Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

4G Network Design and Performance Evaluation in Kroya, Cilacap: A Comparative Study of 700 MHz SU-MIMO and MU-MIMO Isnaeni, Novita Ayu; Buchari, Erlin Herlina; Ariansyah, Ahmad; Kaban, Esra Andio; Wibowo, Prasetyo Adi; Alfin Hikmaturokhman; Pramono, Subuh
JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Vol. 8 No. 1 (2024): Issues July 2024
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jite.v8i1.11339

Abstract

Penelitian ini merancang jaringan 4G menggunakan frekuensi 700 Mhz dengan bandwidth 20 Mhz di kawasan Kroya, Cilacap seluas 31,636 km2. Model propagasi yang digunakan adalah Okumura-Hatta. Simulasi prediksi coverage menggunakan Software Atoll 3,4 yang menggunakan frekuensi 700 Mhz. didapatkan jumlah Base Tranceiver Station (BTS) sebanyak 25. Berdasarkan jumlah Base Tranceiver Station (BTS) tersebut, maka dilanjutkan dengan mensimulasikan dengan parameter-parameter penelitian yang telah ditentukan. Rata-rata tingkat sinyal (Coverage by Signal) pada SU-MIMO dan MU-MIMO didapatkan nilai sebesar -91,35 dBm dan -91,62 dBm. Rata-rata tingkat sinyal dan rata-rata kekuatan sinyal efektif pada Single-User Multiple Input Multiple Output (SU-MIMO) -123,8 dBm sedangkan pada Multiple Input Multiple Output (MU-MIMO) sebesar -120,71 dBm, rata-rata rasio C/(I+N) pada SU-MIMO sebesar 3,79 dB sedangkan pada MU-MIMO 3,28 dB tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. SU-MIMO mendukung throughput tinggi untuk satu pengguna yaitu sebesar 15,082 Kbps, sedangkan MU-MIMO menunjukkan stabilitas yang lebih baik dengan throughput yang lebih konsisten yaitu sebesar 13,638 Kbps.
Unveiling Translation Patterns: A Study of English Novel Title in Indonesia Ariansyah, Ahmad; Andriyanti, Erna; Ashadi, Ashadi
REiLA : Journal of Research and Innovation in Language Vol. 6 No. 1 (2024): REiLA : Journal of Research and Innovation in Language
Publisher : The Institute of Research and Community Service (LPPM) - Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/reila.v6i1.16596

Abstract

Effective titles captivate readers and encapsulate the essence of a work. This is especially true in novel translation, where titles bridge cultural gaps and introduce readers to new worlds. Thus, it is becoming a crucial consideration for translators when translating a title. They must transfer it meticulously from the source text (ST) into the target text (TT). One of the critical texts to be studied is a novel for its unique naming, which can be a significant challenge for translators. Hence, this study tried to examine how the novel title in English is translated into Indonesian and discover the following factors for using each title. Mixed method approached was to identify the type of title used towards the novel. It closes the gap that exists between qualitative and quantitative approaches. The data were collected from 114 English novels and their translations published before 2000. Accessibility was an essential criteria in selecting these titles, which are more consistent in terms of language and structure.This study discovered that the literal title translation type is the most prevalent, with 38.6% frequency, while the alternative title type denotes 35.1% frequency. Moreover, the researchers found 21.9% of data in the naturalized loan title category. The loan title with original orthography is the most minor category, with only 4.4% of the data. Further examination also highlights the need to consider shifts and meanings in exploring how Indonesian novel titles are translated. This paper also revealed several linguistic and cultural factors for utilizing each title type. As a result, title translation patterns offer translators practical insights to improve cross-cultural literary perspectives and the nuanced presentation of novel titles in varied language contexts.
PERANCANGAN ENERGI OPTIMUM SISTEM PLTS UNTUK BASE TRANSCEIVER STATION Ariansyah, Ahmad; Hiendro, Ayong; -, Yandri; Khwee, Kho Hie; Abidin, Zainal
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.60671

Abstract

Kalimantan Barat merupakan daerah yang dilalui garis khatulistiwa yang mendapatkan sinar matahari dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi dan energi ini tidak terbatas. Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai pemanfaatan konversi energi listrik di daerah Kalimantan Barat merupakan solusi yang tepat sebagai pelengkap kebutuhan energi Alat yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pada penelitian ini menggunakan aplikasi Homer Energy Modelling. Piranti ini digunakan untuk menganalisis kombinasi terbaik dalam penggunaan energi yang tersedia untuk menyalurkan kebutuhan beban yang berada di BTS XL Pontianak Timur, Kota Pontianak.Kebutuhan untuk memenuhi energi listrik di BTS XL Pontianak Timur 24 jam sebesar 3.6 kWh/hari dan untuk energi listrik selama 1 tahun sebesar 1.313 kWh/tahun.Hasil analisis teknis untuk memenuhi kebutuhan energi listrik secara off-grid yang paling optimal, menggunakan panel surya sebesar 0,975 kW, inverter sebesar 0,275 kW, dan baterai sebanyak 6 buah. Pada konfigurasi ini panel surya dapat menyuplai energi listrik sebesar 1.482 kWh/ tahun, dengan kelebihan energi sebesar 86.2 kWh/tahun yang dapat di simpan ke dalam baterai.Hasil analisis ekonomi pada skenario off-grid, untuk skenario off-grid yang paling ekonomis adalah konfigurasi dari panel surya"“inverter"“baterai dengan biaya keseluruhan sistem selama 25 tahun (NPC) sebesar Rp 34.051.086 untuk biaya keseluruhan sistem 1 tahun (AC) sebesar Rp2.410.333 serta untuk biaya pokok produksi energi listrik (LCOE) sebesar Rp1.835 /kWh.