Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS NILAI ESAK PADA PEMERIKSAAN RADIOGRAFI THORAX PA : STUDI PENGARUH FAKTOR EKSPOSI DAN KARAKTERISTIK PASIEN Juliantara, I Putu Eka; Wulandari, Putu Irma; Putri, Ni Kadek Rika Adi; Dananjaya, I Made Bayu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.31113

Abstract

Dalam melakukan pemeriksaan radiologi diperlukan penerapan prinsip dasar untuk mengurangi efek bahaya dari radiasi pengion yang dikenal dengan konsep As Low As Reasonably Achievable (ALARA) artinya seluruh penyinaran yang digunakan serendah mungkin dengan tujuan agar paparan dosis radiasi yang diterima oleh petugas radiasi, pasien dan masyarakat rendah namun tetap mendapatkan kualitas citra yang baik untuk menegakkan diagnosa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa adanya pengaruh variasi faktor eksposi dan karakteristik pasien terhadap dosis radiasi pada pemeriksaan radiografi thorax PA. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan observasional. Dosis ESAK dalam penelitian ini didapatkan dari pengaturan variasi faktor eksposi dan karakteristik pasien kemudian dilakukan simulasi pemeriksaan radiografi thorax PA menggunakan phantom galon air sehingga dosis radiasi dapat diukur. Secara keseluruhan terdapat 60 sampel pemeriksaan radiografi thorax PA di kedua rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan dalam uji F, nilai Sig. 0,001 < 0,05 sehingga faktor eksposi secara simultan berpengaruh terhadap dosis radiasi. Berdasarkan karakteristik pasien, berat badan memiliki korelasi yang lebih besar dibandingkan dengan tebal objek, jenis kelamin, dan umur dengan nilai Sig. 0,001 < 0,05 sehingga terdapat kolerasi yang signifikan antara berat dengan dosis radiasi pada pemeriksaan radiografi thorax PA. Pengaruh kV dan mAs secara simultan terhadap dosis radiasi sebesar 0,982 yang berarti 98,2% perubahan nilai ESAK dipengaruhi oleh kV dan mAs. Sedangkan korelasi berat badan terhadap dosis radiasi sebesar 0,791.
Estimasi Nilai Dosis Radiasi Yang Diterima Pasien Selama Pemeriksaan Angiografi Koroner Di RSUD DR Doris Sylvanus Palangka Raya Charlos, Jackson; Wulandari, Putu Irma; Sukadana, Kadek
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 12 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v1i12.476

Abstract

Penerimaan dosis radiasi pada pasien Penggunaan media kontras menjadi kunci utama dalam pemeriksaan PCI (Percutaneous Coronary Intervention). Ada berbagai macam jenis media kontras salah satunya media kontras berbahan iodine. Penggunaan jumlah volume media kontras yang terlalu banyak dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Maka dari itu, jumlah volume media kontras perlu diperhatikan dalam penggunaannya untuk menghindari efek samping yang tidak diharapkan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif, Pengumpulan data dilakukan pada bulan juni - Juli 2022 di RSUD dr Doris Sylvanus Palangkaraya dengan dua cara yaitu, melakukan observasi dan dengan 10 tenaga kesehatan mengenai prosedur penggunaan media kontras pada pemeriksaan (PCI) pada bulan Oktober-Desember 2021 dan mendokumentasikan data 25 pasien yang mendapat media di buku register pasien RSUD Ulin Banjarmasin. Hasil dari penelitian ini yaitu 10 tenaga kesehatan yang diwawancara didapatkan hasil 1 topik yaitu prosedur penggunaan media kontras di RSUD Ulin Banjarmasin, meliputi beberapa sub topik. Dari 25 pasien yang diberikan media kontras pada pemeriksaan PCI didapatkan jumlah volume media kontras tertinggi yaitu 270mL dan jumlah media kontras terendah yaitu 70mL.
Analisis Kompetensi Radiografer pada tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di Kota Medan ditinjau dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Laurensius Siahaan, Adrian Dirga; Wulandari, Putu Irma; Atmanta, Suhariadi
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i4.533

Abstract

Salah satu tindakan yang cukup tinggi ditangani di Kota Medan dalam radiologi intervensi yakni Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji lebih dalam mengenai kesesuaian kompetensi radiografer interevensi khususnya di Kota Medan dengan pedoman Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melakukan pendekatan deskriptif untuk mengetahui kesesuaian terhadap kompetensi radiografer pada tindakan Percutaneous Coronary Intervention di Kota Medan ditinjau dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Radiografer yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan melakukan kuesioner online google form dari bulan Mei – Agustus 2022. Hasil yang didapatkan dari perhitungan rumus kesenjangan (gap) adalah 0,25 sehingga tercapai persentase capaian kompetensi tertinggi dengan besaran nilai 95,83% pada unit kompetensi penatalaksanaan pemeriksaaan, sedangkan yang terendah terdapat pada unit persiapan peralatan dan perlengkapan dengan persentase capaian kompetensi sebesar 76,78% dan nilai kesenjangan (gap) sebesar 1,625.
Evaluasi dosis radiasi pasien pada pemerikasaan Coronary Angiography (CAG) dan pemerikasaan Coronary Angiography (CAG) + Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar Tahun 2021 Febriana, Alvira; Wulandari, Putu Irma; Sukadana, I Kadek; Kusman, Kusman
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 8 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i8.534

