Wardatutthoyyibah, Wardatutthoyyibah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komposisi Jenis Mamalia Dan Kajian Etnozoologi Di Kawasan PBPH PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari Kalimantan Barat: Mammal Species Composition and Ethnozoological Study in the PBPH Area of PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari West Kalimantan Sri Rahmawati; Aryanti, Nirmala Ayu; Hermiandra, Dennis Wara; Wardatutthoyyibah, Wardatutthoyyibah; Ardiansyah, Iqbal Nur; Reynaldy, Andreas Hendra; Naufal, Muhammad Al-Fatih
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v7i1.30506

Abstract

Mamalia berperan penting dalam ekosistem, Penurunan keanekaragaman mamalia akibat hilangnya habitat, tingginya gangguan pada habitat dan interaksi antar jenis. Pemilihan habitat oleh mamalia merupakan sifat alami dalam mendukung keberlangsungan hidup dan pengembangan populasi. Pemanfaatan mamalia secara umum oleh manusia berupa konsumsi, komersial, pengobatan, adat dan kesenian. Perbedaan bentuk pemanfaatan merupakan implikasi dari adanya perbedaan etnik, jenis mamalia, dan bagian yang dimanfaatkan. Penelitian dilakukan dua tipe tutupan lahan yaitu hutan mangrove sekunder dan lahan pertanian kering campur semak untuk mengetahui karakteristik dan ethnozoologi mamalia di PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari. Mamalia yang ditemukan sebanyak 15 spesies, pada hutan mangrove enam spesies dan pada lahan pertanian kering campur semak ditemukan 12 spesies, terdiri dari lima spesies kelompok karnivora, tiga spesies kelompok herbivora dan tujuh spesies merupakan kelompok omnivora. H’ sebesar 1<2,15≤3 (sedang), E sebesar 0,3<0,79≤1 (sedang), dan dmg sebesar 2,5<3,13≤4 (sedang). INP hutan mangrove mangrove tingkat tumbuhan bawah tertinggi sebesar 89% (Bakau), pancang sebesar 300% (Bakau), pohon sebesar 199% (Nipah). INP pertanian lah kering campur semak tingkat tumbuhan bawah tertinggi sebesar 98% (Lemidi), pancang sebesar 262% (Buta-Buta), tiang sebesar 143% (Buta-Buta), pohon sebesar 111% (Sengon). Ethnozoologi areal PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari Sui Kubu yaitu konsumsi (39%), komersial (29%), pengobatan (6%), dan koleksi (26%).
PEMANFAATAN LIMBAH NANAS SEBAGAI MINUMAN KAYA PROBIOTIK UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN KELUARGA Wardatutthoyyibah, Wardatutthoyyibah; Destiana, Destiana; Darwati, Herlina; Wahdina, Wahdina; Rifanjani, Slamet; Ramadhani, Endi; Damiska, Septi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36589

Abstract

Abstrak: Limbah kulit nanas di Kalimantan Barat selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah kulit nanas menjadi "Tepache" yakni minuman probiotik kaya manfaat kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan pelatihan praktik pembuatan Tepache yang diikuti 30 orang peserta dari kelompok PKK, pemuda desa, dan perwakilan guru madrasah. Hasil pelaksanaan kegiatan dan evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat pada semua indikator seperti keinginan memanfaatkan kulit nanas dari 23% menjadi 97%, peningkatan pengetahun tentang minuman probiotik dari 0% menjadi 100%, pemahaman potensi kulit nanas sebagai minuman (23% menjadi 97%), pengetahuan manfaat bakteri baik bagi pencernaan (3% menjadi 97%), serta pemahaman manfaat minuman bagi kesehatan keluarga (50% menjadi 100%).Abstract: Pineapple peel waste in West Kalimantan, has not been optimally utilized and has the potential to cause environmental pollution. This community service program aims to empower the community through socialization and training on processing pineapple peel waste into "Tepache", a probiotic-rich beverage with health benefits. The implementation methods included socialization and practical training on Tepache production, attended by 30 participants from PKK groups, village youth, and representatives of madrasah teachers. The results of the activities and evaluations indicated a significant increase in community knowledge across all indicators, including the willingness to utilize pineapple peels (from 23% to 97%), knowledge of probiotic beverages (from 0% to 100%), understanding of the potential of pineapple peels as a functional beverage (from 23% to 97%), knowledge of the benefits of beneficial bacteria for digestion (from 3% to 97%), and understanding of the benefits of probiotic beverages for family health (from 50% to 100%).