Arif Nurwaskito
Universitas Muslim Indonesia

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal GEOSAPTA

ANALISIS PENCEMARAN LIMBAH SLAG FERRONIKEL TERHADAP LINGKUNGAN AIR DAN TANAH DI KECAMATAN POMALAA Muhammad Arfan Mangolo; Mohammad Salman Said; Arif Nurwaskito; Firman Nullah Yusuf; Alfian Nawir
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.7463

Abstract

Slag berpengaruh terhadap kualitas air dan tanah karena adanya zat-zat berbahaya seperti logam berat yang dapat terkonsentrasi sehingga akan menimbulkan permasalahan seperti gangguan kualitas air dan tanah. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui kualitas air laut dan tanah. Data yang digunakan yaitu data pH (Power of Hydrogen), TSS (Total Suspended Solids), suhu, salinitas, DO (Dissolved Oxygen) dan data konsentrasi logam yang ada pada air dan tanah. Pengambilan data dilakukan dengan uji fisik dan uji kimia. Tahap pengolahan yang dilakukan yaitu menggunakan alat intelegent meter, XRF (X-Ray Fluorescence), dan AAS (Atomic Absorption Spektrophotometry). Hasil uji fisik yang dilakukan telah didapatkan nilai suhu tertinggi dari ke tiga sampel yaitu 30oC, nilai TSS yaitu 2,7mg/l, nilai pH yaitu 7,66, nilai DO yaitu 24,3mg/l, dan salinitas yaitu 24‰. Hasil uji Kimia telah didapatkan konsentrasi logam Cr+6 tertinggi yaitu 0,0012mg/l, Cd yaitu 0,0005mg/l, Cu yaitu 0,001mg/l, Pb yaitu 0,002mg/l, Zn 0,002mg/l, Ni yaitu 0,033mg/l. Sesuai dengan baku mutu air laut, tidak ada yang melewati dan status mutu air laut yang peroleh yaitu 0 bahwa kualitas air laut masuk dalam kelas A dengan kondisi baik sekali karena air laut sudah memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan. Kualitas tanah yang diteliti didapatkan konsentrasi logam tertinggi yaitu seperti unsur Ni dengan kadar 8.800ppm, Co dengan kadar 1.300ppm dan Fe dengan kadar 371.800ppm sedangkan unsur Al dengan kadar 114.700ppm yang ada pada tanah masih berada dalam nilai ambang batas sesuai dengan ketetapan baku mutu tanah. Kata kunci: baku mutu, kualitas air, kualitas tanah, uji fisik, uji kimia.
MINE HAUL ROAD PADA PT. SEBUKU IRON LATERITIC ORES (SILO) DAERAH SEBUKU Habibie Anwar; Anshariah Anshariah; Abdul Salam Munir; Emi Prasetyawati Umar; Arif Nurwaskito; Sakti Aji Adi Sanra
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.376 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7033

Abstract

Jalan tambang merupakan salah satu prasarana dalam proses penambangan untuk menghubungkan lokasi-lokasi penting, diantaranya adalah lokasi tambang menuju ke pelabuhan stockpile, perkantoran, pabrik pengolahan bahan galian (smelter), perumahan karyawan dan tempat-tempat lain di area penambangan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kondisi geometri mine haul road sepanjang 7,5 kilometer dimulai dari stockpile tanjung gunung sampai ke pit penambangan di damar selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geometri jalan hauling lokasi penambangan di PT. Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO), apakah telah sesuai standar atau belum. Tahapan pengambilan data geometri jalan dimulai dengan pengukuran dimensi jalan menggunakan dua jenis alat survey yaitu Total Station (TS) dan Real Time Kinematic (RTK). Tahap selanjutnya adalah mengolah data dari alat survey tersebut menggunakan alat bantu software Surpac dan Autocad untuk mengetahui nilai dimensi dari jalan tambang tersebut. Dari hasil evaluasi geometri jalan dari stockpile tanjung gunung sampai ke pit penambangan di damar selatan, hanya dimensi lebar jalan yang keseluruhan segmennya telah sesuai standar perusahaan, sedangkan untuk dimensi jari-jari tikungan, superelevasi, grade, cross slope, tanggul pengaman, parit dan cut and fill, masih terdapat beberapa segmen yang belum sesuai standar. Penyebab tidak standarnya segmen tersebut adalah karena kurangnya maintenance jalan hauling yang dilakukan oleh perusahaan.