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yang disebabkan oleh plak yang menumpuk di arteri koroner yang memasok oksigen ke otot-otot jantung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi dodsis radiasi pasien pada pemeriksaan Coronary Angiography dan Percutaneous Coronary Intervention di Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey untuk mengevaluasi nilai DAP dan Fluoro Time menggunakan jenis data retrospektif pada pemeriksaan Coronary Angiography (CAG) dan pemeriksaan Coronary Angiography (CAG) + Percutaneous Coronary Intervention (PCI) selama periode tahun 2021 di Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar. Hasil yang didapatkan dari perhitungan menggunakan SPSS Percentile 75 pada pemeriksaan Coronary Angiography (CAG) sebanyak 18 pasien dengan rata-rata dosis DAP sebesar 26.48 Gy.cm2 dan Fluoro Time sebesar 362.50 Second dan Percentile 75 dosis DAP sebesar 28.83 Gy.cm2 dan Fluoro Time sebesar 496.25 Second. Kemudian pada pemeriksaan Coronary Angiography (CAG) + Percutaneous Coronary Intervention (PCI) sebanyak 11 pasien dengan rata-rata dosis DAP sebesar 45.96 Gy.cm2 dan Fluoro Time sebesar 777.18 Second dan Percentile 75 dosis DAP sebesar 58.22 Gy.cm2 dan Fluoro Time sebesar 1065.00 Second.
Peran Radiografer Pada Tindakan Intervensi Coronary Angiography (CAG) Di Rumah Sakit Tk.Ii Pelamonia Makassar Ditinjau Dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Alfian, Zanila Syarifa; Wulandari, Putu Irma; Kusman, Kusman
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i1.538

Abstract

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan. Sebagai upaya mematuhi pedoman dan standar yang telah ditetapkan maka dilakukan penelitian ini untuk mengkaji kesesuaian kompetensi radiografer pada tindakan intervensi Coronary Angiography (CAG). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap peran radiografer. Didapatkan dari 25 kompetensi radiografer pada SKKNI terdapat 22 kompetensi yang sesuai dan 3 kompetensi yang tidak sesuai, kompetensi yang tidak sesuai yaitu radiografer tidak mempersiapkan pesawat sinar-x angiografi intervensi, tidak mempersiapkan troly emergensi beserta perangkatnya (obat-obatan dan lain-lain) serta tidak melakukan edukasi terhadap pasien. Kompetensi radiografer di dalam SKKNI meliputi prosedur sebelum pemeriksaan, persiapan peralatan dan perlengkapan, persiapan pasien, prosedur penatalaksanaan pemeriksaan dan prosedur setelah pemeriksaan.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN TEH KOTAK ORIGINAL DAN TEH KOTAK BLACKCURRANT SEBAGAI MEDIA KONTRAS ORAL NEGATIF TERHADAP INFORMASI ANATOMI PADA PEMERIKSAAN MRCP DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP PROF. DR. R. D KANDOU MANADO Ema, Ema Grivid Kuntag; Wulandari, Putu Irma; Sukadana, Kadek
Medical Imaging and Radiation Protection Research Journal Vol 3 No 1 (2023): Medical Imaging and Radiation Protection Research (MIROR) Journal
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/miror.v3i1.261

Abstract

The principle of using contrast media is to influence the magnetic field and relaxation times of T1 and T2. Contrast media in MRCP consists of positive and negative contrast media. Gadolinium is a positive contrast medium with intravenous injection, while the negative contrast medium used must contain manganese (Mn) or iron (Fe) (Westbrook et al, 2016). Research conducted by Suhardi et al (2013) states that the use of positive contrast media is increasingly rarely used due to the high price and difficult to obtain, it also has side effects on patients, such as weakness, nausea and vomiting. According to Fatimah et al (2018), natural ingredients with relatively high manganese (Mn) content that can be used as negative oral contrast media, one of which is the manganese content in packaged oolong tea, which is 0.9 mg. At the Radiology Installation of Prof. RSUP. DR. R. D. Kandou Manado by using boxed tea as a substitute for positive contrast media which is expensive and has side effects on patients.This type of research is a qualitative research with interview, observation and experiment methods. This study used the original box tea and blackcurrant box tea as negative oral contrast media to 3 volunteers. The examination was carried out twice for each volunteer, using the original box tea in the first week and blackcurrant box tea in the second week. The results of the images obtained will be asked for opinions through interviews with respondents, namely 1 radiology doctor and 2 radiographers. Data is processed using a coding system. MRCP examination procedure at Prof. RSUP. DR. R. D Kandou Manado includes patient preparation with the patient fasting 6 hours before the examination with the aim of avoiding fluid in the duodenum which can interfere with the biliary tract and bile duct into the duodenum. Instructions for drinking boxed tea contrast media were carried out 10-15 minutes before the examination, followed by preparation of equipment, patient position, protocol and examination technique. The resulting image does not provide a difference between the use of the original box tea and blackcurrant box tea on the anatomical image information on MRCP. The advantages of using negative oral contrast media, Teh Kotak, is able to help reduce signals from CBD and Vater's ampulla, as well as being able to display MRCP images that are better than using other negative contrast media. Patients with diabetes are not recommended to use this contrast medium.