Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

UJI IN VITRO KCBK DAN KCBO, KONSENTRASI FVA TANAMAN HERBAL TERHADAP EMISI GAS METAN DAN POPULASI PROTOZOA Laia, Nursanti
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v8i1.15330

Abstract

AbstrakSektor peternakan khususnya ternak ruminansia, memegang peranan besar terhadap laju emisi gas metan yang berkontribusi terhadap pemanasan global sekaligus merupakan bentuk representasi dari sejumlah kehilangan energi bagi ternak. Salah satu pendekatan meminimalisasi emisi gas metan pada ternak ruminansia adalah melalui strategi pemberian pakan. Kelor, kunyit dan kedawung merupakan tanaman herbal yang mampu menurunkan populasi bakteri metagonenik. Tanaman-tanaman herbal mengandung saponin yang mampu menurunkan protozoa dan meningkatkan bakteri rumen, sehingga memperbaiki metabolisme rumen. Penelitian ini menggunakan teknik fermentasi in vitro. Media inkubasi yang digunakan adalah cairan rumen + larutan buffer bikarbonat yang ditempatkan dalam botol dan diinkubasi dalam water bath bersuhu 39-41ᵒC selama 72 jam. Penelitian dirancang dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian tanaman herbal nyata meningkatkan KCBK berkisar  56.72% sampai 65.77%, KCBO berkisar 52.10% sampai 59.54% dan NH3 berkisar 13.20 mM sampai 17.91 mM, emisi gas metan dibandingkan kontrol (P0.05). Simpulan dalam penelitian ini adalah penggunanan tepung daun kelor, kunyit dan tepung kedawung, persentase KCBK dan persentase KCBO  lebih mudah terdegradasi dan menurunkan emisi gas metan dan populasi protozoa pada fermentasi  rumen.
Pengaruh Pemberian Ransum Mengandung Kulit Buah Naga Yang Difermentasi Dengan Neurospora crassa Terhadap Performa Broiler Pane, Doharni; Nasution, Zakiyah; Laia, Nursanti; Nikmatia, Ulfa
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 8, No 2 (2024): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v8i2.16455

Abstract

Broiler adalah jenis ayam pedaging yang paling umum diternakkan karena dapat menghasilkan daging dalam waktu yang singkat, yaitu 21 hingga 35 hari. Kelebihan broiler, yaitu dagingnya yang empuk, ukuran badan yang besar, bentuk dada yang lebar, padat, dan berisi, dan pertumbuhannya yang cepat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit buah naga fermentasi (KBNF) dengan kapang Neurospora crassa sebagai bahan pakan alternatif terhadap performa broiler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Jika terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata akan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan’s. Perlakuan yang diberikan meliputi P0 = tanpa pemberian KBNF, P1 = pemberian 4% KBNF, P2 = pemberian 8% KBNF, P3 = pemberian 12% KBNF dan P4 = pemberian 16% KBNF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan taraf pemberian TKBNF dalam ransum broiler memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum broiler. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian KBNF sampai taraf 16% dalam ransum dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif tanpa mempengaruhi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum broiler.
PENYULUHAN PEMANFAATAN BUMBU ARSIK PADA ADONAN TELUR ASIN DI DESA SIMARSAYANG: PKM Laia, Nursanti; Nasution, Zakiyah; Pane, Doharni; Nikmatia, Ulfa; Harahap, Parmanoan
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3973

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat Desa Simarsayang dalam menghasilkan produk inovatif telur asin dengan bumbu arsik. Inovasi ini bertujuan meningkatkan nilai tambah telur bebek sebagai hasil ternak lokal. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan telur asin, dan praktik pengolahan dengan penambahan bumbu arsik yang khas, berbahan dasar rempah-rempah tradisional. Pelatihan ini melibatkan para peternak lokal dan masyarakat setempat dalam rangka meningkatkan keterampilan mereka dalam mengolah produk lokal menjadi lebih bernilai. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta dapat memahami dan mempraktikkan proses produksi dengan baik. Selain itu, produk yang dihasilkan memiliki cita rasa khas rempah arsik yang kaya, sehingga berpotensi diterima oleh pasar dengan baik. Program ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, mendorong peningkatan pendapatan keluarga, dan memperkenalkan produk telur asin berbumbu arsik sebagai produk unggulan daerah yang dapat bersaing di pasar lokal maupun regional.