Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Islam Sebagai Sarana Penanaman Nilai Hukum Islam di MAS YPI Batang Kuis Orlando, Galih; Darajat, Mulkan; Febriani, Budi; Mulyani Batubara, Monica; Hasanah Lubis, Leli
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Islam sebagai sarana penanaman nilai hukum Islam di MAS YPI Batang Kuis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Islam di madrasah ini telah berjalan dengan baik melalui pendekatan integratif, di mana nilai hukum Islam diajarkan tidak hanya dalam mata pelajaran Fiqih, tetapi juga dalam Akidah Akhlak dan Al-Qur'an Hadis. Metode pembelajaran yang diterapkan, seperti diskusi, studi kasus, dan pembelajaran berbasis proyek, terbukti meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam memahami hukum Islam. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam proses pembelajaran, di antaranya perbedaan latar belakang pemahaman siswa, kurangnya keterlibatan lingkungan keluarga, serta keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi inovatif, seperti optimalisasi penggunaan teknologi digital dan peningkatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, untuk mendukung efektivitas pembelajaran hukum Islam. Dengan perbaikan dalam aspek-aspek tersebut, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami hukum Islam secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari karakter dan kebiasaan mereka.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kepedulian Terhadap Pelestarian Lingkungan pada Generasi Muda Sagala, Ahmad Habin; Orlando, Galih; Syawaluddin, Fauzi Ahmad; Siregar, Jailani Syahputra; Yana, Rendi Fitra
Jurnal Sains Riset Vol 14, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v14i1.2473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pada generasi muda. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada urgensi mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam pendidikan lingkungan untuk menjawab tantangan ekologi yang semakin mendesak. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah: Bagaimana Pendidikan Agama Islam dapat berkontribusi dalam membentuk sikap dan tindakan ramah lingkungan pada generasi muda? Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap siswa sekolah menengah di beberapa lembaga pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler dapat secara signifikan meningkatkan kesadaran dan tindakan pro-lingkungan di kalangan siswa. Temuan ini diperkuat dengan adanya peningkatan aktivitas siswa dalam program-program pelestarian lingkungan seperti penghijauan dan pengelolaan sampah. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki potensi besar dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, melalui pendekatan holistik yang menggabungkan aspek spiritual dan praktis dalam pendidikan. Penulis berargumen bahwa penguatan kurikulum PAI dengan muatan lingkungan dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung keberlanjutan ekologi di masa depan.Kata kunci: Pendidikan Agama Islam; Kepedulian Lingkungan; Generasi Muda; Pelestarian Lingkungan; Kurikulum.
Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Islam Sebagai Sarana Penanaman Nilai Hukum Islam di MAS YPI Batang Kuis Orlando, Galih; Darajat, Mulkan; Febriani, Budi; Mulyani Batubara, Monica; Hasanah Lubis, Leli
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Islam sebagai sarana penanaman nilai hukum Islam di MAS YPI Batang Kuis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Islam di madrasah ini telah berjalan dengan baik melalui pendekatan integratif, di mana nilai hukum Islam diajarkan tidak hanya dalam mata pelajaran Fiqih, tetapi juga dalam Akidah Akhlak dan Al-Qur'an Hadis. Metode pembelajaran yang diterapkan, seperti diskusi, studi kasus, dan pembelajaran berbasis proyek, terbukti meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam memahami hukum Islam. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam proses pembelajaran, di antaranya perbedaan latar belakang pemahaman siswa, kurangnya keterlibatan lingkungan keluarga, serta keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi inovatif, seperti optimalisasi penggunaan teknologi digital dan peningkatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, untuk mendukung efektivitas pembelajaran hukum Islam. Dengan perbaikan dalam aspek-aspek tersebut, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami hukum Islam secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari karakter dan kebiasaan mereka.
Operationalizing Zakat as A Social Welfare Instrument: A Normative–Sociological Analysis of Pancasila Values in Indonesia Orlando, Galih; Sebyar, Muhamad Hasan; Irham, M. Iqbal; Asmuni, Asmuni
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 29, No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v29i2.9275

Abstract

Zakat, as a central pillar of Islamic socio-economic justice, serves not only as a religious obligation but also as a mechanism for redistributing wealth and promoting social welfare. In Indonesia, where Pancasila functions as the national ideology and moral compass of development, the implementation of zakat reflects a convergence between faith-based ethics and state-based welfare ideals. This study examines zakat as a social welfare instrument that operationalizes the philosophical values of Pancasila within Indonesia’s pluralistic welfare system. While existing studies largely focus on the economic or administrative dimensions of zakat, this research contributes by conceptualizing zakat as an ideological and ethical mechanism that bridges Islamic moral economy and state-based welfare principles. Employing a qualitative normative–sociological approach, the study analyzes Islamic legal sources, national zakat regulations, particularly Law No. 23 of 2011 on Zakat Management, and institutional practices of the National Zakat Agency (BAZNAS) through document analysis and institutional interpretation. The findings demonstrate that zakat implementation in Indonesia embodies Pancasila values through three integrative dimensions: spiritual justice grounded in belief in One Almighty God, social solidarity reflecting humanitarian and communal ethics, and distributive justice aligned with the fifth principle of Pancasila—social justice for all Indonesian people. This study argues that the zakat–Pancasila nexus offers an inclusive and ethically grounded welfare model, providing both theoretical insights for Islamic legal studies and practical implications for public welfare governance in Indonesia. Zakat, sebagai salah satu pilar utama keadilan sosial-ekonomi Islam, tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga sebagai mekanisme redistribusi kekayaan dan peningkatan kesejahteraan sosial. Di Indonesia, di mana Pancasila berfungsi sebagai ideologi nasional sekaligus pedoman moral pembangunan, pelaksanaan zakat mencerminkan titik temu antara etika berbasis keagamaan dan cita-cita kesejahteraan yang dibangun oleh negara. Penelitian ini mengkaji zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial yang mengoperasionalkan nilai-nilai filosofis Pancasila dalam sistem kesejahteraan Indonesia yang bersifat pluralistik. Sementara penelitian-penelitian sebelumnya umumnya menitikberatkan pada dimensi ekonomi atau administratif zakat, studi ini memberikan kontribusi dengan memposisikan zakat sebagai mekanisme ideologis dan etis yang menjembatani ekonomi moral Islam dengan prinsip-prinsip kesejahteraan berbasis negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif–sosiologis dengan menganalisis sumber-sumber hukum Islam, regulasi nasional tentang zakat—khususnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, serta praktik kelembagaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui analisis dokumen dan interpretasi institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi zakat di Indonesia merefleksikan nilai-nilai Pancasila melalui tiga dimensi integratif, yaitu: keadilan spiritual yang berlandaskan pada Ketuhanan Yang Maha Esa, solidaritas sosial yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan, serta keadilan distributif yang selaras dengan sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Penelitian ini menegaskan bahwa relasi zakat dan Pancasila menawarkan model kesejahteraan yang inklusif dan berlandaskan etika, sekaligus memberikan kontribusi teoretis bagi kajian hukum Islam serta implikasi praktis bagi tata kelola kesejahteraan publik di Indonesia