Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The Relationship Between the Characteristics of Central Java Athletes in the Post-Sports Injury Recovery Period Guntur Ratih Prestifa Herdinata; Aristiyanto; Fredy Eko Setiawan; Antonius Tri Wibowo
Jurnal Pendidikan Jasmani (JPJ) Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Jasmani (JPJ)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jpj.v4i2.1829

Abstract

This study aims to determine athletes' characteristics and the length of the recovery period after a sports injury. This research is cross-sectional; this sample is 50 athletes in an epidemiological study design that studies the relationship between athlete characteristics and recovery after sports injury. Based on statistical tests selected using chi-square with α = 0.05. Type of injury with lecture time 0.015 no relationship, Athlete age with lecture time 0.013 no relationship, Gender with lecture time 0.300 no relationship, Athlete nature with lecture time 0.001 no relationship, Training frequency with lecture time 0.348 no relationship, Length of competition with lecture time 0.050 no relationship, Player position with lecture time 0.297 no relationship, Playing techniques with lecture time 0.300 no relationship, Level of injury with lecture time 0.002 no relationship. This study concludes that there is a relationship between recovery time and age, athlete characteristics, and injury level. There is no relationship between recovery time and type of injury, gender, competition length, training frequency, player position, and playing techniques.
LATIHAN SPEEDCHUTE PARACHUTE BERPENGARUH TERHADAP KECEPATAN LARI ATLET SEKOLAH SEPAK BOLA (SSB) PUTRA BAHUREKSO KESESI Riyan Aref Muhtasim; Amin, Nur; Nilawati, Ika; Aristiyanto
Sports Collaboration Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Sports Collaboration Journal: Juni 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v3i1.3726

Abstract

The game of football is one of the most popular sports in the world that can be a golden opportunity to achieve an achievement or become a professional player. Physical condition is the main factor in playing football, therefore it requires speed and things that are closely related to speed are running, the process of getting the results of running with maximum speed is by training. One form of exercise to achieve optimal running speed is to run using a parachute. The purpose of this study was to analyze the effect of speed chute training on the running speed of athletes from the Football School (SSB) Putra Bahurekso Kesesi. The type of research used is a pseudo-experiment, which is designed to mimic a true experiment with a limited level of control with cross sectional design. The population in this study were adolescent boys aged between 15 to 17 years with a sample consisting of 15 adolescent athletes of SSB Putra Bahurekso Kesesi. The sampling technique was carried out by the total sampling method. With the research instrument used in the form of a meter, stopwatch, parachute, cone, and ball. Data analysis was performed using the IBM SPSS Statistics 22 program with univariate and bivariate analysis with paired sampel t-test. The results showed that there was an increase in average running speed of 4.4% with a p-value of 0.016 <0.05. The conclusion of this study is that there is an effect of training using a parachute speedchute on improving the running of Football School (SSB) athletes Putra Bahurekso Kesesi.   Abstrak Permainan sepak bola merupakan salah satu olahraga terpopuler di dunia yang dapat menjadi peluang emas untuk meraih suatu prestasi atau menjadi seorang pemain profesional. Kondisi fisik merupakan faktor utama dalam bermain sepak bola, maka dari itu dibutuhkan adanya suatu kecepatan dan hal yang erat kaitannya dengan kecepatan adalah lari, proses untuk mendapatkan hasil lari dengan kecepatan maksimal yaitu dengan latihan. Salah satu bentuk latihan untuk mencapai kecepatan lari yang optimal adalah dengan berlari menggunakan parasut. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian latihan speed chute terhadap kecepatan lari atlet dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Bahurekso Kesesi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu, yang dirancang untuk meniru eksperimen sejati dengan tingkat kontrol yang terbatas dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja laki-laki berusia antara 15 hingga 17 tahun dengan sampel yang terdiri dari 15 orang remaja atlet SSB Putra Bahurekso Kesesi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Dengan instrumen penelitian yang digunakan berupa meteran, stopwatch, parasut, cone, dan bola sepak. Analisis data dilakukan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan hasil kecepatan lari rata-rata sebesar 4,4% dengan hasil p-value 0,016 < 0,05. Simpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh latihan menggunakan speedchute parachute terhadap peningkatan lari atlet Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Bahurekso Kesesi.
PROFIL KONDISI FISIK ATLET WUSHU SASANA SATRIA PANDANARAN SEMARANG Arsyandi, Fiore Elang; Amin, Nur; Aristiyanto; Eko Setyawan, Fredy; Ratih Prestifa Herdinata, Guntur
Sports Collaboration Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Sports Collaboration Journal: Juni 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v3i1.3827

