Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ecoducation

Penilaian Kuantitatif Dampak Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Efektivitas Manajemen Risiko: Peran Moderasi Dukungan SDM: Quantitative Assessment of the Impact of Information Technology in Improving Risk Management Effectiveness: The Moderating Role of HR Support Maitri, Wayan Sri; Putra P, Komang Widhya Sedana; Jelantik, I Gusti Ayu Agung Istri Dinda Larasshanti
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 7 No. 3 (2025): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v7i3.2451

Abstract

Di era digital saat ini, organisasi menghadapi ketidakpastian yang meningkat dan risiko yang kompleks yang mengancam keberlanjutan mereka. Manajemen risiko yang efektif menjadi kebutuhan krusial bagi ketahanan organisasi, namun banyak organisasi kesulitan mengoptimalkan proses risiko meskipun telah mengimplementasikan teknologi canggih. Penelitian sebelumnya menekankan pentingnya teknologi dalam manajemen risiko, tetapi sebagian besar mengabaikan peran moderasi dukungan sumber daya manusia (SDM), sehingga termampu gap penelitian yang membatasi panduan praktis untuk meningkatkan efektivitas manajemen risiko. Penelitian ini mengisi gap tersebut dengan mengkaji dampak Teknologi Informasi berkenaan efektivitas manajemen risiko, dengan dukungan SDM sebagai variabel moderasi. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui survei keketika karyawan yang terlibat dalam manajemen risiko, teknologi informasi, dan fungsi SDM ketika organisasi yang memiliki legalitas usaha. Data dianalisis memakai Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan langsung dan moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi berdampak positif dan signifikan berkenaan efektivitas manajemen risiko, sedangkan dukungan SDM memperkuat hubungan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi saja tidak cukup; kemampuan, komitmen, dan keterlibatan SDM menjadi kunci untuk mencapai manajemen risiko yang optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan Resource-Based View (RBV) dan Socio-Technical Systems (STS) Theory) untuk menjelaskan interaksi antara teknologi dan faktor manusia dalam manajemen risiko.
Pengaruh Psychological Safety Terhadap Risk Reporting Behavior Dengan Budaya Manajemen Risiko Sebagai Variabel Moderasi: The Influence of Psychological Safety on Risk Reporting Behavior with Risk Management Culture as a Moderating Variable Wayan Sri Maitri; Komang Widhya Sedana Putra P
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 8 No. 1 (2026): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v8i1.3025

Abstract

Pelaporan risiko yang efektif merupakan elemen penting bagi keberlanjutan organisasi, tata kelola yang baik, dan stabilitas jangka panjang, khususnya dalam lingkungan yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Kesediaan karyawan untuk mengungkapkan potensi ancaman sejak dini menentukan apakah organisasi mampu mencegah krisis atau hanya merespons setelah kerugian terjadi. Namun, sebagian besar literatur masih berfokus pada sistem manajemen risiko formal dan struktur kepatuhan, dengan perhatian terbatas pada faktor psikologis dan budaya yang memengaruhi keputusan pelaporan. Ketidakseimbangan ini mengurangi efektivitas kerangka kerja manajemen risiko, karena prosedur semata tidak otomatis mendorong komunikasi yang terbuka. Penelitian ini mengajukan kerangka moderasi yang mengaitkan psychological safety dengan risk reporting behavior, dengan budaya manajemen risiko sebagai faktor penguat. Survei kuantitatif terhadap 200 karyawan dari unit risiko, TI, dan SDM dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil menunjukkan bahwa psychological safety berpengaruh positif terhadap perilaku pelaporan, sementara budaya risiko yang kuat memperkuat hubungan tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya menyelaraskan kondisi psikologis individu dengan nilai organisasi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal, memasukkan variabel kepemimpinan, dan memperluas cakupan lintas industri.