Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kebijakan Hijau: Konversi Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel untuk Mengurangi Kasus Tuberkulosis dan Mencapai SDGs Lopiani, Salmanera Senja; Fikri, Achmad Ali
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : IPI Garut Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/lsciences.v7i1.1698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan hijau pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel sebagai solusi atas masalah ketergantungan Indonesia pada minyak bumi dan dampak lingkungannya. Selain itu, minyak goreng sawit yang digunakan menyebabkan residu minyak jelantah berlimpah, memperburuk pencemaran lingkungan di Indonesia. Data menunjukkan peningkatan signifikan kasus TBC di Indonesia yang terkait langsung dengan tingginya polusi udara, salah satunya dari emisi bahan bakar fosil. Penggunaan biodiesel dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan partikulat, serta mengurangi polusi udara sehingga potensial untuk menurunkan kasus TBC. Memanfaatkan limbah minyak jelantah Indonesia untuk biodiesel dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi serta memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif interpretatif ini menghasilkan solusi konkret dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. Gagasan ini memberikan inspirasi bagi mahasiswa biologi untuk mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel yang berpotensi menurunkan kasus TBC dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Selain itu, pengolahan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel dapat menambah keterampilan bioentrepreneur bagi mahasiswa.
Development of a Virtual Laboratory for Bacterial Culture as a Biology Learning Media Lopiani, Salmanera Senja; Muzakki, Muhammad Naufal; Fahmi, Wahyunisa Maulia; Wardhani, Irma Yuniar; Fikri, Achmad Ali
BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v13i1.28328

Abstract

This research aims to develop a virtual laboratory Android application entitled "Bacterial Culture" as an innovative learning media in Microbiology courses. This application simulates the bacterial culture process, including media preparation, sterilization techniques, inoculation, and analysis of results. This research is a Research and Development (R&D) study using the Borg and Gall model which was adapted into six stages. The design validation stage includes validation of media and material experts, namely microbiology lecturers and small group trials involving third semester Biology Education students at IAIN Kudus. The results of expert validation by microbiology course lecturers show that this media obtained a validity score of 91.6% (very valid), and practicality testing by 3rd semester students obtained a score of 61.6% (Special). These findings indicate that the virtual laboratory "Bacterial Culture" is a learning medium that can support students' understanding of bacterial culture practicum before carrying out practicum in the laboratory. This study contributes to the progress of technology-based education which is aligned with the Independent Campus Learning Curriculum (MBKM).
Development of a Virtual Laboratory for Bacterial Culture as a Biology Learning Media Lopiani, Salmanera Senja; Muzakki, Muhammad Naufal; Fahmi, Wahyunisa Maulia; Wardhani, Irma Yuniar; Fikri, Achmad Ali
Biotik Vol 13 No 1 (2025): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v13i1.28328

Abstract

This research aims to develop a virtual laboratory Android application entitled "Bacterial Culture" as an innovative learning media in Microbiology courses. This application simulates the bacterial culture process, including media preparation, sterilization techniques, inoculation, and analysis of results. This research is a Research and Development (R&D) study using the Borg and Gall model which was adapted into six stages. The design validation stage includes validation of media and material experts, namely microbiology lecturers and small group trials involving third semester Biology Education students at IAIN Kudus. The results of expert validation by microbiology course lecturers show that this media obtained a validity score of 91.6% (very valid), and practicality testing by 3rd semester students obtained a score of 61.6% (Special). These findings indicate that the virtual laboratory "Bacterial Culture" is a learning medium that can support students' understanding of bacterial culture practicum before carrying out practicum in the laboratory. This study contributes to the progress of technology-based education which is aligned with the Independent Campus Learning Curriculum (MBKM).
Studi Etnofarmakologi Terhadap Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Desa Menawan, Kabupaten Kudus Lopiani, Salmanera Senja; Lestari, Putri Ayu; Maulida, Anik Nafisah; Hayya, Adieba Warda
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 5 No. 1 (2026): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v5i1.157

Abstract

Penelitian ini merupakan studi etnofarmakologi yang mengkaji pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat Desa Menawan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dengan metode survei eksploratif melalui kuesioner dan wawancara semi-terstruktur terhadap 15 informan lokal, ditemukan 12 jenis tumbuhan obat yang secara tradisional digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan seperti demam, gangguan pencernaan, batuk, dan kelelahan. Tumbuhan ini umumnya dibudidayakan di pekarangan rumah dan diolah secara tradisional melalui perebusan, penumbukan, atau perendaman. Pengetahuan tentang tumbuhan obat diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi, sehingga rentan hilang akibat modernisasi. Penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian dan dokumentasi pengetahuan pengobatan tradisional sebagai warisan budaya sekaligus dasar ilmiah untuk pengembangan obat herbal lokal