Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pendampingan Pengolahan Pakan Kambing Perah Berkelanjutan melalui Silase Rumput dan Budidaya Jagung Saragih, Winda Fransisca; Tampubolon, Yusni Khairani; Hasan, Fuad; Amran, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i4.9716

Abstract

Desa Tanjung Rejo merupakan salah satu dari 20 desa di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan kondisi geografis datar pada elevansi 7 meter di atas permukaan laut. Topografi datar ini mendukung pengembangan usaha peternakan. Biaya produksi usaha peternakan sebesar 60-70% umumnya berasal dari pengadaan pakan. Ketersediaan pakan hijauan yang terbatas akibat kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi kendala dalam usaha peternakan. Tujuan kegiatan pengabdian adalah memberikan edukasi dan pendampingan kepada peternak untuk mengelola pakan, serta memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif guna meningkatkan produksi susu kambing perah. Kegiatan pengabdian dilakukan menggunakan metode partisipatif-aplikatif dengan dua agenda utama yaitu pembuatan pakan silase rumput dan penanaman benih jagung. Mitra kegiatan pengabdian ini terdiri atas 25 orang meliputi peternak, petani, ibu rumah tangga dan masyarakat umum. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, demonstrasi dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peternak dalam mengelola pakan secara mandiri dan berkelanjutan. Teknologi silase rumput memberikan alternatif penyimpanan hijauan yang lebih tahan lama dengan kandungan nutrisi kompleks, sedangkan budidaya jagung pada lahan kosong peternak berpotensi meningkatkan ketersediaan pakan sumber energi dan protein. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat berlanjut dengan pengujian kualitas nutrisi silase serta pemanfaatan berbagai limbah olahan pertanian lokal sebagai sumber pakan ternak alternatif lainnya.
Sosolisasi Limbah Kulit Kopi Sebagai Pakan Alternatif Ternak Di Desa Sampean Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan Nasution, Zakiyah; Nikmatia, Ulfa; Pane, Doharni; Tampubolon, Yusni Khairani; Laia, Nursanti
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v3i1.360

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarkat dilaksanakan di salah satu desa di kecamatan Sipirok kabupaten Tapanuli Selatan yaitu desa Sampean. Umumnya masyarakat di desa Sampean mata pencarian utamanya adalah petani dan beternak. Salah satu komoditi yang banyak dibudidayakan adalah kopi. Akan tetapi, masyarkat desa Sampean belum maksimalkan memanfaatkan limbah kopi seperti kulit hasil penggilingan kopi. Limbah kulit kopi apabila diolah menjadi pakan alternative ternak dengan sentuhan teknologi, berpotensi meningkatkan pertumbuhan bobot badan ternak. Kurangnya pengetahuan masyarakat dalam pengolahan limbah kopi menjadi salah satu kendala masyarkat di desa Sampean. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyrakat dengan melakukan sosialisasi limbah kopi sebagai pakan alternatif maka akan disosialisasikan berbagai teknologi dalam pengolahan limbah menjadi pakan kepada peternak dan petani kopi di desa Sampean, sehingga mereka akan mengenal beberapa teknologi sudah disampaikan. Dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat diharapkan petani kopi dan peternak diharapkan akan meningkatkan pengetahuan serta minat petani kopi dan peternak untuk menerapkan teknologi pengolahan limbah kulit kopi menjadi pakan ternak sehingga akan meningkatkan produktivitas ternak. Semakin meningkat produktivitas ternak akan meningkatkan kesejahteraan masyarkat di desa Sampean, kecamatan Sipirok, kabupaten Tapanuli Selatan.
PENGARUH PEMBERIAN RANSUM MENGANDUNG KULIT BUAH NAGA YANG DIFERMENTASI DENGAN Neurospora crassa TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH BERDASARKAN UJI ORGANOLEPTIK Pane, Doharni; Nasution, Zakiyah; Tampubolon, Yusni Khairani; Ilham, Ilham
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.14553

