Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Biaya terhadap Pengaruh Penggunaan Limbah Marmer dan Abu Sekam Padi pada Beton Geopolimer Desimaliana, Erma; Shima, Ratih Dewi; Musyaffa, Fathan
Journal of Sustainable Construction Vol 3 No 2 (2024): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v3i2.7905

Abstract

Mortar geopolimer merupakan alternatif mortar konvensional yang mengandalkan reaksi pengikatan terhadap senyawa silikat alumina anorganik dengan material fly ash. Harga dan komposisi material fly ash sangat mempengaruhi nilai biaya produksi serta kualitas mortar geopolimer di Indonesia. Oleh karena itu, komposisi material fly ash pada campuran mortar geopolimer perlu dikembangkan dengan teknologi substitusi material pozzolan hasil limbah lainnya untuk mengurangi biaya produksi yang masif. Penelitian secara eksperimental di laboratorium ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi per m3 mortar geopolimer dengan subsitusi limbah marmer (LM) dan abu sekam padi (ASP) terhadap fly ash (FA) sebagai binder yang mencapai kekuatan tekan mortar konvensional tipe M sekitar 17 MPa. Variasi substitusi parsial LM dan ASP terhadap FA yaitu 0%:0%:100%; 5%:5%:90%; 10%:10%:80% dan 15%:15%:70%. Pengujian kekuatan tekan mortar dilakukan pada usia 28 hari, dengan benda uji berukuran 50 mm x 50 mm  x 50 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar kadar substitusi parsial LM dan ASP terhadap FA ternyata kekuatan tekan mortar geopolimer mengalami penurunan tetapi masih melebihi kekuatan tekan mortar konvensional tipe M. Dari segi biaya produksi, semakin besar kadar substitusi parsial LM dan ASP terhadap FA ternyata mampu mengurangi total biaya produksi mortar geopolimer konvensional. Maka, LM dan ASP dapat direkomendasikan sebagai material alternatif substitusi FA dalam komposisi campuran mortar geopolimer dan diaplikasikan pada proyek infrastuktur di Indonesia.
Analisis Serbuk Cangkang Kerang Sebagai Subtitusi Binder Terhadap Campuran Mortar Geopolimer Desimaliana, Erma; Ma'aruf, Asep Rahmat; Shima, Ratih Dewi
Journal of Sustainable Construction Vol 4 No 2 (2025): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v4i2.9258

Abstract

Serbuk cangkang kerang dapat dijadikan material substitusi binder dalam campuran mortar geopolimer karena memiliki kandungan senyawa kimia pozzolan yaitu kapur (CaO), alumunium oksida (Al) dan silika (Si). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serbuk cangkang kerang sebagai substitusi binder terhadap kuat tekan mortar geopolimer. Persentase substitusi serbuk cangkang kerang terhadap fly ash sebesar 0%, 20%, 40% dan 60%. Sampel uji mortar geopolimer berbentuk kubus 5 cm x 5 cm x 5 cm. Uji kuat tekan mortar geopolimer dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Dari hasil uji kuat tekan rata-rata mortar geopolimer diperoleh nilai maksimal sebesar 30,86 MPa pada subsitusi serbuk cangkang kerang dengan persentase 20% pada umur 28 hari. Semakin tinggi persentase substitusi cangkang kerang dalam campuran mortar geopolimer, maka kuat tekan rata-rata mortar geopolimer akan mengalami penurunan. Akan tetapi kuat tekan rata-rata seluruh variasi masih mencapai kuat tekan mortar tipe M di atas 17,16 MPa sesuai ASTM C270, sehingga serbuk cangkang kerang dapat direkomendasikan sebagai alternatif material konstruksi ramah lingkungan dan berkelanjutan serta diaplikasikan pada bangunan sebagai elemen dinding bata bertulang. 
Analisis Perbaikan Produktivitas Pemasangan Dinding Bata Ringan dengan MPDM pada Proyek Pembangunan Apartemen X Kota Bandung Shima, Ratih Dewi; Desimaliana, Erma; Farrosi, M. Adryan Arif; Santoso, Nur Diyanti
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 3: November 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i3.219

