Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Development of an IoT-Based System for River Siren Control and Height Detection Utilizing LoRa and Solar Cell Technology Mardiana; Yuvina; Nst, Tuti Adi Tama; Benu, Siti Maretia
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 3 No. 4 (2024): IJRVOCAS - Special Issues - International Conference on Science, Technology and
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijrvocas.v3i4.45

Abstract

We need a tool that can measure river water levels automatically based on IoT so that water level data can be received in real time. This tool uses an Arduino microcontroller which functions to convert analog data into digital by measuring water level using an ultrasonic sensor so that the data can be converted into digital water level data and displayed via the internet and a buzzer or siren as a danger warning when the water level rises high as well as water level data. can be monitored as a whole. Apart from that, this tool is equipped with LoRa communication. This LoRa can send signals as far as 15 km without obstructions, so even if there is no internet, this tool can still work and can be used in areas without electricity because it uses solar cells as a power supply. If the water reaches the maximum limit, the siren will sound and stop again when the water in the river is at normal level.
POTENSI LIMBAH CANGKANG KERANG SEBAGAI KATALIS HETEROGEN UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL Sebayang, Abdi Hanra; Pulungan, Muhammad Anhar; Siahaan, Sihar; Benu, Siti Maretia; Ibrahim, Husin; Siregar, Munawar Alfansury; Silitonga, Arridina Susan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i1.1428

Abstract

Biodiesel is a potential energy source that has attracted attention recently because it can be produced from renewable energy sources and produces low pollutants. Biodiesel is produced by transesterifying edible or non-edible vegetable oils using a catalyst. Homogeneous catalytic processes have disadvantages, such as the catalyst residue cannot be reused. Therefore, heterogeneous or solid catalysts are used, which can be easily separated from the reaction mixture by filtration and reused. A waste cockle shell can be used as a green base catalyst to synthesize waste cooking oil into methyl ester (WCME). The free fatty acid content of used cooking oil (2.19% wt.) was initially reduced to 0.11% wt., using a methanol-oil ratio of 6:1, waste cockle shell 2% wt., reaction time 60 minutes and temperature 60 oC. The effectiveness of the developed waste cockle shell contains high CaO. The results of this study indicated the potential of clam waste cockle shells and used cooking oil as a source of raw materials available in the community for biodiesel production.
ANALISIS KEBUTUHAN UAP PADA PEREBUSAN KELAPA SAWIT SISTEM TIGA PUNCAK (TRIPLE PEAK) STERILIZER KAPASITAS 40 TON/UNIT Benu, Siti Maretia; Pulungan, Muhammad Anhar; Siahaan, Sihar
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v5i1.1548

Abstract

Proses produksi pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi minyak sawit/Crude Palm Oil (CPO) melewati beberapa tahap pengolahan. Tahapan pengolahan tersebut melewati stasiun penerimaan, stasiun sortasi, stasiun sterilizer, stasiun thresher, stasiun digester dan press, dan stasiun klarifikasi. Proses perebusan TBS di Sterilizer  menggunakan sistem triple peak dengan tekanan 2,5 - 3 bar. Proses perebusan dilakukan selama 90 - 100 menit. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kebutuhan uap pada sistem perebusan dengan melakukan observasi terhadap suhu perebusan. Uap yang dibutuhkan pada perebusan kelapa sawit sistem triple peak sebesar 8.510.920,5 KKal/30 ton TBS.
Inovasi Teknologi Mesin Pencacah Limbah Organik Kambing Etawa Untuk Peternakan Kambing di Sei Gelugur Rimbun Kecamatan Pancur Batu Sumatera Utara Sebayang, Abdi Hanra; Silitonga, Arridina Susan; Siahaan, Sihar; Pratama, Angga Bahri; Pulungan, Muhammad Anhar; Benu, Siti Maretia
BERKAT: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peternakan kambing etawa di Sei Gelugur Rimbun, Kecamatan Pancur Batu masih dikelola secara tradisional. Peternakan kambing dapat menghasilkan polusi berupa bau yang menyengat dari limbah organik kambing. Salah satu solusi inovatif untuk menanggulangi masalah tersebut yaitu melalui penggunaan mesin pencacah limbah organik kambing. Mesin ini membuat limbah organik kambing jadi lebih mudah terurai dan menjadi produk baru berupa pupuk organik. Pupuk organik ini dapat dimanfaatkan peternak pada tanaman sekitar kandang, perkebunan dan bahkan dijual kepasar sehingga dapat menambah keuntungan pada peternak. Adapun tujuan dari program ini adalah mengaplikasikan dan mengembangkan limbah ternak dari kambing etawa. Selain itu, dengan menggunakan mesin pencacah limbah juga meningkatkan ekonomi masyarakat peternak kambing mengalami peningkatan pendapatan melalui pemanfaatan pupuk organik yang dihasilkan. Teknologi ini dapat memberikan solusi terhadap mitra (Peternakan Kambing Etawa di Sei Gelugur Rimbun Kecamatan Pancur Batu Sumatera Utara) dimana dengan bantuan teknologi mesin ini, limbah organik kambing dapat langsung terurai tanpa waktu yang lama. Selain itu, melalui edukasi pada masyarakat khususnya peternak berupa tata cara memasarkan limbah organik kambing yang baik dan benar diharapkan dapat meningkatkan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru.
LAJU KOROSI BAJA KARBON RINGAN PADA BIOPELUMAS DARI LIMBAH MINYAK GORENG Pratama, Angga Bahri; Benu, Siti Maretia; Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Siahaan, Sihar; Ibrahim, Husin
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v6i1.1933

