Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Identifikasi Risiko Dalam Tahap Pelaksanaan Proyek Green Construction Peginusa, Stefani Switly; Kandiyoh, Geertje Efraty; Sari, Dian Puspita; Soukotta, Dwars; Moningka, Olivia
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i3.5856

Abstract

Konsep bangunan hijau adalah sebuah konsep pembangunan dimana perencanaan dan pelaksanaan proses konstruksi yang didasarkan pada dokumen kontrak untuk meminimalkan dampak negatif  proses konstruksi terhadap lingkungan agar terjadi keseimbangan antara kemampuan lingkungan dan kebutuhan hidup manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. Dengan semakin maraknya penerapan bangunan hijau di Indonesia dan dukungan pemerintah lewat peraturan – peraturan yang ditetapkan, maka pembangunan  dengan konsep green construction akan terus berkembang. Namun karena rendahnya tingkat popularitas konstruksi bangunan hijau di Indonesia dan rendahnya kesadaran lingkungan masyarakat umum, terlebih lagi konsep pembangunan ini mempunyai ciri-ciri masa pembangunan yang lama, investasi yang besar, jumlah sumber daya manusia yang besar. Oleh karena itu, pelaksanaan konstruksi bangunan hijau pada proyek konstruksi di Indonesia, perlu melakukan manajemen risiko dengan lebih baik dan identifikasi risiko proyek di antara risiko-risiko proyek tersebut merupakan prioritas utama. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko – risiko yang dapat dialami dalam konstruksi bangunan green construction di Indonesia, menentukan hirarki dari risiko – risiko yang dialami tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan survei metode Delphi selanjutnya untuk penentuan hirarki risiko menggunakan metode pair wise comparasion. Adapun jenis risiko yang teridentifikasi adalah 27 (dua puluh tujuh) jenis risiko dengan tingkatannya masing-masing. Tingkatan pertama terdapat 1 (satu) jenis risiko yaitu biaya proyek yang tidak terduga meningkat. Tingkatan kedua terdiri dari 25 (dua puluh lima jenis risiko). Sedangkan, tingkatan ketiga terdiri dari 1 (satu) jenis risiko yaitu ketentuan kontrak yang tidak jelas untuk klaim dan litigasi, risiko ini merupakan sumber dari semua risiko yang ada.
Kajian Literatur Faktor-Faktor yang Memengaruhi Life Cycle Cost Bangunan Sekolah Kaluase, Wendari Tri Ananta; Kandiyoh, Geertje Efraty
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 5 No 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Ke-6 Politeknik Negeri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Life Cycle Cost (LCC) merupakan pendekatan untuk menganalisis seluruh biaya yang timbul selama masa layanan bangunan. Pemahaman terhadap faktor-faktor yang memengaruhi Life Cycle Cost penting untuk mendukung pengelolaan bangunan sekolah yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi Life Cycle Cost bangunan sekolah berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap 15 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2016–2025. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung frekuensi kemunculan faktor pada setiap artikel. Hasil penelitian menunjukkan empat faktor yang memengaruhi Life Cycle Cost bangunan sekolah, yaitu komponen bangunan (80,0%), kondisi fisik dan tingkat kerusakan bangunan (66,7%), biaya pemeliharaan dan rehabilitasi (53,3%), serta strategi pemeliharaan bangunan (20,0%). Hasil sintesis menunjukkan bahwa keempat faktor tersebut saling berkaitan dalam memengaruhi Life Cycle Cost. Komponen bangunan memengaruhi kondisi fisik, kondisi fisik menentukan kebutuhan pemeliharaan dan rehabilitasi, sedangkan strategi pemeliharaan berperan dalam mengendalikan biaya selama masa layanan bangunan. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan dan pengelolaan biaya siklus hidup bangunan sekolah secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Peran Life Cycle Cost dalam Perencanaan Pemeliharaan Bangunan Gedung: Tinjauan Literatur Suhani, Kalsum Rifana; Kandiyoh, Geertje Efraty
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 5 No 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Ke-6 Politeknik Negeri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan pemeliharaan bangunan gedung yang tidak optimal dapat menimbulkan pembengkakan biaya, penurunan kinerja bangunan serta gangguan terhadap layanan bangunan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pendekatan Life Cycle Cost (LCC) direkomendasikan sebagai solusi yang terbukti efektif dalam pengambilan keputusan terkait perencanaan pemeliharaan terutama dalam menentukan biaya yang paling optimal. Namun demikian, masih diperlukan kajian untuk mengidentifikasi hubungan antara pendekatan LCC dengan perencanaan pemeliharaan bangunan gedung. Oleh karena itu, penelitian ini disusun dengan tujuan menyajikan hasik tinjauan literatur sistematis secara naratif mengenai LCC dengan fokus pada perencanaan pemeliharaan bangunan gedung. Tinjauan sistematis terhadap artikel dilakukan melalui penelusuran basis data seperti Scopus, ScienceDirect dan GoogleScholar yang mencakup tahun publikasi yaitu 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LCC berperan penting dalam perencanaan bangunan gedung. Penerapan LCC dalam perencanaan pemeliharaan bangunan gedung tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan dan keandalan fungsi bangunan dalam jangka panjang.
