Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Investment Knowledge in the Young Generation: A Theory of Reasoned Action Perspective Rizka Aisyah Nurjannah; Firmansyah; Alfira
Fundamental and Applied Management Journal Vol. 2 No. 2 (2024): December
Publisher : Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/famj.v2i2.2250

Abstract

This study aims to explore the investment knowledge of students from the Faculty of Economics and Business at Universitas Negeri Makassar using the Theory of Reasoned Action framework. Basic investment knowledge is crucial for prospective investors to avoid irrational investment practices, such as gambling, following trends without analysis, falling victim to fraud, and facing significant financial losses. Adequate knowledge, experience, and business instincts are essential for analyzing which assets to invest in within the capital market. Understanding the correct methods of investing is vital to minimize the risk of losses, particularly in stock market investments. While the growth of investors in Indonesia's capital market is promising, the overall interest in investing remains relatively low compared to other countries. This study underscores the importance of enhancing investment education to better prepare young investors. By increasing their financial literacy and decision-making capabilities, we can help foster a more robust investment culture and contribute to the financial well-being of the young generation.
Analisis Hukum Atas Standar Harga Satuan dan Analisis Standar Belanja Pemerintah Daerah: Implikasi terhadap Efisiensi, Transparansi, dan Potensi Sengketa Pengadaan di Kota Makassar Irfan Syafar; Firmansyah
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.5668

Abstract

This study examines the tendencies of the Unit Price Standard (SHS) and the Spending Standard Analysis (ASB), which are still positioned as budgetary administrative instruments. The method used is normative legal research with legislative, conceptual, and case approaches, based on various regulations on state finance, regional government, goods/services procurement, as well as the provisions of SHS and ASB in Makassar City. The data analysis technique is conducted prescriptively. The findings indicate that SHS and ASB perform dual functions: as instruments for budget planning and simultaneously as instruments of administrative law intended to prevent wasteful spending, mark-ups, and specification deviations. In the context of Makassar, the existence of Makassar Mayor Regulation Number 38 of 2024, Makassar Mayor Decree Number 1537 of 2025, and Makassar Mayor Regulation Number 22 of 2025 demonstrates the institutionalization of regulatory arrangements. Nevertheless, several issues remain, including regulatory fragmentation, limited methodological transparency, and the potential disharmony between regional price standards, market dynamics, and digital procurement instruments. This article proposes a normative strengthening model through the establishment of documented methodologies for determining SHS and ASB, integration with e-catalogues and market surveys, periodic updates, minimum data disclosure requirements, and measurable deviation mechanisms to reduce procurement disputes at the regional level
Penguatan Pembelajaran Nilai-Nilai Kebhinnekaan Bagi Guru PKn SMP dan SMA melalui Sosialisasi Kurikulum Sekolah Damai di Kota Pare-Pare Sulawesi Selatan Hadyan Hashfi MS; Mustari; Firmansyah; Irfan Syafar; Yunasri Ridho
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/lajpm.v3i1.314

