Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sipakatau Culture and Character Education (Ethnographic Studies on the Bugis-Barang Soppeng Society of South Sulawesi) Muhammad Tang; Ismail Ismail; St Samsuduha; Markuna Markuna
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.4937

Abstract

The Sipakatau culture that grows and develops in the Bugis community in Barang. In addition, in an effort to preserve cultural values in society through education. This study is based on field research with qualitative-ethnographic methods which intends to describe Sipakatau cultural values as character education values. The results of this study indicate that all values in the Sipakatau culture that grow and develop in the Bugis community in Barang can be absorbed into character education values. The values in question are: 1) sipakalebbi' (appreciating and respecting), (2) sipakainge' (advising each other), (3) simasei (mutual love), (4) sinoreng (mutual help/helping), (5) sipatokkong (supporting each other) -protecting), (6) mapaciing (maintaining cleanliness), (7) assirumpungeng (togetherness and unity), (8) caring, and (9) respecting human rights. Then the pattern of inculcating these values in the Bugis community in Barang occurs in the three centers (tricenters) of education, namely; at the family level the pattern of inculcating character values begins with the introduction and understanding of good things to children, habituation, and parents being exemplary examples (uswah hasanah); at the school level the pattern of inculcating character values with habituation and educators (teachers) being role models; while at the community level the pattern of inculcating character values through informal institutions and community leaders becomes an example in the community. The character values and planting patterns contained in the Sipakatau culture can be internalized to students through the education tricenter (family, school, and community levels). This research has implications for the development of knowledge in the field of character education based on local wisdom.
Integrating Multicultural Values in Islamic Religious Education: A Case Study in Junior High Schools Mustamir Mustamir; Muhammad Tang
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.6296

Abstract

Multicultural education aims to ensure fair representation of diverse social groups in school curricula, particularly those historically marginalized due to gender, race, class, or religion. Islamic religious education (IRE) in schools and madrasas emphasizes strengthening faith through knowledge, appreciation, practice, and student experiences. This study examines the contribution of IRE in fostering multicultural tolerance and solidarity among students. This study employed a qualitative approach with a case study method to explore the implementation of multicultural values in schools. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. The focus was on the role of schools and Islamic religious education teachers in promoting tolerance and solidarity. The findings indicate that IRE contributes to multicultural tolerance through two key strategies: a) Religious and Social Activities – Schools and IRE teachers organize activities such as social donations during disasters, fostering solidarity. Extracurricular activities, including futsal, scouts, and choirs, further support the development of tolerance. b) Good Habits in the School Environment – IRE teachers encourage respect for differences and collaboration among students, promoting daily habits that reinforce multicultural values. These findings suggest that Islamic religious education plays a significant role in strengthening multicultural values by integrating religious teachings with social practices that promote inclusivity and cooperation. Islamic religious education, through religious activities, social engagement, and good habits, fosters multicultural tolerance and solidarity among students. Schools should continue integrating these values into their educational practices to strengthen social cohesion in diverse learning environments.
Penerapan Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga Terhadap Perilaku Siswa Kelas IX Di SMPN 4 Gowa Hasan; Muhammad Tang; St. Habibah
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga terhadap perilaku siswa kelas IX di SMPN 4 Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis datanya Miles & Huberman yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Bentuk Penerapan Pendidikan Agama Islam dalam keluarga Siswa Kelas IX di SMPN 4 Kabupaten Gowa yaitu dengan cara melakukan hal-hal yang sederhana tetapi merupakan bagian dari ilmu keagamaan, seperti memberikan contoh akhlak terpuji, mengajarkan anak sholat lima waktu, mengaji, patuh dan menghormati orang tua, membimbing untuk berakhlak baik serta hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai-nilai keagamaan, (2) Proses penerapan Pendidikan Agama Islam dalam keluarga Siswa Kelas IX di SMPN 4 Gowa yaitu melalui teladan langsung dari orang dan keluarga, membiasakan praktek keagamaan seperti sholat, dzikir, puasa dan amalan kebajikan lainnya, pengajaran nilai moral dan etika, beribadah bersama, (3) Hasil penerapan Pendidikan Agama Islam dalam keluarga Siswa Kelas IX di SMPN 4 Gowa yaitu patuh pada guru atau yang lebih tua, sopan santun, masuk tepat waktu serta mentaati aturan yang telah dibuat sekolah. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan pemahaman dan gambaran tentang konsep penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga berdampak positif terhadap sikap, perilaku maupun karakter siswa di sekolah.
Internalisasi Nilai-Nilai Multikultural Dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak Di Madrasah Aliyah Ihya Ulumuddin Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat Musyawir; Muhammad Tang; Ismail
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran aqidah akhlak di Madrasah Aliyah Ihya Ulumuddin Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis datanya Miles & Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Ihya Ulumuddin Kabupaten Kaimana yaitu toleransi, keadilan, keharmonisan sosial,penghargaan terhadap keanekaragaman, dan saling tolong menolong. (2) Strategi untuk menginternalisasikan nilai-nilai multikultural kepada siswa dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Ihya Ulumuddin Kaimana meliputi integrasi konten multikultural dalam kurikulum, metode pengajaran partisipatif dan menggunakan model strategi PAIKEM. (3) Hasil internalisasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Ihya Ulumuddin Kaimana telah memberikan dampak positif yaitu peningkatan kesadaran budaya, perilaku inklusif dan toleran, peningkatan prestasi akademik dan sosial dan penguatan identitas keislaman. Implikasi dari penelitian ini memberikan gambaran mengenai proses internalisasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah Ihya Ulumuddin Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat.