Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Evaluasi Pelaksanaan P5 Melalui Model CIPP di SMAI As-Syafiah Mojosari Nganjuk Sholihah , Umi Naafi’atus; Hidayah, Noer; Khotimah , Husnul
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 4 No. 2 (2024): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi November 2024)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v4i2.119

Abstract

Abstrak: Evaluasi dibutuhkan dalam sebuah program sehingga dapat diketahui apakah proses pelaksanaan program P5 dalam sekolah telah mencapai tujuannya. Keberhasilan suatu program tidak hanya didasarkan pada asesmen hasil belajar peserta didik, tetapi juga terkait dengan desain program, penerapan dan hasil dari program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi dari implementasi program P5 di SMAI As-Syafiah Mojosari Nganjuk dengan model evaluasi program CIPP yang meliputi evaluasi context, input, process, dan product. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dekriptif dengan model evaluasi CIPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program P5 di SMAI As-Syafiah Mojosari Nganjuk dilaksanakan pada tema Gaya Hidup Berkelanjutan telah terlaksana dengan baik. Hal ini didasarkan pada empat aspek evaluasi CIPP yaitu (1) evaluasi context meliputi latar belakang dan tujuan, dukungan lembaga, kondisi lingkungan; (2) evaluasi input meliputi rencana mencapai tujuan, sarana prasarana, prosedur kerja; (3) evaluasi process meliputi pra pelaksanaan, tahap pelaksanaan P5, hambatan, dan (4) evaluasi product meliputi hasil dari P5, tindak lanjut, dan manfaat. Hasil analisis menyebutkan bahwa perlu adanya peningkatan-peningkatan terutama dari segi administratif pelaksanaan program P5.
PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGI MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI PADA KURIKULUM MERDEKA Musthofa, Indhra; Khotimah , Husnul
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i1.5114

Abstract

Globalisasi yang terjadi saat ini membawa masyarakat Indonesia melupakan pendidikan karakter bangsa. Padahal, pendidikan karakter merupakan suatu pondasi bangsa yang sangat penting dan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Oleh karena itu, salah satu yang diterapkan adalah pembentukan karakter religius siswa melalui kegiatan keagamaan sebagaimana di Sekolah formal guru telah mengkonsep pembentukan karakter religius untuk meningkatkan kepribadian siswa dan meningkatkan religius siswa melalui pembelajaran PAI serta melalui kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis field research. Informan penelitian ini adalah waka kurikulum, guru PAI dan siswa. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mereduksi data, memaparkan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, strategi pembentukan karakter religius siswa melalui kegiatan keagamaan di SMA BSS Malang terdiri dari 3 (tiga): Pertama, strategi pemahaman, Kedua strategi pembiasaan, Ketiga strategi keteladanan. Implikasi pembentukan karakter religius siswa melalui pembelajaran PAI di SMA BSS Malang adalah meningkatkan keimanan siswa dan ketaqwaan kepada Allah, membentuk akhlaqul karimah
PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGI MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI PADA KURIKULUM MERDEKA Musthofa, Indhra; Khotimah , Husnul
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i1.5114

Abstract

Globalisasi yang terjadi saat ini membawa masyarakat Indonesia melupakan pendidikan karakter bangsa. Padahal, pendidikan karakter merupakan suatu pondasi bangsa yang sangat penting dan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Oleh karena itu, salah satu yang diterapkan adalah pembentukan karakter religius siswa melalui kegiatan keagamaan sebagaimana di Sekolah formal guru telah mengkonsep pembentukan karakter religius untuk meningkatkan kepribadian siswa dan meningkatkan religius siswa melalui pembelajaran PAI serta melalui kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis field research. Informan penelitian ini adalah waka kurikulum, guru PAI dan siswa. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mereduksi data, memaparkan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, strategi pembentukan karakter religius siswa melalui kegiatan keagamaan di SMA BSS Malang terdiri dari 3 (tiga): Pertama, strategi pemahaman, Kedua strategi pembiasaan, Ketiga strategi keteladanan. Implikasi pembentukan karakter religius siswa melalui pembelajaran PAI di SMA BSS Malang adalah meningkatkan keimanan siswa dan ketaqwaan kepada Allah, membentuk akhlaqul karimah
Perancangan Mesin Penetas Telur Semi Otomatis Di Lingkungan Kelurahan Kariangau Kalimantan Timur Khotimah , Husnul; Hardy , Zairul
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v8i2.1972