Abstract

Wushu is a sport that requires prime physical condition so that athletes can achieve achievements. Monitoring the physical condition of athletes is needed to determine the physical capacity of athletes and the effectiveness of the training program that has been implemented. This study aims to review the physical condition of athletes. This type of research is quantitative descriptive with a cross-sectional design. The sample in this study were all athletes of Sasana Satria Pandanaran Semarang totaling 8 people using the total sampling technique. The instruments used are as follows: arm muscle strength using the Grip Strength Dynamometer test, speed using the 30-meter running test, agility using the illionist agility test, balance using the stork stand test and endurance using the MFT (Multistage Fitness Test) test. The results of the study are as follows: Arm muscle strength obtained an average of 20.4 for the right arm and 17.5 for the left arm in the very poor category, 2) Speed ​​obtained an average of 5.92 in the very poor category, 3) Agility obtained an average of 18.8 in the poor category, 4) Balance obtained an average of 25 in the moderate category, 5) Endurance obtained an average of 51.3 in the good category. The Conclusion of this study were the physical condition of the Satria Pandanaran Semarang Wushu athletes is in the poor category.   Abstrak Olahraga wushu merupakan olahraga yang memrlukan kondisi fisik yang prima agar atlet mampu mendapatkan prestasi. Monitoring kondisi fisik atlet diperlukan guna mengetahui kapasitas fisik yang dimiliki atlet dan efektifitas program latihan yang telah dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kondisi fisik atlet. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan crossectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh atlet Sasana Satria Pandanaran Semarang yang berjumlah 8 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan sebagai berikut: kekuatan otot lengan menggunakan tes Grip Strength Dynamometer, kecepatan menggunakan tes lari 30 meter, kelincahan menggunakan tes illionist agility, keseimbangan menggunakan tes stork stand dan daya tahan menggunakan tes MFT (Multistage Fitness Test). Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Kekuatan otot lengan diperoleh rata-rata lengan kanan 20,4 dan lengan kiri 17,5 dalam kategori kurang sekali, 2) Kecepatan diperoleh rata-rata 5,92 dalam kategori kurang sekali, 3) Kelincahan diperoleh rata-rata 18,8 dalam kategori kurang, 4) Keseimbangan diperoleh rata-rata 25 dalam kategori sedang, 5) Daya tahan diperoleh rata-rata 51,3 dalam kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah secara umum, kondisi fisik atlet wushu Sasana Satria Pandanaran Semarang berada pada kategori kurang.
Pengenalan Olahraga Tradisional Gobak Sodor Untuk Meningkatkan Kekompakan Pada Siswa dan Siswi di MI Ma’arif Gogik Ungaran Maulana, Muhammad Ardan; Setiawan, Fredy Eko; Aristiyanto; Herdinata, Guntur R.P
Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/dinamis.v4i2.8374

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan permainan tradisional Gobak Sodor kepada siswa-siswi MI Ma’arif Gogik Ungaran sebagai upaya meningkatkan kekompakan. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung. Dalam sosialisasi, siswa diperkenalkan dengan sejarah, manfaat, dan aturan permainan Gobak Sodor. Pada pelatihan, siswa dipandu untuk memahami dan menguasai strategi permainan. Tahap praktik melibatkan pembagian siswa menjadi tim untuk mempraktikkan keterampilan yang telah diajarkan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa permainan ini efektif dalam meningkatkan kekompakan, kerjasama, dan kemampuan fisik siswa. Selain itu, siswa menjadi lebih antusias untuk melestarikan olahraga tradisional.
LATIHAN DRILL-SPIKE MEMBERIKAN PENGARUH TERHADAP HASIL KETEPATAN SMASH PADA ATLET UNIT KEGIATAN MAHASISWA BOLA VOLI UNIVERSITAS NGUDI WALUYO Imron, Bagas; Ika Nilawati; Aristiyanto; Nur Amin
Sports Collaboration Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Sports Collaboration Journal: Desember 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v2i2.3643