Abstract

ABSTRAKPembangunan hunian dengan jenis bangunan bertingkat tinggi membutuhkan jumlah partisi dinding yang cukup banyak, dengan pasangan batu bata yang ringan dan kokoh. Pemasangan dinding bata ringan relatif lebih mudah dikerjakan ketimbang dinding bata merah biasa, namun memerlukan presisi keahlian yang tinggi. Kajian ini membandingkan nilai produktivitas pemasangan bata ringan dengan menganalisis ruang pergerakan dan kekosongan waktu pekerja menggunakan Crew Balance Chart dan Perhitungan Nilai Labour Utilization Factor (LUF), serta memberikan solusi perbaikan terhadap alur produktivitas pemasangan bata ringan berdasarkan studi kasus proyek Apartemen PT X di Kota Bandung. Pengambilan data menggunakan metode pengamatan rekaman video dan time studies. Kesimpulan yang diperoleh, ditemukan bahwa metode pemasangan bata ringan di Apartemen PT. X memerlukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas produksi dengan menggeser beberapa kegiatan beberapa menit lebih awal pada laden.Kata kunci: produktivitas, konstruksi, MPDM, time studies, cycle chart, crew balance chart ABSTRACTThe construction of high-rise residential buildings necessitates substantial wall partitions utilizing lightweight yet robust brick masonry. Although lightweight brick installation is more straightforward than conventional red brick masonry, it demands high precision and expertise. This study evaluates the productivity of lightweight brick installation by analyzing worker movement patterns and idle time through Crew Balance Chart analysis and Labour Utilization Factor (LUF) calculations. Based on a case study at the PT X Apartment project in Bandung City, the research proposes workflow optimization strategies for lightweight brick installation. Data acquisition was conducted through video recording observation and time studies. The findings indicate that the installation methodology requires procedural refinements to enhance production effectiveness by advancing the commencement of several activities during the laden phase. These improvements aim to minimize worker idle time and optimize crew balance, thereby increasing overall productivity in lightweight brick wall installation operations.Keywords: construction, productivity, MPDM, time studies, cycle chart, crew balance chart 
STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER AKIBAT PENGARUH LIMBAH ABU TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BINDER Desimaliana, Erma; Shima, Ratih Dewi
Surya Teknika Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Surya Teknika Volume 2 Nomor 2 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v2i1.10289

Abstract

Sebagai salah satu material konstruksi alternatif yang banyak digunakan saat ini, pemanfaatan limbah abu tempurung kelapa (ATK) semakin dioptimalkan. Salah satu upaya yaitu dengan geopolimer, sehingga diperoleh mortar tanpa semen yang diinginkan. Akan tetapi, pemanfaatan limbah ATK sebagai substitusi parsial fly ash (FA) dalam campuran mortar geopolimer masih belum diteliti sehingga perlu untuk mencari kadar substitusi limbah ATK yang paling optimum untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kuat tekan mortar geopolimer yang paling maksimum pada umur 7, 14 dan 28 hari dari 3 variasi kadar substitusi parsial limbah ATK terhadap FA. Variasi kadar substitusi limbah ATK terhadap FA meliputi 100%FA:0%ATK, 90%FA:10%ATK dan 80%FA:10%ATK. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa kadar subsitusi parsial limbah ATK sebesar 10% ternyata mampu menghasilkan kekuatan tekan rata-rata mortar geopolimer yang paling maksimum sebesar 41,62 MPa pada umur 28 hari. Walaupun terdapat penurunan kekuatan tekan mortar geopolimer rata-rata sebesar 22,51% untuk mortar geopolimer 90%FA:10%ATK dan penurunan kekuatan mortar geopolimer rata-rata sebesar 55,30% untuk balok mortar geopolimer 80%FA:20%ATK; tetapi dengan kekuatan tekannya mortar geopolimer dengan substitusi parsial limbah ATK ini dapat dikategorikan sebagai mortar tipe M berdasarkan SNI 6882:2014. Hal ini disebabkan semakin berkurangnya FA sebagai binder utama sehingga mortar menjadi lebih berpori dan menurun kekuatan tekannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa limbah ATK dapat direkomendasikan sebagai alternatif substitusi binder dalam campuran mortar geopolimer karena kekuatan tekan mortar geopolimer rata-ratanya di atas 17,2 MPa.
Pengaruh Penambahan Serat Polypropylene terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton Geopolimer Desimaliana, Erma; Widyaningsih, Euneke; Syafira, Tsania Hasna
Journal of Sustainable Construction Vol 5 No 2 (2026): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v5i2.10264

