Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Komunikasi Dalam Proses Uji Kenaikan Tingkat Pesilat Setia Hati Terate Lailin, Moch. Ichdah Asyarin Hayau; Dewi, Ratnaningrum Zusyana
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 7 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Juli 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i7.4237

Abstract

This study aims to analyze the influence of digital communication technology usage in the implementation of promotion tests on improving the performance quality of martial arts athletes at Persaudaraan SH Terate, Saradan Branch. Using a mixed-methods approach with an Explanatory Sequential design, the study began with quantitative data collection and analysis through Likert-scale questionnaires, followed by qualitative data enrichment via semi-structured interviews. The findings indicate that aspects such as digital media, communication, accessibility, assessment transparency, and organizational support significantly contribute to improved athlete performance. Linear regression analysis reveals that the use of digital testing has a positive and significant impact on performance quality. This is supported by qualitative data indicating increased motivation, efficiency, and perceptions of fairness in the evaluation process. Nonetheless, challenges such as limited device access and digital literacy remain barriers that need to be addressed. The study concludes that the integration of digital communication technology represents an innovative strategy in the transformation of performance development within martial arts organizations.
Transformasi Public Speaking Melalui Keterbukaan Diri dan Dukungan Sebaya pada Mahasiswa Introvert Putri, Zukria Amelia; Dewi, Ratnaningrum Zusyana; Lailiyah, Fatihatul
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.11302