Abstract

Mesin penetas telur elektrik merupakan suatu alat yang dirancang untuk mendukung proses penetasan telur secara semi otomatis. Proses semi otomatis ini menggunakan lampu sebagai sumber panas atau elemen pemanas. Mesin penetas telur semi otomatis ini menggunakan transistor, termostat, dan relay untuk mengontrol lampu, kipas, dan motor. Dilengkapi dengan pengatur waktu, mesin ini memudahkan pengguna untuk menentukan durasi penetasan, dan akan berhenti secara otomatis setelah mencapai waktu yang telah ditentukan. Inkubator ini mempunyai lampu untuk memberikan panas yang diperlukan agar telur berkualitas baik dapat menetas, menggunakan lampu pijar untuk mengatur suhu sesuai kebutuhan telur agar meniru kondisi habitat aslinya. Hasil pemantauan penggunaan inkubator selama 2 bulan menunjukkan 90% telur berhasil menetas menjadi DOC umur sehari (Day Old Chicken). Kecamatan Kariangau memiliki lahan terluas dan beberapa warga di sana beternak ayam. Oleh karena itu, mesin penetas telur ini baik untuk disosialisasikan kepada warga di kelurahan kariangau yang tertarik untuk memiliki usaha ternak ayam atau unggas lainnya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat
PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGI MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI PADA KURIKULUM MERDEKA Musthofa, Indhra; Khotimah , Husnul
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i1.5114

Abstract

Globalisasi yang terjadi saat ini membawa masyarakat Indonesia melupakan pendidikan karakter bangsa. Padahal, pendidikan karakter merupakan suatu pondasi bangsa yang sangat penting dan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Oleh karena itu, salah satu yang diterapkan adalah pembentukan karakter religius siswa melalui kegiatan keagamaan sebagaimana di Sekolah formal guru telah mengkonsep pembentukan karakter religius untuk meningkatkan kepribadian siswa dan meningkatkan religius siswa melalui pembelajaran PAI serta melalui kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis field research. Informan penelitian ini adalah waka kurikulum, guru PAI dan siswa. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mereduksi data, memaparkan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, strategi pembentukan karakter religius siswa melalui kegiatan keagamaan di SMA BSS Malang terdiri dari 3 (tiga): Pertama, strategi pemahaman, Kedua strategi pembiasaan, Ketiga strategi keteladanan. Implikasi pembentukan karakter religius siswa melalui pembelajaran PAI di SMA BSS Malang adalah meningkatkan keimanan siswa dan ketaqwaan kepada Allah, membentuk akhlaqul karimah
Integrasi moderasi beragama dengan teknologi pembelajaran sebagai strategi guru dalam pembentukan karakter siswa Khotimah , Husnul; Maula, Athiyatul; Rahima, Ima; Aziz, Muhammad Abdul
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.2: July- December 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.14091

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang menyentuh kehidupan siswa dalam kesehariannya menjadi realitas yang memberikan dampak pada perubahan gaya belajar. Namun, fenomena perilaku siswa dalam bermedia sosial menunjukkan kecenderungan penggunaan pada aspek hiburan dominan dibandingkan sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi moderasi beragama dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran sebagai strategi guru dalam pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di sekolan NU Ciledug. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan informasi verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menyisipkan nilai-nilai Islam moderat seperti toleransi, adil, seimbang, dan anti kekerasan dalam materi ajar dan kegiatan pembelajaran yang berbasis digital. Kendala yang dihadapi oleh guru meliputi kurangnya pelatihan teknologi, keterbatasan fasilitas, serta pemahaman moderasi yang belum merata. Meskipun demikian, strategi yang menggabungkan pendekatan kontekstual dan media digital terbukti meningkatkan pemahaman terhadap moderasi beragama serta partisipasi siswa dalam pembelajaran. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama dapat disisipkan pada pembelajaran PAI dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran.  Penguatan kapasitas guru dan kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi nilai keagamaan dan teknologi sangat penting untuk membentuk generasi yang religius, toleran, dan melek digital.