Said, Bambang Suhartono bin Mohd
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CHALLENGES RELIGIOUS TELEVISION, BETWEEN BUSINESS AND DA’WAH: STUDY OF TV9 NAHDLATUL ULAMA INDONESIA Handoko, Daniel; Sakti, Andi Muhammad Tri; Said, Bambang Suhartono bin Mohd
Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis Vol 8, No 1 (2024): Perspektif Komunikasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pk.8.1.1-12

Abstract

Television has the advantage that it is audio-visual (seen and heard), it can depict reality and also present events that are happening. TV9 Nahdlatul Ulama is a television station based on religious values. This TV was founded by the largest religious organization in Indonesia. As an economic institution, television is not only used as a means to spread organizational ideologies, but also takes into account business aspects to do well. This study aims to examine the performance of a religious television station amidst the intense competition in the television industry in Indonesia, and how media performance is affected by financial sources. By conducting in-depth interviews with key informants and direct observation, this research found that TV9 practices management principles in media management, even though there are several considerations for Nahdlatul Ulama management, TV9 involves personnel from Nahdlatul Ulama members in aspects of its management so that ideological transformation can run well. From the aspect of broadcast media performance, TV9 benefits from the very large mass base of Nahdlatul Ulama members in Indonesia. TV9 focuses on including Kiayi and Bunyai as inspiration for television program design and also includes Islamic boarding schools. In the culture of NU, Kiayi and Bunyai have a strategic position in the religious tradition of Nahdlatul Ulama.
Glottal Stop pada Asimilasi dan Geminasi Bahasa Daerah di Sulawesi Selatan sebagai Potret Kognisi Sosial Masyarakat yang Tegas Kusumanegara, Afdhal; Usman, Nurhayati; Said, Bambang Suhartono bin Mohd; Khair, Miftahul
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.21938

Abstract

Glottal stop dalam proses morfofonemik pada utamanya pada bahasa daerah di Sulawesi Selatan, yakni bahasa Bugis, Makassar, Massenrempulu, Tae’ dan Toraja menunjukkan karakter rumpun bahasa Austronesia, yakni ketegasan. Tujuan penelitian ini memotret karakter kognisi sosial masyarakat Sulawesi Selatan dari penggunaan asimilasi dan geminasi pada bahasa-bahasa daerah di wilayah tersebut. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan kajian eklektik antara kajian morfofonemik dan teori wacana (kognisi sosial van Dijk). Analisis asimilasi digunakan untuk kajian morfofonemik dan analisis wacana untuk menggambarkan kognisi sosial masyarakat. Sumber data yakni kosa kata bahasa daerah dari berbagai bahasa daerah di Sulawesi Selatan. Data berupa diksi yang mengandung unsur glottal stop baik dari kelas kata verba atau adjektiva yang melibatkan proses asimilasi dan geminasi. Penggunaan prefiks yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh konsonan awal kata, jumlah suku kata, makna kata, dan intonasi penggunaan kata yang mengikutinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat irisan kekerabatan pada bahasa-bahasa daerah di Sulawesi Selatan yang berlandaskan pada sifat dominan bahasa rumpun Austronesia yakni penekanan pada tuturan akibat penggunaan glottal stop. Unsur penekanan tersebut menggambarkan kognisi sosial masyarakat tuturnya yang cenderung memberikan ketegasan dalam tuturan. Mengetahui karakter tersebut akan memudahkan jika terdapat interaksi yang intensif dengan masyarakat Sulawesi Selatan.