Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Ecosystem

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Menggunakan Analisis Regresi Spasial di Provinsi Papua Barat Daya Abubakar, Endang; Ibal, La
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3746

Abstract

Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di setiap kabupaten/kota di Indonesia, dapat dilihat bahwa IPM di Wilayah Indonesia Timur sangat berpengaruh dibandingkan dengan IPM di Wilayah Indonesia bagian barat. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan atau ketimpangan dalam IPM di Wilayah Indonesia Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis regresi spasial faktor – faktor yang mempengaruhi IPM Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2022. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh Kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Penelitian menggunakan analisis regresi spasial dengan menggunakan aplikasi Arc GIS 10.8 dan GeoDa. Hasil penelitian menunjukkan Model regresi spasial faktor-faktor yang mempengaruhi indeks pembangunan manusia di Provinsi Papua Barat Daya adalah Y = 39.2181 + 0,00008 X1 + 2.81164 X2 - 0.234164X3 + 0.885758 X4, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Papua Barat Daya  adalah pengeluaran per kapita, Rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, dan angka harapan lama sekolah. Based on Human Development Index (HDI) data in each district or city in Indonesia, it can be seen that the HDI in the Eastern Indonesia Region is very influential compared to the HDI in the Western Indonesia Region. This shows that there are differences or disparities in HDI in the Eastern Indonesia Region. The aim of this research is to carry out a spatial regression analysis of the factors that influence the HDI of Southwest Papua Province in 2022. The population in this study is from all districts and cities in Southwest Papua Province. This research includes quantitative research. The research uses spatial regression analysis using the Arc GIS 10.8 and GeoDa applications. The results of the research show that the spatial regression model of the factors that influence the human development index in Southwest Papua Province is Y = 39.2181 + 0.00008 X1 + 2.81164. Southwest is per capita expenditure, average years of schooling, life expectancy, and expected years of schooling.
Kajian Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sorong Tahun 2012 - 2032 Madaul, Rafhul Ahmad; Ibal, La
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3907

Abstract

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) memiliki peran penting dalam pembangunan karena berfungsi sebagai pedoman dalam penyusunan dokumen sektoral, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang, serta mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antar wilayah di Kabupaten Sorong. Selama proses penyusunannya, materi yang dimuat dalam RTRW didasarkan pada keadaan Kabupaten Sorong sebelum tahun 2012 dan perkembangan hingga tahun 2022. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendiskripsikan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Sorong. Metode pengumpulan data dalam penelitian melalui melalui focus group discussion (FGD) dan dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil Kajian peninjauan kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sorong Tahun 2012-2032 memiliki ruang lingkup penelitian yaitu (a) Rencana struktur ruang; (b) Rencana pola ruang wilayah; (c) Penetapan kawasan strategis; (d) Arah pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Urgensi pengaturan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sorong dilatar belakangi masalah-masalah terkait keselarasan antara kebijakan nasional, regional, lokal dan sektoral mengenai penataan ruang di Kabupaten Sorong terutama terkait penyelenggaraan otonomi daerah di bidang penataan ruang, dengan memperhatikan seluruh proses penataan ruang yang meliputi perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Regional Spatial Planning (RTRW) has an important role in development because it functions as a guide in preparing sectoral documents, space utilization and controlling space use, as well as realizing integration, linkage and balanced development between regions in Sorong Regency. During the preparation process, the material contained in the RTRW was based on the situation of Sorong Regency before 2012 and developments until 2022. This research is descriptive research which aims to describe the spatial plan for the Sorong Regency area. The data collection method in the research was through focus group discussions (FGD) and analyzed using qualitative analysis. The results of the review of the Sorong Regency Spatial Planning Plan for 2012-2032 have a research scope, namely (a) Spatial structure plan; (b) Regional spatial pattern plan; (c) Determination of strategic areas; (d) Direction of space utilization and control of space utilization. The urgency of regulating the Revision of the Regional Spatial Plan for Sorong Regency is motivated by problems related to the harmony between national, regional, local and sectoral policies regarding spatial planning in Sorong Regency, especially regarding the implementation of regional autonomy in the field of spatial planning, taking into account the entire spatial planning process which includes planning. spatial planning, space utilization and control of space utilization.