Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENINGKATAN NILAI EKONOMI KOPI REMPAH MELALUI MANAJEMEN KADERISASI PETANI KOPI PEREMPUAN DI DESA TANAH WULAN, KABUPATEN BONDOWOSO Darmayanti, Rizki Fitria; Amini, Helda Wika; Savitri, Dyah Ayu; Al Fajri, M. Maktum Muharja
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4866

Abstract

Abstrak: Kopi merupakan komoditas andalan perkebunan di Indonesia, utamanya bagi Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Salah satu pemasok kopi utama di Bondowoso adalah Desa Tanah Wulan, Kecamatan Maesan dimana mata pencaharian utama penduduknya adalah sebagai petani. Mayoritas perempuan berprofesi sebagai ibu rumah tangga sehingga mempunyai banyak waktu luang untuk memproduksi kopi mentah menjadi kopi olahan, sehingga hal ini menjadi obyek pendampingan bagi tim pengabdian untuk melakukan pelatihan pengolahan kopi rempah (KORE) pada tahun 2019. Namun dampak pelaksanaan kegiatan pelatihan pengolahan kopi rempah masih belum maksimal, sehingga sejak tahun 2020 hingga kini Tim Pengabdian berinisiatif melakukan strategi pengurusan sertifikasi industri rumah tangga melalui Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan mendampingi dalam manajemen kaderisasi perempuan di desa Tanah Wulan.Solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini berupa pemberdayaan perempuan melalui manajemen kaderisasi perempuan di Desa Tanah Wulan. Manajemen kaderisasi berguna untuk menciptakan orang-orang yang akan berperan penting dalam kegiatan produksi hingga pemasaran produk KORE sehingga produk KORE mampu berjalan secara berkelanjutan. Kegiatan inti program ini adalah pengurusan PIRT produk KORE dan pendampingan perempuan di desa Tanah Wulan melalui manajemen kaderisasi. Peningkatan nilai ekonomi kopi rempah melalui pengurusan PIRT dan manajemen kaderisasi petani perempuan Desa Tanah Wulan memberikan peluang yang menjanjikan. Selama pelaksanaan program, perempuan petani kopi menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam membentuk kader dan melaksanakan usaha KORE yang berkelanjutan.  Abstract:  Coffee is a plantation commodity in Indonesia, especially for Bondowoso Regency, East Java. One of the main coffee suppliers in Bondowoso is Tanah Wulan Village, Maesan District where the main livelihood of the residents is as a farmer. Women work as housewives so they have a lot of free time to produce raw coffee into processed coffee, so this has become an object of assistance for the team to conduct spice coffee processing (KORE) training in 2019. However, the impact of the implementation of the spice coffee processing training is still not maximum, so that since 2020 until now the Team has taken the initiative to carry out a strategy for managing home industry certification through Home Industry Products (PIRT) and assisting in the management of women's regeneration in Tanah Wulan village.The solution offered in this activity is in the form of empowering women through the management of women's regeneration in Tanah Wulan Village. The regeneration management is useful for creating people who will play an important role in production activities to market KORE products so that KORE products can run sustainably. The core activities of this program are the management of KORE product PIRT and women's assistance in Tanah Wulan village through cadre management. The economic value of spiced coffee through improving the management of PIRT and the management of the regeneration of women farmers in Tanah Wulan Village provides the promised opportunities. During program implementation, female coffee farmers showed high enthusiasm in forming cadres and implementing sustainable KORE businesses.
SIMULASI KENAIKAN KAPASITAS PRODUKSI GULA PADA PROSES KARBONATASI DI PT. INDUSTRI GULA GLENMORE MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ASPEN PLUS Muharja, Maktum; Darmayanti, Rizki Fitria; Widjaja, Arief; Firmansyah, Arfian Alwi; Karima, Nur
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jst-undiksha.v11i1.39521

Abstract

PT. Industri Gula Glenmore (PT. IGG) merupakan salah satu industri gula di Indonesia yang menggunakan metode defekasi remelt karbonatasi (DRK) pada proses pemurnian nira. Dalam beberapa tahun kedepan, PT. IGG berencana menaikkan kapasitas produksi sebesar 8.000 ton/hari dari kapasitas semula sebesar 6.000 ton/hari. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mensimulasikan peningkatan produksi gula dari 6.000 menjadi 8.000 ton/hari dengan menganalisis neraca massa dan neraca energi dan mensimulasikannya menggunakan software Aspen Plus V11. Proses yang disimulasikan dalam studi ini berfokus pada kinerja karbonator. Hasil perhitungan kapasitas 6.000 ton/hari menunjukkan massa keluar dan energi yang dibutuhkan (∆H) pada karbonator 2 secara berturut-turut adalah 72.766,20 kg/jam dan -1.828,32 kkal/jam. Sedangkan pada kapasitas 8.000 ton/hari, massa keluar dan energi yang dibutuhkan pada karbonator 2 secara berturut-turut adalah 97.015,61 kg/jam dan -2.441,30 kkal/jam. Simulasi menggunakan Aspen Plus menunjukkan hasil dengan selisih perbedaan yang dapat ditoleransi dibandingkan dengan perhitungan neraca massa dan energi. Dari studi ini, simulasi peningkatan produksi gula akan berguna untuk mempermudah proses desain karbonator pada kenaikan kapasitas produksi atau penggantian metode pemurnian.
Reducing Sugar Production in Subcritical Water and Enzymatic Hydrolysis Using Plackett-Burman Design and Response Surface Methodology Maktum Muharja; Irfan Albana; Jayyid Zuhdan; Agra Bachtiar; Arief Widjaja
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.108 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.49727