Abstract

Puyuh merupakan salah satu jenis unggas yang harus dikembangkan karena sangat potensial menghasilkan kebutuhan protein hewani untuk manusia yaitu daging dan telurnya. Keistimewaan burung puyuh antara lain cepat berproduksi, tidak memerlukan modal yang besar, pemeliharaan yang mudah, serta tidak membutuhkan lahan yang luas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum mengandung kulit buah naga fermentasi (KBNF) dengan kapang Neurospora crassa terhadap kualitas telur puyuh berdasarkan uji organoleptic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Jika terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan’s. Perlakuan yang diberikan meliputi P0 (0% KBNF), P1 (4% KBNF), P2 (8% KBNF), P3 (12% KBNF), P4 (16% KBNF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan taraf pemberian TKBNF dalam ransum burung puyuh memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P0,05) terhadap rataan berat telur, berat kerabang telur, indeks kuning telur, warna kuning telur, indeks putih telur dan nilai haugh unit telur puyuh. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian KBNF sampai taraf 16% dalam ransum dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif tanpa mempengaruhi rataan berat telur, berat kerabang telur, indeks kuning telur, warna kuning telur, indeks putih telur dan nilai haugh unit telur puyuh.
Sensory Characteristics and Lactic Acid Content of Cassava Leaf Fermentation Using Microbial-Nutrient Yusni Khairani Tampubolon; Winda Fransisca Saragih; Fuad Hasan; Muhammad Amran; Adanan Purba
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 03 (2025): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jpi.v13i03.24606

Abstract

Cassava leaves have a potential to be an alternative feed as it has high crude protein content, as well as essential vitamins and minerals. This research aims to find the effective combination dose of inoculant and nutrient additive in improving sensory characteristics and lactic acid in fermented cassava leaves (Manihot esculenta). This study used four treatments and five replications. T0 (Fresh cassava leaf without additives), T1 (fermentation with 40% EM4, 20% ml Viterna, and 40% ml MOL), T2 (20% EM4, 40% Viterna, and 40% MOL), and T3 (40% EM4, 40% Viterna, and 20% ml MOL). All additives were applied at a total dose of 0.5% (v/w) to the fresh weight of the material, and fermented anaerobically for 14 days. Data were analyzed using analysis of variance based on a Completely Randomized Design and Duncan's test. The results showed that T3 produced the highest lactic acid content (P <0.05) compared to other treatments. Treatments T2 and T3 produced a brownish-yellow silage color that was significantly different (P<0.05) from treatments T0 and T1, which showed a yellowish green color. The aroma produced in T2 and T3 was moresour (P<0.05) than T0. The treatment did not have a significant effect on silage texture (P>0.05). The combination of inoculants and nutrient additives had a significant effect (P<0.05) on the mold coverage score, with a tendency for a decrease in the mold coverage score from T1 to T3. It was concluded that The combination of inoculants and nutrient additives can improve the quality of cassava leaf fermentation. The best result is obtained in T3 which produces the highest lactic acid content and improved sensory characteristics.
Sensory Characteristics and Lactic Acid Content of Cassava Leaf Fermentation Using Microbial-Nutrient Yusni Khairani Tampubolon; Winda Fransisca Saragih; Fuad Hasan; Muhammad Amran; Adanan Purba
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 03 (2025): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jpi.v13i03.24606

Abstract

Cassava leaves have a potential to be an alternative feed as it has high crude protein content, as well as essential vitamins and minerals. This research aims to find the effective combination dose of inoculant and nutrient additive in improving sensory characteristics and lactic acid in fermented cassava leaves (Manihot esculenta). This study used four treatments and five replications. T0 (Fresh cassava leaf without additives), T1 (fermentation with 40% EM4, 20% ml Viterna, and 40% ml MOL), T2 (20% EM4, 40% Viterna, and 40% MOL), and T3 (40% EM4, 40% Viterna, and 20% ml MOL). All additives were applied at a total dose of 0.5% (v/w) to the fresh weight of the material, and fermented anaerobically for 14 days. Data were analyzed using analysis of variance based on a Completely Randomized Design and Duncan's test. The results showed that T3 produced the highest lactic acid content (P <0.05) compared to other treatments. Treatments T2 and T3 produced a brownish-yellow silage color that was significantly different (P<0.05) from treatments T0 and T1, which showed a yellowish green color. The aroma produced in T2 and T3 was moresour (P<0.05) than T0. The treatment did not have a significant effect on silage texture (P>0.05). The combination of inoculants and nutrient additives had a significant effect (P<0.05) on the mold coverage score, with a tendency for a decrease in the mold coverage score from T1 to T3. It was concluded that The combination of inoculants and nutrient additives can improve the quality of cassava leaf fermentation. The best result is obtained in T3 which produces the highest lactic acid content and improved sensory characteristics.
PKM PENYULUHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN DAN HASIL TERNAK KAMBING DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN RAKYAT DI DESA PARGARUTAN JAE, KABUPATEN TAPANULI SELATAN Zakiyah Nasution; Doharni Pane; Rikardo Silaban; Yusni Khairani Tampubolon
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2286