Abstract

Kebhinekaan merupakan nilai fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Namun, tantangan intoleransi, diskriminasi, dan radikalisme yang berkembang dalam masyarakat menuntut adanya penguatan pendidikan nilai-nilai kebhinekaan sejak dini, khususnya melalui jalur pendidikan formal. Artikel ini memaparkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP dan SMA di Kota Parepare dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis nilai kebhinekaan melalui pendekatan Kurikulum Sekolah Damai. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi pembelajaran, serta pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep kebhinekaan dalam berbagai skala, baik personal, sekolah, nasional, maupun global. Selain itu, kegiatan ini juga mampu membangun kesadaran reflektif guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai toleransi, anti-diskriminasi, dan perdamaian dalam pembelajaran PKn. Simulasi data pre-post-test memperlihatkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta setelah pelatihan. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan dalam penguatan kapasitas guru agar mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah.
Pelatihan Praktis Penyusunan Kontrak Bisnis Berbasis Kasus bagi Mahasiswa Hukum Bisnis Universitas Negeri Makassar Firmansyah; Kurnia Ali Syarif; Irfan Syafar; Hadyan Hashfi MS; Muhtar
LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : PT. Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan penyusunan kontrak bisnis merupakan kompetensi esensial bagi mahasiswa hukum bisnis, namun dalam praktiknya masih ditemukan kesenjangan antara pemahaman teoritis dan kemampuan aplikatif pada mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam merancang kontrak bisnis melalui pendekatan berbasis kasus. Metode yang digunakan meliputi pelatihan interaktif, studi kasus faktual, diskusi kelompok, serta praktik langsung (legal drafting) dengan pendampingan fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman struktur kontrak, kemampuan merumuskan klausul yang jelas dan komprehensif, serta kecakapan dalam mengidentifikasi potensi risiko hukum dalam suatu perjanjian bisnis. Selain itu, mahasiswa mampu menyusun draft kontrak bisnis sederhana secara mandiri dan lebih percaya diri dalam menerapkan prinsip-prinsip hukum perjanjian dalam konteks praktis. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan literasi hukum kontrak serta respon positif terhadap metode pelatihan berbasis kasus karena dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam pembelajaran perancangan kontrak bisnis.
Fenomena Trial By Social Media Terhadap Eksistensi Asas Praduga Tak Bersalah dalam Sistem Peradilan Modern Firmansyah; Kurnia Ali Syarif; Irfan Syafar
Indonesian Journal of Civic and Law Studies (IJCL) Vol. 2 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Sains Global Indonesia (SGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena trial by social media menjadi isu penting dalam sistem peradilan modern karena berpotensi menggeser prinsip fundamental, khususnya asas praduga tak bersalah, melalui pembentukan opini publik yang prematur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fenomena tersebut terhadap eksistensi asas praduga tak bersalah serta mengkaji upaya hakim dalam merespon fenomena tersebut di tengah perkembangan media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, menggunakan bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trial by social media berdampak signifikan terhadap persepsi publik dan berpotensi memengaruhi independensi peradilan, meskipun secara normatif tidak memiliki kekuatan pembuktian. Dalam praktiknya, hakim tetap dituntut menjaga asas praduga tak bersalah, namun dalam batas tertentu dapat mempertimbangkan opini publik yang berkembang di media sosial secara selektif dan terverifikasi sebagai bagian dari penguatan keyakinan hakim. Kesimpulannya, diperlukan keseimbangan antara keterbukaan dinamika digital dan konsistensi terhadap prinsip hukum agar integritas sistem peradilan tetap terjaga di era digital.
Pembekalan Karakter Profesi Hukum Bagi Mahasiswa Untuk Meningkatkan Integritas, Dan Orientasi Pada Penegakan Hukum Yang Berkeadilan Kurnia Ali Syarif; Firmansyah; Andika Wahyudi Gani
Pijar Nusantara Vol 1 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Pijar Nusantara : Maret (2026)
Publisher : Arunika Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pembekalan kepada mahasiswa mengenai pentingnya pembentukan karakter profesi hukum yang jujur, berintegritas, dan berorientasi pada penegakan hukum yang berkeadilan. Sebagai calon insan hukum, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan pemahaman hukum secara normatif, tetapi juga dengan nilai moral, etika, tanggung jawab, dan komitmen terhadap keadilan. Kegiatan ini dilaksanakan di Makassah City Hub pada 28 April 2026, pukul 09.00 WITA hingga selesai, dengan jumlah peserta sebanyak 80 mahasiswa. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan refleksi mengenai nilai-nilai etika profesi hukum. Materi mencakup kejujuran, integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa secara signifikan, yang dibuktikan melalui pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 65 menjadi 85. Selain itu, partisipasi aktif dalam diskusi dan refleksi menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengidentifikasi contoh nyata penerapan etika profesi hukum dalam kehidupan sehari-hari. Indikator keberhasilan kegiatan yang dapat diukur secara objektif meliputi: (1) peningkatan skor post-test ≥ 20% dibandingkan pre-test; (2) minimal 75% mahasiswa menunjukkan kemampuan mengidentifikasi prinsip etika hukum dalam studi kasus; dan (3) tingkat partisipasi ≥ 80% dalam sesi diskusi interaktif. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membentuk kesadaran mahasiswa sebagai calon penegak hukum yang jujur, berintegritas, dan berkomitmen terhadap penegakan hukum yang berkeadilan.
Membangun Kesadaran Hukum Dan Kesetaraan Sosial Melalui Pendekatan Sosiologi Hukum: Studi Penghapusan Status Sayyed Di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar Kurnia Ali Syarif; Firmansyah
Pijar Nusantara Vol 1 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Pijar Nusantara : November (2025)
Publisher : Arunika Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun budaya hukum egalitarian di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar, melalui pendekatan sosiologi hukum terhadap fenomena sosial “status Sayyed”. Status Sayyed di masyarakat Cikoang merupakan simbol keturunan Nabi Muhammad SAW yang selama berabad-abad menempati posisi sosial khusus. Namun, dalam konteks hukum modern dan nilai keadilan sosial, status tersebut menimbulkan sekat sosial dan diskriminasi kultural. Melalui penyuluhan hukum partisipatif, diskusi kelompok terarah (FGD), dan pendekatan sosio-kultural, tim pelaksana memberikan pemahaman mengenai prinsip kesetaraan di hadapan hukum dan nilai kemanusiaan universal. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya persamaan hak serta penerimaan kolektif terhadap penghapusan status sosial berbasis garis keturunan. Kegiatan ini menjadi model transformasi budaya hukum masyarakat berbasis nilai keadilan dan kebangsaan.