extra activities and a long process by implementing the ISO 9126 model. Six factors are used to determine software quality: functionality, reliability, usability, efficiency, portability, and portability. Keluarahan Sambikerep, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, East Java, has developed an E-Letter application to serve the public in administrative activities. Still, the E-Letter application has not been tested for software quality. Researchers conduct quality testing of E-Letter software to ensure that the application complies with International Standards for software quality. By knowing the quality of the E-Letter software, it will automatically have an impact on the services provided by Kelurahan. Researchers use three factors from ISO 9126: functionality, usability, and efficiency. Researchers used black box testing with the equivalence partitions technique to test the E-Letter software. Researchers conducted 30 black box tests on the E-Letter application feature, namely the Login feature, citizen data submission form, birth certificate submission form, death certificate application form, citizen data report form, birth certificate report form, and death report form. From the ISO 9126 Implementation Process for the E-Letter application, an average rating of 81,667% or rounded up to 82% is obtained, which means that the E-Letter application has outstanding quality
Implementasi Metode Multi-Objective Optimization By Rasio Analysis untuk Seleksi Penerimaan Beasiswa Sulistyowati Sulistyowati; Bayu Fahmi Agustin; Resa Uttungga; Andy Rachman; Nanang Fakhrur Rozi; Pratama Sandi Alala
Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika (SNESTIK) 2023: SNESTIK III
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.snestik.2023.4221

Abstract

Beasiswa sekolah merupakan sebuah program bantuan keuangan yang diberikan oleh pihak sekolah kepada siswa sekolah untuk meringankan beban finansial siswa dalam menempuh pendidikan. Dengan pemberian beasiswa ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa agar memperoleh prestasi terbaik. Untuk membantu pihak sekolah dalam menyeleksi dan memilih siswa yang berhak mendapatkan beasiswa, maka diperlukan sebuah sistem yang dapat merekomendasikan calon penerima beasiswa secara tepat. Sistem seleksi yang dibangun menggunakan metode MOORA (Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis). Metode Keriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah urutan prestasi siswa, nilai presensi kehadiran siswa, nilai rata-rata raport, keaktifan siswa dalam organisasi atau ekstrakurikuler, dan kemampuan siswa dalam menghafal ayat-ayat Al-qur’an. Pengujian sistem dilakukan dengan melakukan perbandingan antara hasil penentuan calon penerima beasiswa secara manual yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan hasil penentuan calon beasiswa menggunakan sistem. Uji coba dilakukan sebanyak 60 kali dengan data 180 siswa. Dari uji coba sistem tersebut, diperoleh 50 data uji yang sesuai dan 10 data uji tidak sesuai. Sehingga diperoleh presentase akurasi sistem sebesar 83,3%, yang berarti sistem telah berjalan dengan baik dan benar.
RANCANG BANGUN GAME PETUALANGAN “SI TIKA“ BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN MODEL INCREMENTAL Abdul Kholiq Al Anam; Andy Rachman; Sulistyowati Sulistyowati; Nanang Fakhrur Rozi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Elektro, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika (SNESTIK) 2023: SNESTIK III
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.snestik.2023.3997

Abstract

Sehubungan dengan anjuran pemerintah untuk melakukan pembelajaran daring, maka penggunaan ponsel sebagai sarana pembelajaran saat ini sudah tidak dapat dihindari lagi. Pembelajaran online diharapkan siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh selama pandemi ini. Namun, seiring berjalannya waktu, mahasiswa yang bosan memahami hak dan kewajiban materinya memilih untuk bermain game daripada belajar atau membaca materi kuliahnya. Berdasarkan permasalahan di atas, maka peneliti membuat alat peraga yang dapat digunakan oleh siswa, khususnya berupa permainan edukatif, untuk meningkatkan pembelajaran tentang hak dan kewajiban siswa. Fase persyaratan, desain, pengkodean, pengujian, dan implementasi digunakan dalam model inkremental untuk pengembangan game. Persyaratan adalah tahap penentuan masalah yang akan dipecahkan, desain adalah tahap penentuan desain game, pengembangan adalah tahap pengembangan game menggunakan mesin game, pengujian adalah tahap di mana game diuji setelah dibuat, dan implementasi adalah tahap di mana game diberikan kepada pengguna. Aplikasi yang dibuat oleh peneliti telah dievaluasi oleh 30 siswa dan 2 guru berdasarkan ISO 9126 Usability Factor, dengan nilai Sub Factor Understanding sebesar 86 persen, Learnability sebesar 86 persen, Operability sebesar 85 persen, Attractiveness sebesar 88 persen, dan Kepatuhan Kegunaan menjadi 90 persen. Nilai rata-rata total sebesar 87 persen, menunjukkan bahwa aplikasi tersebut sangat membantu untuk membantu siswa belajar pengenalan hak dan kewajiban
Implementasi Model Incremental Pada Pengembangan Aplikasi Pengenalan Rempah-Rempah Berbasis Game Andy Rachman; Yanuar Efendi; Hendro Nugroho; Sulistyowati Sulistyowati; Pratama Sandi Alala; Nanang Fakhrur Rozi
INTEGER: Journal of Information Technology Vol 8, No 1: Maret 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.integer.2023.v8i1.3762

Abstract

Currently, technology is the most important part of human life, especially for the people of Indonesia. Its existence is very helpful in resolving any existing shortcomings. The fields of energy that utilize Information and Communication Technology include business and services, government, tourism, and education. The use of technology in education can be seen in the current state of education in Indonesia, starting from the use of the internet, the development of online learning applications, the availability of digital books, and the development of game-based educational media. Researchers develop game-based learning applications in introducing spices in Indonesia. The focus of the users in this study were elementary school students in Grade 6. The researcher applied an incremental model in developing an educational game application for the introduction of spices. The Students at Gempolkerep State Elementary School, Ngudikidul Village, Gedek District, Mojokerto, East Java, have implemented an Educational game application. The application has also been assessed by 44 respondents consisting of 34 elementary school students and ten application development expert teams. Respondents must answer twelve questions to evaluate the usefulness of educational game applications. Assessment of application usability uses a Likert Scale based on the Usability Factor of ISO 9126-3. The effectiveness of the application developed by the researcher for Gempolkerep State Elementary School students is 83% and gets an assessment from the expert team of 77%.