Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Etika Politik Islam dalam Pemerintahan Nurul Azisah Syahrani Haris; Andi Muh Reza Caecar Arfan; Andi Muhammad Aflah; Kurniati Kurniati
Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum Vol. 2 No. 3 (2024): September : Jurnal Publikasi Ilmu Hukum
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/deposisi.v2i3.3829

Abstract

Ethics is a field of philosophy that discusses the moral principles that govern humanbehavior, while politics deals with decision-making and the management of power in society. In Islam, political ethics is a concept that regulates human relationships in the political world.Islamic political ethics consists of a collection of moral values and principles that should guide everyone involved in political activities, both as citizens and leaders. Islamic political ethics has a strong relevance in the context of politics and governance. The moral values in Islam can serve as guidelines for leaders and citizens in building a better society. Despite the challenges faced, ongoing efforts to implement Islamic political ethics are considered essential in building an ideal and ethical government. It is important to build a just, prosperous, and moral society through the application of Islamic political ethics, which includes principles such as justice,equality, democracy, deliberation, freedom, and respect for the rights of others. In addition, this journal reviews the methods Ali Shari'ati used to make his assertions about the importance of Islam as a basic political ethic. A just, moral, and prosperous government can be achieved through the application of Islamic political ethics. Political ethics is not a convoluted system, but rather a number of noble values that are in line with the principles of Islam.
Politik Uang Dalam Pilkada Kabupaten Wajo: Analisis Etika Pemilih Dan Calon Pemimpin Menurut Siyasah Syariah Andi Muh Reza Caecar Arfan; Andi Tenripadang; Kiljamilawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4659

Abstract

Praktik pembelian suara masih menjadi masalah serius dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Wajo dan berpotensi merusak kualitas demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, penyebab, dampak, serta perspektif etika politik Islam terkait praktik politik uang dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Wajo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik politik uang di Kabupaten Wajo dipengaruhi oleh faktor ekonomi masyarakat, budaya patronase yang mendalam, dan kesadaran politik yang rendah. Politik uang digunakan dalam berbagai cara, seperti memberikan uang tunai selama serangan dini hari, mendistribusikan barang-barang makanan, dan menyediakan layanan transportasi oleh tim kampanye resmi atau jaringan informal. Beberapa orang melihat praktik ini sebagai berkah sementara, sehingga sulit untuk menolaknya. Dampak politik uang sangat besar, termasuk penurunan legitimasi pemimpin terpilih, peningkatan kemungkinan korupsi, dan meningkatnya apatisme, terutama di kalangan pemuda. Dari perspektif etika politik Islam, uang politik dianggap sebagai riba (bunga) dan dilarang karena suara adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Penelitian ini menyoroti pentingnya penegakan hukum yang konsisten, pendidikan politik yang berkelanjutan, penguatan nilai-nilai agama, dan pemberdayaan ekosistem.