Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif dimana terjadi peningkatan tekanan darah diatas normal yang terjadi secara bertahap dan bisa memburuk seiring waktu. Kayu bajakah kalalawit (Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb) banyak digunakan secara empiris sebagai salah obat antihipertensi, mengandung antioksidan seperti flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas variasi dosis ekstrak kayu bajakah kalalawit terhadap tekanan darah pada mencit jantan yang diinduksi dengan monosodium glutamate (MSG) 8 mg selama 14 hari. penelitian ini menggunakan hewan coba mencit putih jantan galur swiss yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif (captopril 25 mg), dosis 1 (56 mg/grBB) dan dosis 2 (112 mg/grBB). Tekanan darah hewan diukur menggunakan  sphygmomanometer sebelum induksi H-0, setelah induksi H-14 dan setelah pemberian ekstrak H-17. Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ekstrak kayu bajakah kalalawit tidak berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada mencit, namun pada data persentase dari rata-rata pengukuran tekanan darah menunjukkan ekstrak bajakah kalalawit dengan dosis 56 mg dan 112 mg mampu menurunkan tekanan darah, dimana hasil pengukuran tekanan darah tidak berbeda jauh antara dosis 2 dengan kontrol positif. Flavonoid pada bajakah kalalawit yaitu katekin dan quarcetin yang bekerja dengan cara menghambat proses terbentuknya angiotensin I menjadi angiotensin II. Kesimpulannya pemberian ekstrak bajakah kalalawit pada dosis 56 mg dan 112 mg yang diberikan pada mencit hipertensi menunjukkan potensi sebagai antihipertensi.