Abstract

Keterampilan public speaking merupakan kompetensi esensial bagi mahasiswa, namun sering kali menjadi hambatan bagi mereka yang memiliki kecenderungan kepribadian introvert. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh keterbukaan diri dan dukungan teman sebaya terhadap kemampuan public speaking mahasiswa introvert di UNIM. Pendekatan yang diaplikasikan yaitu numerik dengan rancangan studi hubungan. Partisipan terdiri atas 90 akademisi yang diseleksi lewat metode purposive sampling. Informasi dihimpun memakai angket bermodel skala Likert serta diuji memakai analisis lajur multipel. Temuan telaah menunjukkan bahwa penyingkapan personal berimbas selaras dan substansial pada kemampuan public speaking, demikian pula dukungan teman sebaya. Uji simultan menunjukkan bahwa kombinasi kedua variabel memberikan kontribusi substansial terhadap peningkatan keterampilan komunikasi publik mahasiswa introvert. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya integrasi faktor intrapersonal dan interpersonal dalam membangun kepercayaan diri, kejelasan pesan, dan penguasaan teknis berbicara.Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa strategi pengembangan public speaking mahasiswa introvert sebaiknya memadukan latihan keterbukaan diri dengan dukungan sejawat dalam lingkungan belajar yang mendukung. Implikasi praktisnya, program pelatihan komunikasi di perguruan tinggi dapat menggunakan model ini untuk menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan efektif.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA TUNARUNGU AKTIF DAN BERPRESTASI NASIONAL (STUDI KASUS DI SLB AISYIYAH KRIAN) Ichsan, Yusuf Noer; Dewi, Ratnaningrum Zusyana; Lailiyah, Fatihatul
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 1 No 1 (2020): Volume 1 No 1 Juni 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan, karena dengan berkomunikasi kita dapat bertukar ide serta memberikan semangat satu sama lain. Akan tetapi, ada beberapa individu yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik karena memiliki ketidakmampuan untuk mendengar atau disebut tunarungu. Individu yang menderita tunarungu tentu kesulitan untuk memahami apa yang dikatakan orang lain, namun ada siswa tunarungu yang aktif dan mampu memiliki prestasi di tingkat nasional. Siswa tersebut bernama Lailatul Risma Sholichah, yang pada tahun 2016 lalu menjuarai perlombaan poster tingkat nasional. Selain itu, dia juga merupakan siswa yang aktif di kelas serta sering mengikuti perlombaan lainnya. Penelitian ini akan membahas bagaimana komunikasi yang dilakukan oleh siswa tunarungu berprestasi tersebut dengan orang-orang terdekatnya termasuk guru, teman sebaya, orang tua, saudara kandung dan saudara ipar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode pendekatan studi kasus. Tipe dari penelitian ini adalah penelitian eksploratif yaitu untuk menjelaskan secara mendalam mengenai komunikasi interpersonal siswa tersebut dengan guru dan teman di sekolah serta keluarganya. Dari hasil penelitian diketahui bahwa komunikasi interpersonal dengan orang-orang sekitar cukup bagus memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan belajar dan motivasi bagi Lailatul Risma Sholichah sampai akhirnya menjadi siswa berprestasi. Peran guru di sekolah adalah sebagai pendidik sekaligus sebagai motivator. Peran teman sebaya adalah sebagai motivator sekaligus peredam saat ada masalah yang timbul dalam hubungan pertemanan mereka. Peran orang tua dirumah adalah sebagai pendidik sekaligus pendukung dalam kegiatan yang diiikuti oleh siswa. Peran saudara kandung adalah sebagai pendidik sekaligus kontrol terhadap aktivitas yang dilakukan oleh subjek, sedangkan peran saudara ipar adalah sebagai penengah pada saat subjek terkena masalah. Communication is the most important thing in life, because by communicating we can exchange ideas and encourage one another. However, there are some individuals who cannot communicate well because they have an inability to hear or are called deaf. Individuals who suffer from hearing impairment certainly have difficulty understanding what others are saying, but there are deaf students who are active and able to have achievements at the national level. The student named Lailatul Risma Sholichah, who in 2016 won the national poster competition. In addition, he is also an active student in the class and often participates in other competitions. This study will discuss how the communication carried out by students with high performance hearing impairments with those closest to them includes teachers, peers, parents, siblings and brother-in-law. This research is a type of qualitative research using a case study approach. The type of this research is exploratory research which is to explain deeply about students' interpersonal communication with teachers and friends at school and their families. From the results of the study note that interpersonal communication with people around is good enough to have a significant impact on the development of learning and motivation for Laylatul Risma Sholichah until finally becoming an outstanding student. The role of the teacher in school is both as an educator and as a motivator. The role of peers is both a motivator and a buffer when problems arise in their friendship. The role of parents at home is as an educator as well as a supporter in the activities followed by students. The role of siblings is as an educator as well as control of the activities carried out by the subject, while the role of the brother-in-law is as an intermediary when the subject is in trouble.
ANALISIS RESEPSI KHALAYAK TERHADAP STEREOTIP PROFESI PADA VIDEO KITABISA.COM DI YOUTUBE Azizah, Nabila Rizki; Dewi, Ratnaningrum Zusyana; Ningsih, Masnia
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 1 No 2 (2020): Volume 1 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stereotip profesi merupakan salah satu permasalahan sosial yang ada di masyarakat, namun sering tanpa disadari. Faktanya masih banyak masyrakat yang terpengaruh dengan adanya stereotip profesi. Fenomena stereotip profesi menjadi dasar penelitian ini yang akan membahas bagaimana masyarakat bisa memahami stereotip profesi, dan bagaimana khalayak memberikan makna terhadap stereotip profesi yang ditampilkan melalui video social experiment dalam channel Youtube Kitabisa.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis resepsi dan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori resepsi khalayak dan teori encoding – decoding karya Stuart Hall. Hasil dari penelitian ini menjelaskan Resepsi Khalayak Terhadap Stereotip Profesi Pada Video Kitabisa.com di Youtube yang dikategorikan dalam tiga jenis pemaknaan dengan jumlah 4 informan berada pada posisi Dominant-hegemonic (khalayak memahami dan menerima pesan yang disampaikan media), 3 informan di posisi Negotiated Position (khalayak memahami namun tidak sepenuhnya menerima pesann yang disampaikan media), dan 2 informan di posisi Opositional ‘counter’ hegemonic (khalayak memiliki pendapat tersendiri dalam menginterpretasikan pesan dari media). Pemberian klasifikasi pemaknaan tersebut ditentukan berdasarkan opini informan terkait stereotip profesi yang ditampilkan pada video “Social Experiment: 2 Orang Ngobrol Tanpa Melihat, Ternyata Ini Yang Terjadi
PERAN HUMAS DALAM PENERAPAN WHISTLEBLOWING SISTEM (WBS) BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TIMUR (BNNP JATIM) Pangestika, Oktavia; Ningsih, Masnia; Dewi, Ratnaningrum Zusyana
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 1 No 2 (2020): Volume 1 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tim Humas BNNP Jatim dibentuk berdasarkan SPRIN dan SKEP dari Kepala BNNP Jatim, sebagai salah satu kebutuhan Organisasi. Setalah Humas terbentuk pada tahun 2012, beberapa sistem mendapatkan pembaruan dan program-program baru sudah mulai di rencanakan. Salah satunya Whistleblowing System, atau yang masyarakat kenal dengan sebutan Layanan Aduan Masyarakat. Whistleblowing System sangat erat kaitanya dengan Publik dan Instansi. Maka peran Tim Humas sangat dibutuhkan di dalamnya. Dengan Tim Humas yang terdiri dari berbagai perwakilan bidang, peneliti ingin mengetahui seberapa besar peran Humas di pelaksanaan program dan dalam sistem Koordinasinya. Metode yang digunakan dalam peneilitian ini adalah menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif, dimana peneliti mendeskripsikan dan mengkonstruksikan hasil wawancara dengan Subjek penelitian. Dalam Whistleblowing System pelaporan yang masuk melalui media akan tersambung pada Tim Humas BNNP Jatim sebagai penanggung jawab call center. Setelah Humas memberikan respon dalam pelaporan, humas akan memberikan surat disposisi yang diberikan kepda Kepala BNNP Jatim, setelah surat masuk kemudian dilakukan tindaklanjut, maka akan keluar hasil penyidikan dan penyelidikan yang ada untuk diserahkan ke Humas yang kemudian di informasikan kepada pelapor atau whistleblower. Peneliti mengetahui bahwa Peran Humas dalam penerapan Whistleblowing System adalah sebagai penghubung antara Internal dan eksternal, serta Tim Humas menjadi filterisasi Informasi. Tim Humas tidak sepenuhnya menjadi First Recipient karena Informasi bisa masuk dari mana saja, tidak hanya dari Humas.
MODERATOR KONTEN DALAM KAITANNYA MENINGKATKAN CITRA MARKETPLACE Ningsih, Masnia; Dewi, Ratnaningrum Zusyana
PAWITRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi dan Sosial Humaniora Vol 3 No 2 (2022): Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/pawitrakomunika.v3i2.2548

