Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI KINERJA MANAJEMEN DAN SADAR LEGALITAS USAHA TERHADAP PEMBERDAYAAN UMKM DESA JENGGAWAH KABUPATEN JEMBER Prabowo, Rachmat Udhi; Soejono, Djoko; Zahrosa, Dimas Bastara; Nugraheni, Dyah Ayu; Sari, Sasmita; Pratama, Akbar Yoga
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i1.2800

Abstract

Masyarakat sesungguhnya sangat menginginkan adanya keamanan pangan yaitu produk pangan yang bergizi dan tidak menimbulkan pada terganggunya kesehatan seseorang. Pada kenyataannya banyak produk pangan yang mengakibatkan masyarakat sakit. Pasalnya, produsen makanan tidak memperdulikan unsur keamanan pangan, namun ada juga pelaku bisnis yang sengaja melakukan kesalahan demi mendapatkan banyak keuntungan. Desa Jenggawah merupakan salah satu wilayah administrasi dari Struktur Pemerintahan Kabupaten Jember. Tujuan dari program pengabdian ini adalah penggalian potensi desa, desa Jenggawah merupakan salah satu daerah yang merupakan sentra dari para pelaku usaha khususnya usaha di bidang pengolahan pangan yang sehat. Hasil dari kegiatan tersebut adalah (1) Hasil yang diperoleh berupa masalah umum dan ide pemecahan masalah yang terdiri dari keinginan mayoritas pelaku usaha di Desa Jenggawah yang berkepentingan dengan diberlakukannya usaha yang sedang berlangsung (2) Meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan pelaku usaha yang selama ini menjadi masalah umum khususnya kegiatan penjualan produk. Selanjutnya didapatkan rekomendasi di dalam memberikan solusi yang terdiri dari sosialisasi, penyuluhan dan pendampingan teknis dalam pentingnya pelaksanaan perijinan SPP-IRT dan optimalisasi manajemen usaha melalui proses manajemen keuangan digital.
PENDAPATAN DAN FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETERNAK AYAM BROILER POLA KEMITRAAN DI KABUPATEN JEMBER Pratama, Akbar Yoga; M.Rondhi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayam broiler merupakan hewan ternak yang termasuk kedalam keluarga unggas yang banyak dimanfaatkan dan dibudidayakan oleh masyarakat karena berbagai kelebihan yang dimiliki seperti memiliki waktu panen yang pendek, harga yang relatif murah dibandingkan dengan daging hewan ternak ruminansia, dan sistem kemitraan yang mendukung untuk memulai peternakan ayam broiler dilakukan. Nilai Tukar Petani Ternak (NTPT) pada tiga tahun terakhir kurang optimal, bahkan peternak mengalami defisit dari nilai NTPT yang didapat dibawah 100. Pendapatan peternak yang tidak optimal menyebabkan banyak peternak yang sebelumnya aktif beternak menjadi memilih untuk tidak melanjutkan usaha ternaknya. Kabupaten Jember yang memiliki potensi terkait produksi ayam broiler terbesar ke-6 di Jawa namun potensi tersebut tidak diikuti dengan laju pertumbuhan produksi daging ayam broiler di Kabupaten Jember yang tergolong rendah, yakni berada di peringkat ke 26 dari 38 daerah di Jawa Timur. Banyak peternak yang tidak lag melanjutkan usaha ternaknya menjadi hal yang menjadi dasar penelitian ini dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Peternak ayam pedaging atau broiler dengan pola kemitraan di Kabupaten Jember mendapat keuntungan sebesar Rp25.850.947 dari jumlah rata-rata populasi ternak yang diusahakan sebanyak 14.354 ekor per periode; (2) seluruh model variabel yang digunakan berpengaruh secara simultan terhadap pendapatan peternak ayam pedaging atau broiler, dan beberapa faktor yang mempengaruhi pendapatan para peternak ayam broiler anataralain variabel harga jual pasar (X2), mortalitas (X3), rasio total biaya dan total tonase (X4), biaya pakan starter (X5), dan total tonase (X6).  Peternak diharapkan dapat meningkatkan proses budidaya untuk mengurangi mortalitas, sehingga total tonase meningkat.