Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Microbe-Lift dan Waktu Tinggal Terhadap Nilai pH, Total Solid, dan Oil And Grease Pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawi Syafrinal; Futeri, Renny; Pevi Riani; M.Ikhlas Armin; Melysa Putri; Nur Azani
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 8 No. 1 (2024): Environmental pollution on Human Health and Environment, Management Technology
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v8i1.670

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit, atau Palm Oil Mill Effluent (POME), umumnya dianggap sebagai limbah yang berbahaya. Terdapat beberapa parameter yang bisa diuji pada limbah cair pabrik kelapa sawit seperti pH, Total Solid dan Oil and Grease. Salah satu upaya untuk dapat mengurangi tingkat pencemaran pada limbah cair pabrik kelapa sawit adalah dengan cara biodegradasi menggunakan mikroorganisme seperti Microbe-Lift. Perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Microbe-Lift dan waktu tinggal terhadap Nilai pH, Total Solid, dan Oil and Grease Pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit. Dimasukkan 500 ml sampel limbah pada 6  gelas piala dan ditambahkan masing- masing Mikrobe-Lift kedalam sampel 6 gelas piala tersebut dengan konsentrasi 0,00%; 0,10%; 0,20%; 0,30%; 0,40%; dan 0,50%. Kemudian diukur pH dengan mengunakan pH meter, Total Solid dan Oil and Grease dengan metode gravimetri. Pengujian ini dilakukan sampai hari ke-15. hasil pengukuran pH menunjukan kenaikan  hingga hari ke -15 disebabkan penguraian asam organik oleh Mikrobe-Lift. Setiap hari terjadi penurunan nilai Total Solid dan Oil and Grease sampai hari ke-15. Nilai Total Solid dan Oil and Grease sebelum penambahan Microbe-Lift adalah 6850 mg/L dan 15040 mg/L. Setelah 15 hari diperoleh Nilai Total Solid dan Oil and Grease paling rendah pada konsentrasi Microbe-Lift 0,50% sebesar 3900 mg/L dan 2900 mg/L, terjadi penurunan masing – masing 43% dan 80,71%. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi Mikrobe-Lift dan semakin lama waktu tinggal maka  pH larutan akan semakin tinggi dan nilai Total Solid dan Oil and Grease limbah cair pabrik kelapa sawit akan semakin berkurang.
PENENTUAN NILAI COLOUR GULA PRODUK PADA UNIT LUMP SEPARATOR DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER VISIBLE DAN REFRAKTOMETER Pevi Riani; Diana Triyanti Gultom
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula rafinasi merupakan gula yang diproduksi dari bahan baku gula mentah/raw sugar melalui proses rafinasi guna memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman. Bahan baku yang digunakan didatangkan dengan mengimpor dari negara penghasil raw sugar yaitu Australia, Brazil, Thailand. Pengendalian mutu dilakukan sejak kedatangan bahan tersebut sehingga bahan yang diterima hanyalah bahan yang memenuhi syarat mutu. Pengendalian proses yang paling penting pada proses pengolahan gula rafinasi yaitu pada saat proses dekolorisasi. Pada penentuan nilai colour metoda yang digunakan yaitu spektrofotometri visible untuk menentukan nilai absorban dan refraktrometri untuk menentukan nilai % brix. Berdasarkan dari hasil penentuan yang telah dilakukan di PT. Medan Sugar Industry diperoleh rata-rata nilai colour gula produk R1 adalah 11,1 IU, nilai colour gula produk R2 adalah 23,5 IU, nilai colour gula produk R3 adalah 33,2 IU, serta nilai colour gula produk R4 yaitu 39,6 IU, jika dibandingkan dengan standar mutu yang digunakan maka nilai colour gula produk tersebut telah memenuhi standar. Standar mutu yang digunakan yaitu ICUMSA (International Commision for Uniform Methods of Sugar Analysis) dengan satuan IU (ICUMSA Unit) dan pengujian produk gula rafinasi berpedoman kepada SNI.01.3140.2-2011.A.6 mengenai syarat mutu gula kristal rafinasi dimana grade A yaitu ≤ 45 IU dan grade B yaitu 45 - 80 IU.
PENGARUH PENAMBAHAN NATRIUM HIPOKLORIT (NaOCl) TERHADAP MIKROBA PADA AIR LIMBAH DENGAN METODE MEMBRANE FILTER Pevi Riani; Hijratul Hidayana
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan natrium hipoklorit (NaOCl) terhadap jumlah koloni bakteri E. coli dan Total Coliform pada air limbah industri dengan menggunakan membrane filter. Pada tahap pengujian, air limbah yang telah dipreparasi ditambahkan dengan NaOCl dengan variasi konsentrasi 0;0.5;1;1.5;2;3;4;5 ppm. Pompa vakum dan membran filter ditempatkan di laminar air flow dan dilakukan proses filtrasi. Kertas membran hasil filtrasi ditempatkan ke dalam cawan petri yang berisi media agar CCA kemudian diinkubasi selama 24-48 jam pada temperatur 35oC dengan posisi cawan petri terbalik. Koloni berwarna pink kemerahan menunjukkan koloni bakteri Coliform, sedangkan koloni berwarna biru tua atau violet adalah koloni bakteri Escherichia coli. Hasil pengujian didapatkan jumlah bakteri E. coli pada konsentrasi NaOCl 0 ppm sampai 5 ppm yaitu 0 cfu/100 mL dan pada Total Coliform didapatkan pada konsentrasi NaOCl 0;0,5;1;1,5;2;3;4 dan 5 ppm adalah TBUD (Tidak Bisa Untuk Dihitung), 96;74;53;31;19;3 dan 0 cfu/100 mL.