Abstract

A positive image is absolutely essential for a business company in the era of communication, so various innovations and creativity are needed by companies in an effort to gain sympathy and trust or trust from the public. One of the forms of business carried out by the Marketplace is by cooperating with a content moderation company, where the function of limiting or filtering content is to assist Marketplace companies in dealing with an increasingly critical society or public where they expect the fulfillment of accurate and of course positive information services. who can convince themselves (the public) and not cause doubts when transacting on the Marketplace. Using a descriptive analysis method, this study examines content moderators in terms of enhancing the image of the Marketplace. The achievement of a positive Marketplace company image when connected with the activities of content moderators will appear in the increase in the number of users of certain Marketplace services as evidence that the public places more trust and gains comfort and security when making transactions in it. The end result of achieving a positive image is the existence and sustainability of Marketplace companies in the long term.
Pemanfaatan media sosial Instagram dan Pendampingan Pengelolaan Keuangan sederhana bagi UKM Produsen Tas Perca Di Dusun Mangelo, Sooko, Mojokerto Dewi, Ratnaningrum Zusyana; Isnaini, Nurdiana Fitri; Nisa, Khoirun
ABDIMAS NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2020): ABDIMAS NUSANTARA : (Juli)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan usaha mikro kecil menengah yang sangat pesat seringkali belum diimbangi dengan pengelolaan yang optimal. Konsep pemasaran tradisional (dari mulut ke mulut, penjualan seadanya) masih banyak dipakai. Belum lagi pengelolaan keuangan yang belum dipisahkan antara uang pribadi dan uang usaha. Selain itu, permasalahan umum yang sering menimpa pelaku UMKM adalah tidak adanya pemasaran produk melalui media sosial (Instagram) dan pendampingan untuk pengelolaan keuangan sederhana. Mereka sudah bekerja keras memasarkan produk, tetapi hasil yang dicapai tidak sesuai target. Bahkan bila modal usaha habis, mereka berhenti berproduksi. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan pendampingan untuk memasarkan produk melalui media sosial (Instagram) dan pendampingan untuk pengelolaan keuangan sederhana. Tujuan dari pendampingan ini untuk membantu mengembangkan usaha tas kain perca di Mangelo, Sooko, Mojokerto. UMKM kain perca ini sangat potensial dikembangkan karena mempunyai diferensiasi yang menonjol. Kain perca yang dirangkai menjadi tas bukan kain perca berukuran kecil, tetapi kain perca yang cukup dipakai untuk membuat satu ukuran tas. Sehingga amat disayangkan kalau usaha ini tidak dikembangkan. Mengingat keterbatasan modal untuk promosi, maka digunakan media sosial Instagram, karena jangkauannya luas dan tidak memakai banyak biaya. Di sisi lain, proses penyusunan laporan keuangan juga harus dioptimalkan agar dapat diketahui secara jelas laporan laba rugi, laporan arus kas, dan neraca penjualan. The rapid development of micro, small and medium enterprises is often not matched by optimal management. The concept of traditional marketing (mouth to mouth sales, improvised sales) is still widely used. Not to mention the financial management that has not been separated between personal money and business money. In addition, a common problem that often afflicts UMKM is the lack of product marketing through social media (Instagram) and assistance for simple financial management. They have worked hard to market the product, but the results achieved are not on target. Even if business capital is used up, they stop producing. Based on explanation above, it is necessary to provide assistance to market products through social media (Instagram) and assistance for simple financial management. The purpose of this assistance is to help develop a patchwork bag business in Mangelo, Sooko, Mojokerto. This patchwork UMKM is very potential to be developed because it has prominent differentiation. The patchwork that is assembled into a bag is not a small patchwork, but rather a patchwork that is used to make one bag size. Therefore, it is unfortunate if this effort is not developed. Given the limited capital for promotion, Instagram social media is used, because of its wide reach and does not cost much. On the other hand, the process of preparing financial statements must also be optimized so that it can clearly know the income statement, cash flow statement, and sales balance.