Abstract

The Volleyball is a team game played by six people, to drop the ball into the opponent's area starting with a serve. The basic technique that must be mastered in playing volleyball is the smash, which requires good mastery and precision, and can be developed through drill-spike training. Identify the existing problem that Ngudi Waluyo University Volleyball Student Activity Unit athletes in Smashing are still in the deficient category, which is supported by facts on the field. The research used a cross-sectional design. The type of study applied was the effect of drill-spike training on smash accuracy results in athletes from the Volleyball Student Activity Unit at Ngudi Waluyo University. The information obtained by researchers is in the form of Pre-test, Treatment, and Post-test. The instruments used in this study include, for drill-spike using a target tool, cone. Measurements were carried out 10 times drill-spike from each athlete in 12 meetings, then the data obtained were recorded by the researcher according to the data obtained. For the accuracy of the smash, data collection was carried out by smashing 5 times for each athlete with a predetermined target. The results of the research showed that the smash accuracy of athletes from the Volleyball Student Activity Unit at Ngudi Waluyo University in the initial test (pre-test) had an average accuracy result of 6.9500. After being given treatment in the form of Drill-spike training (post-test), there was an increase in smash accuracy results with an average of 18.1500, and there was an increase in smash accuracy of 161.1%. This conclusion is based on the results of the T–Test which shows the Sig value. (2-tailed) of .000 < 0.05 which means there is an influence. This indicates that H0 is rejected, and H1 is accepted at the 95% confidence level.   Abstrak Bola Voli merupakan jenis permainan tim yang dimainkan oleh enam orang, dengan tujuan menjatuhkan bola ke area lawan yang dimulai melalui pukulan servis. Teknik dasar yang harus dikuasai dalam permainan bola voli adalah smash, yang memerlukan penguasaan serta ketepatan yang baik, yang dapat dikembangkan melalui latihan drill–spike. Identifikasi masalah yang ada bahwa Atlet Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Voli Universitas Ngudi Waluyo dalam melakukan smash masih dalam kategori kurang, yang didukung dengan fakta di lapangan. Penelitian menggunakan desain crosssectional, Jenis studi yang diterapkan yaitu pengaruh latihan drill-spike terhadap hasil ketepatan smash pada atlet Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Voli Universitas Ngudi Waluyo. Pengumpulan informasi yang diperoleh peneliti berupa pre–test, treatment, dan post–test. instrumen dalam penelitian ini menggunakan dalam penelitian ini antara lain, untuk drill-spike menggunakan alat target sasaran, cone. Pengukuran dilakukan sebanyak 10 kali drill–spike dari setiap atlet dalam 12 kali pertemuan, kemudian data yang diperoleh dicatat oleh peneliti sesuai dengan data yang diperolehnya. Untuk ketepatan smash pengambilan data dilakukan dengan melakukan smash sebanyak 5 kali setiap atlet dengan target sasaran yang sudah di tentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan smash pada atlet Unit Kegiatan Mahasiswa Bola Voli Universitas Ngudi Waluyo tes awal (pre–test) memiliki hasil ketepatan dengan rata–rata 6.9500. Setelah diberikan treatmen berupa latihan drill–spike (post–test) terdapat peningkatan hasil ketepatan smash dengan rata–rata 18.1500, dan terjadi peningkatan ketepatan smash sebesar 161.1%. Kesimpulan ini didasarkan pada hasil Uji T–Test yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar .000 < 0.05 yang berarti terdapat pengaruh. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak, dan H1 diterima pada tingkat kepercayaan 95%.
LATIHAN ABC RUNNING BERPENGARUH TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI ATLET KARATE INKANAS KABUPATEN JEPARA Wawan Agus Budiawan; Amin, Nur; Aristiyanto; Nilawati, Ika
Sports Collaboration Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Sports Collaboration Journal: Desember 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v3i2.3805