Abstract

Limbah minyak goreng digunakan untuk sintesis biopelumas melalui reaksi poliesterifikasi. Biopelumas dibuat dari limbah minyak goreng dengan etilen glikol (EG). Reaksi dilakukan dengan menggunakan katalis Natrium Methoxide. Biopelumas adalah pelumas biodegradable potensial yang dapat digunakan dalam aplikasi pelumas industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perilaku korosi baja karbon ringan yang terendam dalam campuran biopelumas-pelumas komersil dengan konsentrasi tertentu (Biol10, Biol20, Biol30, Biol40) selama 768 jam pada temperatur ruangan. Pengamatan permukaan baja karbon ringan menggunakan scanning electron microscope (SEM) dilakukan dan perhitungan laju korosi. Setelah perendaman di uji bilangan asam dan dianalisis pengaruh korosi baja karbon ringan pada biopelumas. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang penting mengenai dampak biopelumas terhadap korosi baja karbon ringan dan dapat menjadi kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi mitigasi korosi yang efektif. Hasil penelitian yang didapatkan adalah biopelumas dari limbah minyak goreng sesuai dengan standar ISO VG 100. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi biopelumas dalam campuran (BIOL20, BIOL30, dan BIOL40), semakin rendah laju korosi yang diamati seiring dengan peningkatan waktu perendaman. Namun, campuran BIOL10 menunjukkan laju korosi yang hampir sama dengan pelumas komersil, bahkan lebih baik pada perendaman yang lebih lama. Nilai asam yang diamati menunjukkan peningkatan pada hampir seluruh pelumas yang menunjukkan kupon logam (baja ringan) telah mengalami proses oksidasi, yang pada akhirnya meningkatkan konsentrasi asam dalam campuran biopelumas.
SINTESIS PELUMAS BIODEGRADABLE DARI LIMBAH MINYAK GORENG MELALUI PENDEKATAN RESPON PERMUKAAN Benu, Siti Maretia; Boangmanalu, Eka Putra Dairi; Pratama, Angga Bahri; Pulungan, Muhammad Anhar
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v6i1.1934

Abstract

Limbah minyak goreng digunakan untuk sintesis biopelumas melalui reaksi poliesterifikasi. Biopelumas dibuat dari fatty acid methyl esters (FAMEs) limbah minyak goreng dengan etilen glikol (EG). Reaksi dilakukan dengan menggunakan katalis Natrium Methoxide. Biopelumas adalah pelumas biodegradable potensial yang dapat digunakan dalam aplikasi pelumas industri. Efek dari perubahan kondisi operasi seperti suhu, rasio molar reaktan, waktu reaksi dan pembebanan katalis dipelajari. Dalam penelitian ini, model yang digunakan untuk sintesis bio-pelumas melalui reaksi transesterifikasi melibatkan desain eksperimen menggunakan software Stat-Ease Design-Expert-10 dengan desain eksperimen yang mencakup tiga faktor input numerik (ethylene glycol, konsentrasi katalis, dan waktu) dan satu output respons (yield biopelumas). Dengan menentukan tiga level untuk setiap faktor input, penelitian bertujuan untuk mencari kombinasi optimal dari faktor-faktor tersebut. Penelitian ini mengoptimalkan variabel proses pada produksi bahan dasar pelumas biodegradable dari minyak goreng limbah. Desain komposit sentral digunakan untuk memaksimalkan interaksi kimia antara J. curcas methyl ester dan ethylene glycol (EG) sebagai poliol. Sebanyak 20 uji coba dilakukan untuk memeriksa suhu reaksi, waktu, dan rasio molar etilenglikol-tofattyacidmethylester (EG-ke-FAME). Sebuah model statistik menunjukkan bahwa hasil konversi maksimum biopelumas minyak goreng limbah (BL WCO) adalah 92,48% dalam kondisi reaksi optimal berikut: 128,95°C, 202,40 menit, dan rasio molar etilen glikol terhadap asam lemak metil ester (EG-ke-FAME) sebesar 3,87:1. Pada kondisi optimal ini, rata-rata hasil biopelumas jatropha (JBL) sebesar 94,12% dicapai dalam kondisi eksperimental, dan nilai ini berada dalam kisaran yang diprediksi (92,48%) oleh model. Model kuadrat memprediksi keluaran biopelumas (R2 = 0,9919). Biopelumas yang disintesis memenuhi persyaratan Viscosity Grade 62  (ISO VG 62) yang ditetapkan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi.
POTENSI LIMBAH CANGKANG KERANG SEBAGAI KATALIS HETEROGEN UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL Sebayang, Abdi Hanra; Pulungan, Muhammad Anhar; Siahaan, Sihar; Benu, Siti Maretia; Ibrahim, Husin; Siregar, Munawar Alfansury; Silitonga, Arridina Susan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i1.1428

Abstract

Biodiesel is a potential energy source that has attracted attention recently because it can be produced from renewable energy sources and produces low pollutants. Biodiesel is produced by transesterifying edible or non-edible vegetable oils using a catalyst. Homogeneous catalytic processes have disadvantages, such as the catalyst residue cannot be reused. Therefore, heterogeneous or solid catalysts are used, which can be easily separated from the reaction mixture by filtration and reused. A waste cockle shell can be used as a green base catalyst to synthesize waste cooking oil into methyl ester (WCME). The free fatty acid content of used cooking oil (2.19% wt.) was initially reduced to 0.11% wt., using a methanol-oil ratio of 6:1, waste cockle shell 2% wt., reaction time 60 minutes and temperature 60 oC. The effectiveness of the developed waste cockle shell contains high CaO. The results of this study indicated the potential of clam waste cockle shells and used cooking oil as a source of raw materials available in the community for biodiesel production.