Tina Angelia
Universitas Negeri Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kerjasama Ekonomi Regional: Analisis Peluang, Tantangan dan Strategi Indonesia Dalam Menghadapi Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Khairani Alawiyah Matondang; Fidia Wati; Maria Elpida Manalu; Rinaldi Rinaldi; Tina Angelia
Journal of Education Transportation and Business Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v1i2.4369

Abstract

Indonesia merupakan salah satu diantara pendiri ASEAN juga tergabung dalam komunitas ekonominya, yaitu Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Melaui MEA, negara-negara ASEAN dapat melakukan berbagai kegiatan perekonomian yang lebih bebas dibandingkan biasanya. MEA memberikan begitu banyak peluang emas bagi negara-negara anggota ASEAN untuk mengembangkan sayapnya melalui pemanfaatan pasar bebas yang telah ditetapkan di era MEA. Indonesia yang juga merupakan anggota ASEAN ikut serta memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan perekonomian lewat sektor luar negerinya. Era MEA tidak hanya memberikan dampak positif saja, namun juga memberikan dampak negatif seperti pasar bebas yang diterapkan rentan akan masuknya barang dan jasa yang illegal. Permasalahan ini menjadi tantangan bagi pemerintah agar dapat menyaring setiap barang dan jasa yang masuk ke Indonesia. Selain itu, berbagai strategi juga diperlukan untuk menghadapi era MEA yang mendukung perdagangan yang lebih bebas. Peningkatan investasi dan peningkatan SDM harus lekas dijalankan agar Indonesia benar-benar dapat memanfaatkan era MEA dengan sepenuhnya.
Bonus Demografi Sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasrullah Hidayat; Munzir Phonna; Fitrah Maya Sari Hasugian; Maya Wulandari; Sarah Bakara; Tina Angelia
Journal of Education Transportation and Business Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v3i1.8618

Abstract

Bonus demografi merupakan kondisi ketika proporsi penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia nonproduktif sehingga menciptakan peluang bagi percepatan pertumbuhan ekonomi. Indonesia saat ini berada dalam fase bonus demografi dengan proporsi penduduk usia produktif mencapai 69,4 persen dan angka beban ketergantungan sebesar 44,05. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme bonus demografi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, mengidentifikasi tantangan struktural yang menghambat pemanfaatannya, serta merumuskan arah kebijakan yang diperlukan untuk mengoptimalkan peluang tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui studi literatur dengan memanfaatkan berbagai sumber ilmiah, laporan lembaga nasional maupun internasional, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bonus demografi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan jumlah tenaga kerja produktif, peningkatan tabungan masyarakat, dan akumulasi modal manusia. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya kualitas sumber daya manusia, dominasi sektor informal, pengangguran, ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri, serta ketimpangan pembangunan antarwilayah. Pengalaman negara-negara Asia Timur menunjukkan bahwa keberhasilan pemanfaatan bonus demografi sangat bergantung pada investasi pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja produktif, dan reformasi kelembagaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Indonesia perlu memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, dan memperluas kesempatan kerja agar bonus demografi dapat menjadi pendorong utama menuju Indonesia Emas 2045.
Efektivitas Regulasi Hukum Dagang di Indonesia: Analisis Normatif Terhadap KUHD, Hukum Korporasi, dan Koperasi Dalam Era Digital Khairani Alawiyah Matondang; Fitrah Maya Sari Hasugian; Karin Sarah Angelina Siahaan; Tina Angelia
Journal of Business Inflation Management and Accounting Vol. 3 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/bima.v3i2.8571

Abstract

Transformasi ekonomi digital di Indonesia menciptakan kesenjangan serius antara praktik bisnis kontemporer dengan regulasi hukum dagang yang berlaku. Penelitian ini mengkaji efektivitas KUHD, UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (sebagaimana diubah UU Cipta Kerja), dan UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dalam menghadapi era digital. Menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan kerangka teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto dan teori sistem hukum Lawrence M. Friedman, hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga regulasi tersebut mengandung kekosongan norma (rechtsvacuum) yang kritis mulai dari absennya pengaturan transaksi elektronik dalam KUHD, lacuna tata kelola perusahaan teknologi dalam hukum korporasi, hingga ketiadaan klausul koperasi digital dalam UU Perkoperasian. Efektivitas ketiganya berada pada level rendah hingga sedang, sehingga diperlukan reformasi legislasi hukum dagang yang komprehensif dan berorientasi pada kepastian hukum jangka panjang.