Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relevance of Multicultural Islamic Religious Education with the Culture of Siangga, Sikamali and Siangkaran: Ethnographic Study in Tana Toraja Abdul Muthalib; Muhammad Tang; Abdul Azis
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v5i3.271

Abstract

This study examines the relevance of multicultural Islamic Religious Education values within the local cultures of Siangga, Sikamali, and Siangkaran in Tana Toraja. It focuses on three key questions: the conceptualization of Islamic education values in these local traditions, the process of integrating multicultural Islamic values through them, and the outcomes of this integration in social life. The research employs a descriptive qualitative method with an ethnographic approach to obtain in-depth and credible data. Data were collected through observation, structured and semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using data condensation, data display, and conclusion drawing as proposed by Miles, Huberman, and Saldana. The findings indicate that Siangga, Sikamali, and Siangkaran serve as essential cultural foundations for building social harmony, solidarity, and moral character. Siangga promotes mutual cooperation and togetherness, Sikamali emphasizes empathy, politeness, and collective moral awareness, while Siangkaran highlights sincerity and selfless social concern. These values strongly align with Islamic principles such as ukhuwah (brotherhood), ta’awun (mutual assistance), rahmah (compassion), haya’ (moral modesty), and ikhlas (sincerity). Their integration into contextual and collaborative Islamic education reinforces tolerance, respect for diversity, and multicultural awareness.
Teologi Pembebasan Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam (Telaah Pemikiran Hassan Hanafi) Adi Haryanto; Abdul Azis; Samsudin
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman teologi yang kaku akan melahirkan sikap intoleransi, eksklusif, diskriminatif dan sekuler dalam kehidupan umat islam. Sikap demikian akan mempengaruhi segala aspek kehidupan umat islam, terutama pendidikan islam akan mengalami degradasi dari segi sistem dan kebijakan, sehingga menghasilkan generasi yang kaku dalam pemahaman agama. Untuk itu, umat islam perlu mengkaji dan mendalam hakikat teologi yang sesungguhnya dengan menggunakan metodologi keilmuan yang benar. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kembali pemikiran Hassan Hanafi tentang teologi Islam dan implikasinya dalam pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kepustakaan, sumber data yang digunakan diambil dari berbagai literatur yang yang tersedia berupa, buku, jurnal, tesis, skripsi dan internet. Adapun analisis yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa; 1) Hassan Hanafi termasuk tokoh intelektul muslim yang mempunyai pemikiran tentang teologi pembebasan; 2) Analisis bahasa dan analisis realitas, sebagai cara Hassan Hanafi untuk mengkritik teologi klasik; 3) Metode dialektika, fenomenologi dan hermeneutika; 4) Rekontruksi teologi didasarkan pada realitas sosial yang dihadapi umat Islam baik pada masa klasik maupun masa sekarang; 5) Teologi pembebasan dimaksudkan untuk membuka pikiran umat Islam dari pemahaman teoritis ke praktik dan membebaskan umat Islam dari penindasan. Implikasi pemikiran Hassan Hanafi dalam pendidikan islam adalah sebagai berikut; 1) pendidikan islam berbasis pembebasan; 2) pendidikan islam berbasis keterbukaan; 3) dan pendidikan islam berbasis moralitas.