Barros, Ijolindo Delfin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Tentang Tuberculosis (TB) Paru pada Anak di Ruang Kenanga RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang: Health Education About Pulmonary Tuberculosis (TB) in Children at RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Nahak, Maria Paula Marla; Barros, Ijolindo Delfin; Thius, Aprilia Yohana; Sanches, Maria Goviana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tuberculosis (TB) paru merupakan masalah kesehatan yang masih mendapat perhatian di tingkat global khususnya di negara miskin dan berkembang. TB paru dapat menyerang berbagai kelompok usia termasuk anak-anak. TB pada anak sering terjadi karena kurangnya pemahaman orangtua tentang pencegahan, serta kurangnya pemahaman tentang tanda dan gejala yang seringkali dianggap sebagai batuk pada umumnya, sehingga solusi yang ditawarkan adalah kegiatan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang kewaspadaan terhadap penularan, tanda dan gejala, serta penanganan melalui pemeriksaan TB sedini mungkin. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 7 orang yang terdiri dari 3 orang anak penderita TB dan 4 anggota keluarga yang memiliki anak TB yang dirawat di ruang Kenanga RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Edukasi kesehatan memuat materi sebagai berikut: (1) Pengertian TB paru pada anak; (2) Etiologi TB paru pada anak: (3) Tanda dan gejala TB paru pada anak; (4) Komplikasi TB paru pada anak; (5) Pencegahan TB paru pada anak; (6) Penanganan/pengobatan TB paru pada anak.  Hasil evaluasi secara kualitatif melalui wawancara menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga tentang TB paru pada anak.   Abstract: Pulmonary tuberculosis (TB) is one of health problems in poor and developing countries. Pulmonary TB attacks various age groups including children. Children are at risk of Pulmonary TB due to a lack of family knowledge about transmission, signs and symptoms which are often considered coughs in general. Based on that common situation, the solution offered is health education to increase family knowledge and understanding about transmission of pulmonary TB, signs and symptoms and appropriate treatment. Health education conducted at RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, on May 18, 2023. A total of 7 participants consists of children on process of Pulmonary TB treatment and families who have children with Pulmonary TB at room Kenanga. Health education contains the following material: (1) definition of pulmonary TB in children; (2) etiology of pulmonary TB in children; (3) signs and symptoms of pulmonary TB in children; (4) complications of pulmonary TB in children; (5) prevention of pulmonary TB in children; (6) medical treatment of pulmonary TB in children. Qualitative evaluation through interviews shows an increase in family’s knowledge about TB in children
Motif dan Risiko Kecanduan Konsumsi Alkohol di Kalangan Remaja SMA: Implikasi untuk Langkah Preventif dan Intervensi Keperawatan Barros, Ijolindo Delfin; Naibili, Maria Julieta Esperanca; Rua, Yusfina Modesta
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 5 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v5i2.1570

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase perkembangan dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan pencarian jati diri. Konsumsi minuman keras di kalangan remaja meningkat, dengan prevalensi mencapai 25,2%, terdiri atas 28,3% pada remaja laki-laki dan 22,4% pada remaja perempuan. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan dan perkembangan psikososial remaja. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi minuman keras pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif di SMA Negeri 3 Atambua. Populasi penelitian adalah seluruh siswa, dengan sampel 41 responden yang mengonsumsi minuman keras, diambil menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi adalah siswa berusia 14-19 tahun yang telah mengonsumsi minuman keras dalam satu tahun terakhir. Instrumen penelitian meliputi Kuesioner Alcohol Use Disorders Identification Test (AUDIT) 10 item dan Drinking Motives Questionnaire-Revised (DMQR) 20 item. Hasil: Sebanyak 53,7% remaja tergolong peminum risiko sedang, dengan motif sosial menjadi alasan utama konsumsi alkohol sebesar 46,3%. Kesimpulan: Penguatan pendidikan di sekolah dan komunitas, keterlibatan orangtua, pengembangan keterampilan hidup remaja, penyediaan alternatif positif, serta kolaborasi lintas-sektoral diperlukan untuk mencegah konsumsi alkohol di kalangan remaja.