Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Psyche 165 Journal

Hubungan Religiusitas dengan Prestasi Belajar pada Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Kelas XI Muliati, Riska; Irdam; Syahrina, Isna Asyri; Mutya, Mita Fani Tri
Psyche 165 Journal Vol. 16 (2023) No. 3
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v16i3.251

Abstract

There are so many problems that arise in adolescence, so they need special attention. Adolescence is a period of searching for identity, so many teenagers sometimes fall into juvenile delinquency. There are many factors that cause juvenile delinquency, and if not handled properly can cause decreased academic achievement. One factor that can handle it is religiosity. This research observed the student class XI of Senior High School X. The purpose of this observation is to see the correlation between religiosity and student’s achievement class XI at Senior High School X. As hypothesis, there is positive correlation between religiosities and student’s achievement. It shows when the religiosities are high, so the student’s achievement will be high. In the other hand when the religiosities are low, so the student’s achievement will be low. The population in this research are all student in ninth class (XI) at Senior High School X  it totally 77 students. And the sampling technique that used is saturated sample. Subject of the research relative small, so it better to take all subject. So the research called population research. It is done because the number of population relative small and the researcher want make the generalization with very small mistake. All students at ninth class totally 77 students, so the samples in this research are 77 students. The measuring instrument that used is religiosities scale that arranged based on the theory and the documentation of student report to see study achievement. The data analyzing method that used for hypothesis testing in this research is using product moment correlation Pearson that shows (r) = 0,589 with score (p) = 0,000 (p<0,01), Means the there is significant correlation with positive   between religiosities with student achievement. In conclusion the hypothesis of this research can be accepted.
Dukungan Organisasi dengan Kepuasan Kerja Karyawan Distributor Retail Kota Solok Kurniawan, Harri; Rahmi; Mutya, Mita Fani Tri; Rahayu, Purwanti Endah; Muliati, Riska
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i2.373

Abstract

Karyawan merupakan sumber daya yang sangat penting dimiliki sebuah perusahaan. Di dalam dunia kerja, terdapat interaksi sosial yang bisa terjadi diantara karyawan dan juga organisasinya. Setiap perusahaan pasti mempunyai visi dan misi, yang diharapkan dapat sesuai dengan karyawannya. Sehingga karyawan dapat dengan mudah berinteraksi, dan meningkatkan kepuasan kerja di dalam organisasinya sehingga kepuasan kerja karyawan dapat terpenuhi. Banyak karyawan yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaannya dikarenakan dukungan organisasinya yang tidak sesuai. Sehingga tentu saja hal tersebut dapat merugikan bukan hanya bagi karyawan, tetapi juga perusahaan tempatnya bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan kepuasan kerja karyawan pada PT. BMS. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu persepsi dukungan organisasi sedangkan variabel terikatnya yaitu kepuasan kerja. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala persepsi dukungan organisasi dengan skala kepuasan kerja. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah Non-Probability Sampling. Jumalah keselurah subjek adalah 56 individu. Hasil uji coba menujukkan koefisien validitas persepsi dukungan organisasi bergerak dari 0,314 sampai dengan 0,681. Sedanglan koefisien reliabilitas sebesar 0,875. Kofesien validitas kepuasan kerja bergerak dari 0,323 sampai dengan 0,833. Sedangkan koefisien reliabilitas sebesar 0,915. Berdasarkan analisis dara, diperoleh korelasi sebesar 0,513 dengan taraf signifikansi 0,000 yang berarti hipotesis diterima. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan Positif yang signifikan dengan taraf sedang antara persepsi dukungan organisasi dengan kepuasan kerja karyawan PT. BMS. Dengan persepsi dukungan organisasi terhadap kepuasan kerja adalah sebesar 26%.
Hubungan Body Image dengan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder pada Siswa SMA X Oselian, Fadli Pratama; Syahrina, Isna Asyri; Muliati, Riska
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i2.386

Abstract

Remaja dengan kecenderungan body dysmorphic disorder merasa kekurangan terhadap tubuhnya. Remaja yang merasa tidak puas akan bentuk tubuhnya, umumnya beberapa gejala seperti benci dengan diri, merasa jelek atau sering iri dengan kesempurnaan fisik orang lain. Kecenderungan body dysmorphic disorder erat kaitannya dengan body image. Body image merupakan pengalaman remaja yang berupa persepsi terhadap bentuk dan berat tubuhnya, serta perilaku yang mengarah pada evaluasi remaja tersebut terhadap penampilan fisiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Body Image dengan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder pada Siswa SMA X. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X dan XI SMA X dengan jumlah sampel 187 orang, metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan random berstrata proporsional (proportionate stratified random sampling). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala body image dan skala kecenderungan body dysmorphic disorder. Hasil koefisien validitas pada skala body image berkisar antara 0,332 sampai 0,601. Hasil koefisien validitas pada kecenderungan body dysmorphic disorder berkisar antara 0,310 sampai 0,712. Dengan koefisien reliabilitas body image sebesar 0,835 dan pada skala kecenderungan body dysmorphic disorder sebesar 0,887. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai korelasi sebesar r=-0,309 dengan taraf signifikansi 0,000, uji hipotesis menunjukkan hubungan body image dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada siswa SMA X dan hubungan keduanya negatif. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara body image dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada siswa SMA X dengan taraf rendah. Adapun besar sumbangan efektif dari variabel body image dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada siswa SMA X sebesar 9,5%.
Work Engagement Ditinjau dari Budaya Organisasi pada Karyawan Perusahaan Jasa Ekspedisi Indonesia Rahmi; Kurniawan, Harri; Mutya, Mita Fani Tri; Muliati, Riska; Utami, Sabrina Etika
Psyche 165 Journal Vol. 18 (2025) No. 1
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v18i1.507

Abstract

Setiap perusahaan pasti memiliki budaya masing-masing di dalam menjalankan aktivitas dan kegiatan setiap harinya. Budaya organisasi yang baik, tentu saja mempunyai dampak baik pula bagi karyawan lainnya. Namun, seperti yang diketahui budaya organisasi di Indonesia terkadang tidak sesuai dengan harapan dari karyawan, dan berdampak negatif bagi karyawan tersebut seperti menjadi tidak bersemangat dalam bekerja, motivasi kerja menurun, keinginan untuk bekerja dengan sebaik mungkin pun mengalami penurunan, hubungan dengan rekan kerja dan atasan juga dapat terganggu. Penelitian ini dilakukan kepada karyawan di perusahaan jasa ekspedisi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara budaya organisasi dengan work engagement pada karyawan di perusahaan jasa ekspedisi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di perusahaan jasa ekspedisi yang berjumlah 94 karyawan. Adapun subjek penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh yaitu pengambilan anggota sampel dimana semua anggota populasi digunakan menjadi sampel, maka didapat jumlah sampel sebanyak 94 karyawan di perusahaan jasa ekspedisi. Alat ukur yang digunakan adalah skala budaya organisasi yang peneliti susun dan skala work engagement. Metode analisis data yang digunakan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan korelasi product moment pearson yang menunjukkan bahwa r=0,503 dengan nilai p=0,000 (<0,01), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dengan work engagement pada karyawan di perusahaan jasa ekspedisi Berarti hipotesis penelitian diterima. Adapun sumbangan efektif dari variabel budaya organisasi terhadap work engagement sebesar 25%.