Abstract

Beton geopolimer merupakan material konstruksi ramah lingkungan yang memanfaatkan fly ash sebagai pengganti semen Portland. Namun, beton geopolimer masih memiliki kelemahan berupa sifat getas dan kecenderungan mengalami retak akibat beban tarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat polypropylene terhadap workability, kuat tekan, dan kuat tarik belah beton geopolimer berbasis fly ash kelas F dari PLTU Paiton. Metode penelitian ini berupa eksperimental di laboratorium dengan 36 benda uji silinder (diameter 100 mm, tinggi 200 mm) pada tiga variasi kadar serat: 0 kg/m; 0,5kg/m; dan 1 kg/m³. Campuran menggunakan larutan NaOH 8 M dan Na₂SiO₃ dengan rasio 2:1, proporsi filler 60% dan binder 40%, serta perawatan membrane curing. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa penambahan serat menurunkan workability campuran secara signifikan. Kuat tekan tertinggi pada umur 28 hari diperoleh pada campuran tanpa serat yaitu 24,08 MPa. Penambahan serat 0,5 dan 1 kg/m³ ternyata menurunkan kuat tekan masing-masing sebesar 16,17% dan 23,00%. Sebaliknya, kuat tarik belah meningkat sebesar 18,11% dan 33,86% dengan nilai tertinggi 3,40 MPa pada kadar serat 1 kg/m³. Hasil tersebut menunjukkan bahwa serat polypropylene lebih efektif untuk meningkatkan ketahanan retak dan kapasitas tarik belah daripada untuk meningkatkan kuat tekan pada campuran beton geopolimer yang diteliti.
Hubungan Balok-Kolom Glulam Jabon dengan Pelat Baja Siku dan Pengencang Sekrup Kunci Desimaliana, Erma; Tjondro, Johannes Adhijoso
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1: Maret 2026
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v12i1.78

Abstract

ABSTRAKPenggunaan glulam Jabon pada struktur kayu rekayasa memerlukan hubungan balok-kolom yang kuat, stabil, dan daktil. Penelitian ini mengevaluasi perilaku hubungan balok-kolom glulam Jabon dengan pelat baja siku dan pengencang sekrup kunci. Pengujian monotonik dilakukan pada tiga benda uji identik dengan pembebanan lateral di ujung balok. Data beban dan perpindahan diolah menjadi kurva beban-perpindahan serta momen-rotasi untuk menentukan kapasitas, kekakuan, faktor bilinier, dan daktilitas. Hasil menunjukkan beban puncak rata-rata sebesar 2,64 kN pada perpindahan 23,44 mm. Momen leleh dan momen ultimit rata-rata masing-masing 0,75 kN-m dan 1,59 kN-m. Kekakuan rotasi leleh rata-rata 59,55 kN-m/rad, kekakuan ultimit 40,77 kN-m/rad, faktor bilinier 0,688, dan daktilitas rotasi 3,09. Kurva menunjukkan respons nonlinier dengan penurunan kekakuan akibat slip, deformasi tumpu lokal, dan rotasi sambungan. Perilaku tersebut menunjukkan bahwa transfer gaya berlangsung bertahap tanpa kegagalan mendadak pada zona sambungan. Sambungan berperilaku semi-rigid, daktil, dan tidak getas sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif sambungan glulam Jabon untuk struktur kayu rekayasa.Kata kunci: glulam Jabon, hubungan balok-kolom, pelat baja siku, sekrup kunci ABSTRACTThe use of Jabon glulam in engineered wood structures requires strong, stable, and ductile beam-column connections. This study evaluates the behavior of Jabon glulam beam-column connections with angle steel plates and keyed screw fasteners. Monotonic testing was conducted on three identical test specimens with lateral loading applied at the beam end. Load and displacement data were processed into load-displacement and moment-rotation curves to determine capacity, stiffness, bilinearity factor, and ductility. The results showed an average peak load of 2.64 kN at a displacement of 23.44 mm. The average yield moment and ultimate moment were 0.75 kN-m and 1.59 kN-m, respectively. The average yield rotational stiffness was 59.55 kN-m/rad, the ultimate stiffness was 40.77 kN-m/rad, the bilinearity factor was 0.688, and the rotational ductility was 3.09. The curves show a nonlinear response with a decrease in stiffness due to slip, local bearing deformation, and joint rotation. This behavior indicates that force transfer occurs gradually without sudden failure in the joint zone. The joint behaves as semi-rigid, ductile, and non-brittle, making it a potential alternative to Jabon glulam joints for engineered wood structures.Keywords: Jabon glulam, beam-column connection, angle steel plate, lag screw