Abstract

Self-defense is a form of one's self-defense or a way for someone to defend themselves from anything that they feel threatens one's personal safety. With the development of the times, self-defense itself has developed into an activity that can make the body healthy, namely karate self-defense, one of which is found in Inkanas, Jepara Regency. The aim of this research was to find out whether ABC running training had an effect on the leg muscle power of Inkanas karate athletes in Jepara district. The research used a total sample of 15 people with the sampling technique being total sampling. The research uses quantitative methods with a quasi-experimental design. The instruments in this research consist of scale boards, chalk, paper, whistles, cones and markers with the collection of information obtained by researchers in the form of pre-test, treatment, and post-test. The results of the research showed that the leg muscle power of Jepara Regency Inkanas Karate Athletes during the pre-test had an average leg muscle power result of 43.93. After being given treatment in the form of ABC Running exercises, the post-test showed an increase with an average of 62.46, and there was an increase in leg muscle power by 42.1%. This conclusion is supported by the results of the T - test which shows the Sig value. (2-tailed) of .000 < 0.05. This shows that there is a significant influence, so that H0 is rejected, and H1 is accepted at the 95% confidence level.   Abstrak Bela diri merupakan salah satu bentuk pertahanan diri seseorang atau sebagai cara seseorang untuk mempertahankan diri dari segala sesuatu yang dirasa mengancam keselamatan diri seseorang. Dengan perkembangan zaman, bela diri sendiri berkembang menjadi sebuah aktivitas yang dapat menyehatkan tubuh yaitu bela diri karate yang salah satunya terdapat di Inkanas Kabupaten Jepara. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah latihan abc running berpengaruh terhadap power otot tungkai atlet karate inkanas kabupaten jepara, Dalam penelitian menggunakan total sampel berjumlah 15 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Penelitian meggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi exsperimental design), instrumen dalam penelitian ini terdiri dari papan skala, kapur, kertas, peluit, cone dan marker dengan pengumpulan informasi yang diperoleh peneliti berupa pree - test, treatment, danpPost - test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa power otot tungkai Atlet Karate Inkanas Kabupaten Jepara pada saat pree - test memiliki hasil power otot tungkai dengan rata - rata 43.93. Setelah diberikan perlakuan berupa latihan ABC Running, post - test menunjukkan peningkatan dengan rata - rata 62.46, dan terjadi peningkatan power otot tungkai sebesar 42,1%. Kesimpulan ini didukung oleh hasil Uji T - test yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar .000 < 0.05. hal ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan, sehingga H0 ditolak, dan H1 diterima pada tingkat kepercayaan 95%.  
STATUS GIZI TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN KEKUATAN OTOT LENGAN ATLET WUSHU SASANA SATRIA PANDANARAN SEMARANG Assidqi, Affan; Amin, Nur; Nilawati, Ika; Aristiyanto
Sports Collaboration Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Sports Collaboration Journal: Desember 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v3i2.3890

Abstract

Wushu is a competitive martial art originating from China. Good physical condition is crucial for athletes' performance in competitions. Athletes need to be in good and prime physical condition to face a competition so they can achieve success in championships. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and arm muscle strength of wushu athletes at the Satria Pandanaran University in Semarang. This study was a quantitative descriptive study. It was a descriptive correlational study with a cross-sectional approach. The sample in this study was eight wushu athletes at the Satria Pandanaran University in Semarang, using a total sampling technique. The instruments used were a scale to determine body weight, a microtoice to measure height, and a handgrip dynamometer to measure arm muscle strength. The results showed no significant relationship between nutritional status and arm muscle strength. The results showed that the right arm muscle strength (p=0.710) and the left arm muscle strength (p=0.308) were stronger. The conclusion of this study is that nutritional status is not related to the arm muscle strength of wushu athletes.   Abstrak Wushu adalah olahraga beladiri prestasi yang berasal dari cina Kondisi fisik yang baik merupakan penunjang prestasi bagi atlet dalam bertanding. Atlet memerlukan kondisi fisik yang baik dan prima dalam menghadapi suatu pertandingan sehingga dapat meraih prestasi ketika mengikuti kejuaraan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kekuatan otot lengan atlet wushu Sasana Satria Pandanaran Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian merupakan penelitian descriptive correlational dengan pendekatan cross-secsional. Sampel dalam penelitian ini adalah 8 atlet wushu Sasana Satria Pandanaran Semarang dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah timbangan untuk mengetahui berat badan, microtoice untuk mengukur tinggi badan dan handgrip dynamometer untuk mengukur kekuatan otot lengan. hasil penelitian menunjukkan  tidak adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kekuatan otot lengan hasil menunjukkan bahwa otot lengan kanan (p=0,710), otot lengan kiri (p=0,308). Kesimpulan dalam penelitian ini status gizi tidak berhubungan dengan kekuatan otot lengan atlet wushu.
Pelatihan Teknik Dasar Bulutangkis bagi Anggota PB Squad Pringsari kab. Semarang (Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Bermain Bulutangkis) Ilham Sthepanus Zai; Fredy Eko Setiawan; Aristiyanto; Guntur R.P Herdinata
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digemari masyarakat Indonesia, baik sebagai kegiatan rekreasi maupun kompetitif. Namun, pada tingkat komunitas seperti PB Squad Pringsari, masih banyak pemain yang belum memahami teknik dasar dengan benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknik dasar bulutangkis melalui kegiatan coaching clinic. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 32 anggota PB Squad Pringsari berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta dari kategori “kurang” (44%) sebelum pelatihan menjadi “baik” (87,5%) sesudah pelatihan. Antusiasme peserta juga tinggi dengan tingkat kehadiran 90%. Kesimpulannya, pelatihan coaching clinic terbukti efektif meningkatkan kemampuan dasar bermain bulutangkis dan dapat menjadi strategi pembinaan olahraga di tingkat komunitas