Recky Ahmad Haffyandi
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Flexibility Level of Elderly Community Participating in Gymnastics in Banjarbaru City Badali akbar; Mita Erliana; Recky Ahmad Haffyandi
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v14i1.22818

Abstract

The purpose of this study was to determine the level of flexibility of the elderly community who participated in gymnastics in the city of Banjarbaru. This study used a quantitative descriptive method with a chair sit and reach test.ui measurement test of the flexibility of the elderly in the city of Banjarbaru. The population was 30 people and the sample was 16 elderly people with a sampling technique using purposive sampling (willingness to be a research sample and age limits). The results of the study showed that the level of flexibility of the elderly community who participated in gymnastics in the city of Banjarbaru was in the very good category (25%), in the good category (12.5%), in the sufficient category (6.25%), in the less category (6.25%), in the very less category (50%). The conclusion of the results of the study showed that the level of flexibility of the elderly community who participated in gymnastics in the city of Banjarbaru was in the very less category.
Effects of Stability Ball Training on Flexibility in Adolescents: A School-Based Intervention Study Risky Amelia; Mita Erliana; M. Mulhim; Recky Ahmad Haffyandi
Jurnal Master Penjas & Olahraga Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Master Penjas & Olahraga (JMPO)
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/jmpo.v7i1.216

Abstract

This study aims to determine the effect of gym ball training on improving the bridge ability of students at SMPN 3 Gambut. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental method using a one-group pretest and posttest design. The study sample consisted of 24 eighth-grade A students selected using purposive sampling. Data were collected through bridge ability tests administered before and after the treatment. The data were then analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed that the mean pretest score of 49.79 increased to 66.88 on the posttest, representing an increase of 17.09 points. The Wilcoxon Signed-Rank Test showed a significance value of 0.000 < 0.05. Therefore, it can be concluded that gym ball training has a significant effect on improving the bridge ability of students at SMPN 3 Gambut.
PROFIL TINGKAT KECEMASAN ATLET ATLETIK KALIMANTAN SELATAN DALAM MENGHADAPI POMNAS XVIII 2023 KALIMANTAN SELATAN Recky Ahmad Haffyandi; Ma&#039;ruful Kahri; Akhmad Amirudin
Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 7 No 2 (2024): Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/rjpo.v7i2.13682

Abstract

Kegiatan olahraga khususnya atletik mempunyai banyak aspek dan faktor yang menunjang prestasi atlet baik secara fisik, teknik, dan psikis. Namun, saat ini banyak atlet atletik yang mengalami overthinking baik saat latihan, pra-kompetisi, dan saat kompetisi sehingga muncul sebuah kecemasan (anxiety) yang tentunya dapat mempengaruhi performa atlet tersebut. Kecemasan merupakan respon tubuh terhadap situasi tertentu, antara lain kelelahan, ketegangan, mudah tersinggung, ketegangan otot, panik, dan ketakutan yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan atlet atletik Kalimantan Selatan dalam menghadapi pertandingan POMNAS XVIII. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan metode yang digunakan adalah survei. Sampel pada penelitian ini adalah 21 orang atlet sampling yang digunakan total sampling. Instumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah angket Sport Competition Anxiety Test (SCAT). Dengan pengambilan data yaitu menyebarkan angket melalui google form. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 5 (25%) atlet atletik yang memiliki tingkat kecemasan rendah. 11 atlet (55%) memiliki tingkat kecemasan rata – rata dan 5 (25%) atlet dengan kecemasan tinggi. Dan mayoritas atlet atletik tim POMNAS XVIII Kalimantan Selatan memiliki tingkat kecemasan sedang. Sehingga perlunya latihan mental dalam upaya mengurangi tingkat kecemasan atlet dalam menghadapi pertandingan
PENINGKATAN GERAK MELOMPAT DAN MELONCAT MELALUI METODE PERMAINAN UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Delisa Astuti; Perdinanto; Muhammad Mulhim; Recky Ahmad Haffyandi
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.7066

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan gerak dasar melompat dan meloncat siswa sekolah dasar, khususnya pada aspek tolakan, sikap melayang, pendaratan, dan koordinasi gerak. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi pembelajaran PJOK yang lebih aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan gerak dasar melompat dan meloncat siswa kelas III SDN 1 Guntung Manggis melalui penerapan metode permainan Jump and Round Elephant. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 28 siswa kelas IIIA yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Perlakuan dilaksanakan selama enam pertemuan, sedangkan data dikumpulkan melalui tes keterampilan, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penilaian menggunakan rubrik keterampilan gerak dasar yang mencakup indikator tolakan, sikap melayang, pendaratan, dan koordinasi gerak. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon Signed Ranks Test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai meningkat dari 61,11 pada pretest menjadi 73,04 pada posttest. Uji Wilcoxon memperoleh nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,283 termasuk kategori rendah. Pembelajaran berbasis permainan juga membantu siswa lebih berani, aktif, dan terlibat dalam latihan gerak secara berulang selama proses pembelajaran PJOK. Kesimpulannya, metode permainan Jump and Round Elephant dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar melompat dan meloncat, meskipun peningkatannya masih rendah.
Implementasi Pendidikan Jasmani Inklusif Siswa Berkebutuhan Khusus di SMP Negeri 13 Banjarbaru Wayan Nandika; Rahmadi; Recky Ahmad Haffyandi; Norma Anggara
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i3.966

Abstract

Akses pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi merupakan hak bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus (ABK). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan implementasi pembelajaran jasmani inklusif dan penerapan pendidikan jasmani adaptif di SMP Negeri 13 Banjarbaru. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari informan kunci (purposive sampling) lalu dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pendidikan jasmani inklusif berada pada kategori sangat sesuai dengan persentase akumulatif 80,83%. Secara spesifik, indikator metode mengajar meraih persentase tertinggi sebesar 84,83% (sangat sesuai), diikuti aspek evaluasi (83,45%), adaptasi materi (82,59%), dan penerapan pembelajaran (79,31%), sedangkan indikator kendala menjadi yang terendah dengan 73,97% (sesuai) akibat keterbatasan sarana prasarana serta minimnya guru pendamping. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum olahraga inklusif di sekolah tersebut telah berjalan sangat baik dalam mendorong partisipasi sosial ABK. Penelitian lanjutan disarankan untuk melakukan riset eksperimen pengembangan alat bantu olahraga lokal, studi komparatif wilayah, serta eksplorasi metode mengajar spesifik berdasarkan jenis disabilitas siswa.