Abstract

Kelurahan/Desa Pargarutan Jae merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Beternak kambing merupakan salah satu jenis usaha yang banyak dilakukan oleh masyarakat Desa Pargarutan Jae. Namun masyarakat Desa Pargarutan Jae masih sangat minim dalam mengelola pakan dan hasil ternak kambing seperti susu. Pakan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam budidaya ternak kambing, pengetahuan teknologi pengolahan pakan bermanfaat untuk memperpanjang daya simpan pakan serta menambah nilai gizi pakan. Potensi ekonomi susu kambing cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyaraka di Desa Pargarutan Jae, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan metode penyuluhan teknologi pengolahan pakan dan hasil ternak kambing yaitu susu dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomis, dan potensi dari pakan dan susu kambing yang berada di Desa Pargarutan Jae. Dari hasil kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat untuk menerapkan teknologi pengolahan pakan serta mengolah susu kambing menjadi dodol susu, permen susu sebagai produk inovatif dapat dikonsumsi oleh masyarakat serta menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat setempat.
Optimal level of Bacillus spp. fermented soybean meal utilization in broiler diets under commercial conditions: effect on gut morphology and microbiota Arif Martien Putra; Ma’ruf Tafsin; Nevy Diana Hanafi; Winda Fransisca Saragih; Yusni Khairani Tampubolon
Indonesian Journal of Agricultural Research Vol. 9 No. 2 (2026): InJAR, Vol. 9, No. 2, July 2026
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/injar.v9i2.24736

Abstract

Fermented soybean meal (FSM) using Bacillus spp. has the potential to be used as a functional feed ingredient to improve the intestinal health of broiler chickens, but the optimal level of use in feed in the commercial broiler industry has not yet been determined. A total of 20.000 cobb 500 broilers were allotted to four dietary treatments: control (T0) and rations containing 1.5% (T1), 2.5% (T2), and 5.0% (T3) FSBM, each with five replications. The chickens were reared under commercial industry conditions. Over a 28-day period, parameters measured included Growth performance indicators, small intestine histomorphometry, microbial populations, catalase and motility activity, and lactic acid bacteria counts. FSBM supplementation had no significant (P>0.05) effect on performance (feed intake, body weight gain, feed change ratio). However, T2 significantly increased basal and apical pH in the jejunum (P<0.05), along with elevated LAB counts and reduced intestinal pH, compared to the control. In conclusion, fermentation with Bacillus spp. represents an effective strategy to reduce anti-nutritional factors and enhance feed quality. The improved intestinal morphology and lactic acid bacteria populations in broilers observed in this study suggest that 2.5% FSBM. Therefore, Bacillus spp. fermented soybean meal has potential as a functional feed ingredient for commercial broiler production.
Reproductive performance of Belgian Blue and Wagyu cross cows YUSNI KHAIRANI TAMPUBOLON; ALI AGUS; TETY HARTATIK; SIGIT BINTARA; ISMAYA ISMAYA; BUDI PRASETYO WIDYOBROTO; I GEDE SUPARTA BUDISATRIA; PASCAL LEROY; NICOLAS ANTOINE-MOUSSIAUX; PANJONO PANJONO
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 24 No. 10 (2023)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d241017

Abstract

Abstract. Tampubolon YK, Agus A, Hartatik T, Bintara S, Ismaya, Widyobroto BP, Budisatria IGS, Leroy P, Antoine-Moussiaux N, Panjono. 2023. Reproductive performance of Belgian Blue and Wagyu cross cows. Biodiversitas 24: 5352-5358. Double-Muscle (DM) cattle have been used in cattle breeding programs to increase body weight. This research aims to determine the reproductive performance of using DM cattle. Currently, cattle are produced from a cross between two breeds, namely Belgian Blue (BB) cross (50% BB, 50% BX) and Wagyu cross (50% Wagyu, 50% BX). Natural mating was carried out on nine BB cross cows mated with Wagyu cross bulls and nine Wagyu cross cows bred with BB cross cows. After calving, the cows were raised together with their calves for six months prior to weaning. The collected data were analyzed using One-Way analysis of variance. Calving Interval (CI), Cow Reproductivity Index (CRI), calf weaning weight, and Cow Productivity Index (CPI) of BB and Wagyu cross cows were 426.00±24.92 and 411.55±37.52 days, 0.86±0.05 and 0.89±0.08 head/year, 175.53±24.50 and 121.19±19.80 kg, and 148.46±24.61 and 102.41±20.84 kg/year, respectively. There was no significant difference in the CI and CRI between crosses. However, the weaning weight of BB cross calves was higher (p&lt;0.05) than that of Wagyu cross calves, whereas the CPI of BB cross cows was higher (p&lt;0.01) than that of Wagyu cross cows. It was concluded that the best reproductive performance was the BB cross, which had DM blood.