Life Cycle Cost Sebagai Pendekatan Evaluasi Efisiensi Biaya Pada Bangunan: Tinjauan Literatur Rasjid, Irgi Saputra; Kandiyoh, Geertje Efraty
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 5 No 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Ke-6 Politeknik Negeri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi biaya merupakan aspek penting dalam perencanaan dan pengelolaan bangunan karena keputusan yang hanya berorientasi pada biaya awal sering kali tidak mencerminkan total pengeluaran selama umur layanan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Life Cycle Cost (LCC) sebagai pendekatan evaluasi efisiensi biaya, mengidentifikasi variabel yang berpengaruh dalam analisis LCC, serta menentukan komponen biaya yang paling dominan dalam siklus hidup bangunan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap 15 artikel nasional dan internasional yang membahas penerapan LCC pada berbagai jenis bangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa LCC berperan sebagai kerangka evaluasi komprehensif yang mengintegrasikan biaya awal, operasional, pemeliharaan, dan penggantian dalam satu analisis ekonomi jangka panjang. Variabel yang berpengaruh dalam analisis LCC meliputi umur layanan komponen, tingkat diskonto, frekuensi pemeliharaan, dan biaya operasional, khususnya energi. Selain itu, biaya operasional dan pemeliharaan merupakan komponen biaya yang paling dominan dalam total biaya siklus hidup bangunan. Dengan demikian, LCC dapat ditegaskan sebagai pendekatan yang efektif dalam mengevaluasi efisiensi biaya bangunan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Integrasi Strategi Perawatan Preventif dan Korektif dengan Prinsip 3 Pilar Keberlanjutan Bangunan Gedung Watung , Jose Alexandre Franklin; Kandiyoh, Geertje Efraty
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 5 No 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Ke-6 Politeknik Negeri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan gedung merupakan aset jangka panjang yang kinerjanya akan mengalami penurunan seiring waktu akibat faktor usia, intensitas pemanfaatan, dan pengaruh lingkungan. Perawatan bangunan menjadi elemen kunci dalam menjaga keberlanjutan fungsi, keandalan, serta nilai aset bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan kontribusi strategi perawatan preventif dan korektif dalam mendukung keberlanjutan bangunan gedung ditinjau dari tiga pilar keberlanjutan, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative literature review terhadap delapan belas artikel jurnal ilmiah bereputasi yang diterbitkan pada periode 2017–2025 dan relevan dengan topik perawatan bangunan, manajemen fasilitas, keandalan, dan keberlanjutan. Analisis dilakukan melalui identifikasi konsep kunci, perbandingan pendekatan perawatan, serta sintesis temuan penelitian secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa perawatan preventif memiliki peran yang lebih dominan dalam menjaga kinerja bangunan, meningkatkan keandalan sistem, memperpanjang umur layanan, serta mengurangi dampak lingkungan dan gangguan operasional dibandingkan perawatan korektif yang bersifat reaktif. Perawatan korektif tetap diperlukan, namun perannya sebaiknya bersifat komplementer. Secara keseluruhan, strategi perawatan yang berorientasi preventif dan terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan terbukti mampu mendukung keberlanjutan bangunan gedung secara lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam jangka panjang.
Identifikasi Tingkat Kerusakan Komponen Dinding Bangunan sebagai Dasar Pemilihan Perawatan Dinding Bangunan Sekolah: Tinjauan Literatur Watung , Jose Alexandre Franklin; Kandiyoh, Geertje Efraty
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 5 No 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Ke-6 Politeknik Negeri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan pada komponen dinding merupakan salah satu permasalahan yang paling sering ditemukan pada bangunan gedung dan dapat memengaruhi fungsi, kenyamanan, estetika, serta umur layan bangunan. Penanganan kerusakan yang tidak sesuai dengan tingkat keparahannya berpotensi menyebabkan penurunan kinerja bangunan dan meningkatkan biaya perawatan. Oleh karena itu, identifikasi tingkat kerusakan dinding menjadi penting sebagai dasar dalam menentukan jenis perawatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai hasil penelitian terkait jenis dan tingkat kerusakan komponen dinding serta menganalisis keterkaitannya dengan pemilihan strategi perawatan bangunan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur naratif dengan menganalisis artikel-artikel ilmiah yang membahas identifikasi kerusakan bangunan, evaluasi tingkat kerusakan, dan perawatan bangunan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerusakan dinding yang umum ditemukan meliputi retak, pengelupasan lapisan finishing, serta kerusakan akibat kelembapan dan rembesan air. Tingkat kerusakan umumnya diklasifikasikan menjadi kerusakan ringan, sedang, dan berat yang masing-masing memerlukan pendekatan perawatan yang berbeda. Kerusakan ringan lebih sesuai ditangani melalui perawatan preventif, kerusakan sedang melalui perawatan korektif, sedangkan kerusakan berat memerlukan rehabilitasi yang lebih menyeluruh. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa identifikasi tingkat kerusakan dinding merupakan dasar penting dalam pemilihan strategi perawatan yang efektif untuk menjaga keandalan dan keberlanjutan bangunan.