Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimization of Pregnant Women's Knowledge about Nausea, Vomiting and the Use of Ginger Honey Drink to Reduce Nausea, Vomiting Erma Retnaningtyas; Tri Hastuti; Yuliana Elma; Henderiana Kililily; Dwi Purwaningsih; Iriani Winoto; Hendrika Lawalata; Salmawaty; Elbina Sihombing
Journal of Community Engagement in Health Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v7i1.580

Abstract

Nausea and vomiting that occurs in the first trimester of pregnancy is caused by increased levels of the hormones Estrogen and Human Chorionic Gonadotropin (HCG) in the serum from the placenta. Nausea, vomiting often occurs when you wake up in the morning, which is also called morning sickness. The aim of this community service is to optimize pregnant women's knowledge about the benefits of ginger-honey drinks to reduce nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester. This activity is carried out by providing education about nausea and vomiting in the first trimester of pregnancy by giving a pre-test questionnaire about nausea and vomiting before being given counseling and post test questionnaire about nausea and vomiting after being given counseling. Then they carried out a demonstration on making Honey Ginger leaf drink and immediately distributed it for pregnant women to drink. This counseling was carried out at the Mawar posyandu in the working area of the Karang Indah Community Health Center, Merauke district, which was attended by 23 pregnant women. The results of the counseling before the counseling was given were 13 pregnant women (57%) with good knowledge and after the activity there was an increase in knowledge to 22 pregnant women (96%) with good knowledge. It is hoped that there will be more emphasis on treating nausea and vomiting by utilizing the natural wealth around us, namely ginger and honey.
Internalisasi Nilai Anti Korupsi Dalam Budaya Kerja Pegawai Kementerian Agama Kabupaten Sikka: Penelitian Akmal Aminudin; Salmawaty; Maria Aprilia Venerani Gokun; Vinsensia Mayestica Sefrina; Prisca Maltildis; Iva Sutari; Yuyun Sutari; Thomas Vitalis
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5505

Abstract

Korupsi merupakan permasalahan serius yang berdampak pada melemahnya integritas aparatur dan kualitas pelayanan publik, sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan secara preventif melalui internalisasi nilai anti korupsi dalam budaya kerja birokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses, makna, dan praktik internalisasi nilai anti korupsi dalam budaya kerja pegawai Kementerian Agama Kabupaten Sikka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi dengan informan yang ditentukan secara purposive, meliputi pimpinan, pejabat struktural, pengawas, serta staf. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai anti korupsi berlangsung melalui pembiasaan nilai budaya kerja, keteladanan pimpinan, serta integrasi nilai anti korupsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan. Internalisasi tersebut dimaknai sebagai upaya membangun kesadaran dan komitmen bersama dalam mewujudkan budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan bertanggung jawab. Dalam praktiknya, nilai anti korupsi tercermin dalam perilaku kerja pegawai yang mengedepankan kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan orientasi pelayanan publik. Penelitian ini menegaskan pentingnya internalisasi nilai anti korupsi sebagai strategi strategis dalam memperkuat budaya kerja aparatur pemerintahan.