Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Keberdayaan Wanita Penghasil Produk Kopi Melalui Kelembagaan Kwt Mekar Sari di Desa Tulungrejo Ngantang Malang Jawa Timur Rokhani; Novikarumsari, Nurul Dwi; Sofia; M.Rondhi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6073

Abstract

The Mekar Sari Women Farmers Group (KWT) was formed in 2018 with 15 members, with a productive economic business processing Robusta coffee into ground coffee, because coffee is one of the products produced by farmers in Tulungrejo Village, Ngantang District, Malang Regency. However, this KWT institution still needs strengthening with indications that only a few members are active. In addition, processed coffee products have not been managed seriously, production is only limited to meeting local level customer demands. Seeing this condition, the lecturers' scheme of service in the village of origin is concerned with strengthening KWT institutions and processed coffee products, especially in terms of packaging and marketing, by utilizing digital platforms (social media). Institutional strengthening of KWT is important as an effort to sustain the KWT business, especially from an economic standpoint to increase the income of women in Tulungrejo Village. The sustainability of this business is strongly supported by strong social capital, meaning that there is a close relationship between social capital and business continuity (Handayani, 2007). This institutional strengthening is carried out with lectures, informal discussions by inviting speakers from KWT who are more advanced as a source of inspiration for KWT Mekar Sari. Meanwhile, interventions from the marketing side were carried out to expand the market for Robusta coffee products by utilizing social media networks. Intervention in the form of packaging is carried out as an attraction for consumers, considering that so far packaging is still very simple
PENDAPATAN DAN FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETERNAK AYAM BROILER POLA KEMITRAAN DI KABUPATEN JEMBER Pratama, Akbar Yoga; M.Rondhi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayam broiler merupakan hewan ternak yang termasuk kedalam keluarga unggas yang banyak dimanfaatkan dan dibudidayakan oleh masyarakat karena berbagai kelebihan yang dimiliki seperti memiliki waktu panen yang pendek, harga yang relatif murah dibandingkan dengan daging hewan ternak ruminansia, dan sistem kemitraan yang mendukung untuk memulai peternakan ayam broiler dilakukan. Nilai Tukar Petani Ternak (NTPT) pada tiga tahun terakhir kurang optimal, bahkan peternak mengalami defisit dari nilai NTPT yang didapat dibawah 100. Pendapatan peternak yang tidak optimal menyebabkan banyak peternak yang sebelumnya aktif beternak menjadi memilih untuk tidak melanjutkan usaha ternaknya. Kabupaten Jember yang memiliki potensi terkait produksi ayam broiler terbesar ke-6 di Jawa namun potensi tersebut tidak diikuti dengan laju pertumbuhan produksi daging ayam broiler di Kabupaten Jember yang tergolong rendah, yakni berada di peringkat ke 26 dari 38 daerah di Jawa Timur. Banyak peternak yang tidak lag melanjutkan usaha ternaknya menjadi hal yang menjadi dasar penelitian ini dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Peternak ayam pedaging atau broiler dengan pola kemitraan di Kabupaten Jember mendapat keuntungan sebesar Rp25.850.947 dari jumlah rata-rata populasi ternak yang diusahakan sebanyak 14.354 ekor per periode; (2) seluruh model variabel yang digunakan berpengaruh secara simultan terhadap pendapatan peternak ayam pedaging atau broiler, dan beberapa faktor yang mempengaruhi pendapatan para peternak ayam broiler anataralain variabel harga jual pasar (X2), mortalitas (X3), rasio total biaya dan total tonase (X4), biaya pakan starter (X5), dan total tonase (X6).  Peternak diharapkan dapat meningkatkan proses budidaya untuk mengurangi mortalitas, sehingga total tonase meningkat.