Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL ™ III DI WILAYAH KERJA PUSKEMAS GUNUNG SINDUR, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT TAHUN 2022 Jubaedah, Ade; Romaulina Sipayung; Silvia Yolanda; Susi Apriani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i3.1477

Abstract

Angka kematian ibu (AKI ) sering terjadi dari masa kehamilan hingga masa nifas (42 hari pasca kelahiran) yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan kehamilan, persalinan maupun masa nifas atau pengelolaannya. Di Indonesia angka kematian ibu cukup tinggi hingga mencapai 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2016). Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator yang mencerminkan risiko yang dialami ibu selama masa kehamilan sampai dengan paska persalinan yang 2 biasanya terjadi keterlambatan mengenal tanda bahaya dan pengambilan keputusan (Kemenkes RI, 2014). Melakukan penyuluhan tentang tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil ™ III di wilayah kerja puskesmas gunung sindur tahun 2022. Pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan pada 10 September 2022. Dimana dosen dan mahasiswa melakukan Penyuluhan tentang tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil ™ III di wilayah kerja puskemas gunung sindur tahun 2022 untuk menambah pengetahuan ibu hamil TM III tentang tanda bahaya kehamilan,, pengabdian masyarakat dihadiri oleh 16 ibu hamil dengan TM III. Semua peserta, dosen dan mahasiswa bersemangat mengikuti kegiatan ini dan kegiatan berjalan dengan lancar.Hasil yang didapatkan tingginya minat masyarakat dalam mengikuti kegiatan Penyuluhan tentang tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil ™ III di wilayah kerja puskemas gunung sindur tahun 2022.
PENYULUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARUNG TAHUN 2023 Jubaedah, Ade; Tita Oktya; Vita Pratiwi; Agista Tajkia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i3.1478

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpenting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi (Mufdlilah, 2009). Dengan ANC perkembangan kondisi ibu hamil setiap saat akan terpantau dengan baik dan pengetahuan tentang persiapan melahirkan akan bertambah. Cakupan cakupan (K4) mengalami fluktuasi dari tahun 2007 sebesar 87,05% meningkat menjadi 90,14% di tahun 2008, dan 93,39% pada tahun 2009 tetapi terjadi sedikit penurunan di tahun 2010 yaitu 92,04%, yang mana masih dibawah target pencapaian tahun 2015 yaitu 95%. Pemanfaatan pelayanan ANC oleh sejumlah ibu hamil di Indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang sudah ditetapkan. Hal ini cenderung akan menyulitkan tenaga kesehatan dalam melakukan pembinaan pemeliharaan kesehatan ibu hamil secara teratur dan menyeluruh, termasuk deteksi dini terhadap faktor risiko kehamilan yang penting untuk segera ditangani. Melakukan penyuluhan tentang tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil ™ III di wilayah kerja puskesmas gunung sindur tahun 2023. Pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan pada 10 Maret 2023. Dimana dosen dan mahasiswa melakukan Penyuluhan tentang tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil ™ III di wilayah kerja puskemas gunung sindur tahun 2023 untuk menambah pengetahuan ibu hamil TM III tentang tanda bahaya kehamilan,, pengabdian masyarakat dihadiri oleh 13 ibu hamil dengan TM III. Semua peserta, dosen dan mahasiswa bersemangat mengikuti kegiatan ini dan kegiatan berjalan dengan lancar. Hasil yang didapatkan tingginya minat masyarakat dalam mengikuti kegiatan Penyuluhan tentang tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil ™ III di wilayah kerja puskemas gunung sindur tahun 2023.
Effect of modified early obstetric warning system (MEOWS) on mode of delivery and neonatal outcomes Herlina, Nina; Taufik, Afifah; Ekowati , Erik; Jubaedah, Ade; Astuti, Mozha Desri Puji
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol. 21 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jkk.4094

Abstract

Delayed management of obstetric complications increases maternal and neonatal mortality rates. The Modified Obstetric Early Warning System (MEOWS) facilitates early detection, determines safe delivery, and improves neonatal outcomes, especially when combined with obstetric factors. This study aims to analyze the effect of MEOWS implementation on the delivery mode and neonatal outcomes, both individually and in combination with obstetric factors. This study used an observational analytical method with a cross-sectional design. Data were collected from the medical records of 281 patients who gave birth at Bhayangkara Brimob Hospital in 2024. Sampling used probability sampling with proportional stratified random sampling. The independent variable was MEOWS, the dependent variables were delivery mode and neonatal outcomes, while obstetric factors were considered confounding variables. Bivariate analysis used chi-square and Fisher's exact tests. Multivariate analysis used binary logistic regression. Bivariate results: MEOWS was linked significantly to neonatal outcomes, but not with delivery mode. Multivariate analysis: MEOWS had no significant effect on delivery mode and neonatal outcomes (p>0.05). Delivery Mode was significantly associated with parity (p = 0.012; OR 2.073) and history of previous delivery (p < 0.001; OR = 4.858). Meanwhile, neonatal outcomes were significantly associated with gestational age and parity (p<0.05; OR 45.49 vs OR 0.171). The application of MEOWS combined with obstetric factors improves the prediction of complications, guides clinical decisions, reduces unnecessary interventions, and contributes to better outcomes. Further research is recommended to develop an integrated risk prediction model to improve the accuracy of assessment and enhance safety for both mothers and newborns.