Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Nilai Anti Korupsi Dalam Budaya Kerja Pegawai Kementerian Agama Kabupaten Sikka: Penelitian Akmal Aminudin; Salmawaty; Maria Aprilia Venerani Gokun; Vinsensia Mayestica Sefrina; Prisca Maltildis; Iva Sutari; Yuyun Sutari; Thomas Vitalis
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5505

Abstract

Korupsi merupakan permasalahan serius yang berdampak pada melemahnya integritas aparatur dan kualitas pelayanan publik, sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan secara preventif melalui internalisasi nilai anti korupsi dalam budaya kerja birokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses, makna, dan praktik internalisasi nilai anti korupsi dalam budaya kerja pegawai Kementerian Agama Kabupaten Sikka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi dengan informan yang ditentukan secara purposive, meliputi pimpinan, pejabat struktural, pengawas, serta staf. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai anti korupsi berlangsung melalui pembiasaan nilai budaya kerja, keteladanan pimpinan, serta integrasi nilai anti korupsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan. Internalisasi tersebut dimaknai sebagai upaya membangun kesadaran dan komitmen bersama dalam mewujudkan budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan bertanggung jawab. Dalam praktiknya, nilai anti korupsi tercermin dalam perilaku kerja pegawai yang mengedepankan kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan orientasi pelayanan publik. Penelitian ini menegaskan pentingnya internalisasi nilai anti korupsi sebagai strategi strategis dalam memperkuat budaya kerja aparatur pemerintahan.
Formulasi Spray Anti Nyamuk Alami Dari Serai Dan Kemangi Serta Sosialisasi Pemanfatannya Di Desa Loboniki: Penelitian Dedi Suwandi Wahab; Ayuni Setiawati; Ainun Mardia; Amina Dewi; Delfina Ndahung; Germanus Moa Arnol; Irmayanti; Iva Sutari; Pelagia Dune; Maria Natsarena; Stevania Baru Bay; Zakaria Al Farizi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6165

Abstract

Di indonesia demam berdarah dengue sampai saat ini masih merupakan penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan, dengan angka kejadian yang masih fluktuatif. Sebagai upaya pencegahan gigitan nyamuk salah satunya adalah dengan menggunakan zat anti nyamuk sintetis, namun pada penggunaan zat sintetis ini memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia, sehingga untuk menghindari efek samping tersebut dapat diganti dengan bahan alami. Kemangi (Ocimum basilicum) dan serai (Cymbopogon winterianus) merupakan tanaman yang mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, serta sering dimanfaatkan masyarakat sebagai bumbu dalam masakan. Daun kemangi diketahui mengandung minyak atsiri dengan komponen utama berupa linalool, estragol, geraniol, eugenol, dan sineol, serta zat gizi seperti protein, kalsium, vitamin A, dan vitamin B. Serai (cymbopogon winterianus) memiliki ciri morfologi yang khas. Tanaman serai yaitu tanaman yang menghasilkan minyak atsiri dengan kadar sitronellal 30- 45% dan geraniol 65-90%. Bahan aktif utama yang dihasikan adalah senyawa aldehid sebesar 30-45%, senyawal alkohol sebesar 55-65% dan senyawa-senyawa lain seperti geraniol, sitrall, nerol, metal, heptonon dan dipentena. Sediaan yang mudah dibuat langsung oleh masyarakat salah satunya adalah sediaan spray ruangan pengusir nyamuk. Spray lebih mudah diaplikasikan karena menggunakan bahan dan alat yang rata-rata dimiliki masyarakat serta cara pembuatannya yang cukup simpel sehingga mudah untuk diaplikasikan.