Abstract

Subcritical water is one method of hydrolysis that can convert coconut husk to produce reducing sugars. However, this method has the disadvantage of producing derivative products such as furfural and phenolic compounds that act as inhibitors. One effective method is the addition of additives to the subcritical water process. The purpose of this study was to determine the effect of adding additives to subcritical water processes and optimizing the operating conditions on the production of reducing sugars. The analysis of reducing sugar was conducted by the dinitrosalicylic acid (DNS) method. Variables used in this study were time, temperature, pressure, water volume, pH, and several types of additives. Plackett-Burman was used for screening significant factors for the production of reducing sugars. The three most affecting factors were further investigated to find out the optimum point using Response Surface Methodology (RSM). The optimum point for subcritical water pretreatment operating conditions was the addition of sodium dodecyl sulfate (SDS) of 0.24 grams, reaction time for 80 minutes, and pH 11 yielding a reducing sugar yield of 22.7%, energy use of 291.3 kJ/g with desirability of 85%. Furfural content of all liquids after pretreatment can be neglected (<2 ppm) because of the effect of surfactant.
PENINGKATAN NILAI EKONOMI KOPI REMPAH MELALUI MANAJEMEN KADERISASI PETANI KOPI PEREMPUAN DI DESA TANAH WULAN, KABUPATEN BONDOWOSO Rizki Fitria Darmayanti; Helda Wika Amini; Dyah Ayu Savitri; M. Maktum Muharja Al Fajri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.063 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5129

Abstract

Abstrak: Kopi merupakan komoditas andalan perkebunan di Indonesia, utamanya bagi Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Salah satu pemasok kopi utama di Bondowoso adalah Desa Tanah Wulan, Kecamatan Maesan dimana mata pencaharian utama penduduknya adalah sebagai petani. Mayoritas perempuan berprofesi sebagai ibu rumah tangga sehingga mempunyai banyak waktu luang untuk memproduksi kopi mentah menjadi kopi olahan, sehingga hal ini menjadi obyek pendampingan bagi tim pengabdian untuk melakukan pelatihan pengolahan kopi rempah (KORE) pada tahun 2019. Namun dampak pelaksanaan kegiatan pelatihan pengolahan kopi rempah masih belum maksimal, sehingga sejak tahun 2020 hingga kini Tim Pengabdian berinisiatif melakukan strategi pengurusan sertifikasi industri rumah tangga melalui Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan mendampingi dalam manajemen kaderisasi perempuan di desa Tanah Wulan. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini berupa pemberdayaan perempuan melalui manajemen kaderisasi perempuan di Desa Tanah Wulan. Manajemen kaderisasi berguna untuk menciptakan orang-orang yang akan berperan penting dalam kegiatan produksi hingga pemasaran produk KORE sehingga produk KORE mampu berjalan secara berkelanjutan. Kegiatan inti program ini adalah pengurusan PIRT produk KORE dan pendampingan perempuan di desa Tanah Wulan melalui manajemen kaderisasi. Peningkatan nilai ekonomi kopi rempah melalui pengurusan PIRT dan manajemen kaderisasi petani perempuan Desa Tanah Wulan memberikan peluang yang menjanjikan. Selama pelaksanaan program, perempuan petani kopi menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam membentuk kader dan melaksanakan usaha KORE yang berkelanjutan.Abstract:  Coffee is a plantation commodity in Indonesia, especially for Bondowoso Regency, East Java. One of the main coffee suppliers in Bondowoso is Tanah Wulan Village, Maesan District where the main livelihood of the residents is as a farmer. Women work as housewives so they have a lot of free time to produce raw coffee into processed coffee, so this has become an object of assistance for the team to conduct spice coffee processing (KORE) training in 2019. However, the impact of the implementation of the spice coffee processing training is still not maximum, so that since 2020 until now the Team has taken the initiative to carry out a strategy for managing home industry certification through Home Industry Products (PIRT) and assisting in the management of women's regeneration in Tanah Wulan village. The solution offered in this activity is in the form of empowering women through the management of women's regeneration in Tanah Wulan Village. The regeneration management is useful for creating people who will play an important role in production activities to market KORE products so that KORE products can run sustainably. The core activities of this program are the management of KORE product PIRT and women's assistance in Tanah Wulan village through cadre management. The economic value of spiced coffee through improving the management of PIRT and the management of the regeneration of women farmers in Tanah Wulan Village provides the promised opportunities. During program implementation, female coffee farmers showed high enthusiasm in forming cadres and implementing sustainable KORE businesses.
PENYEDIAAN AIR BERSIH MELALUI PENGADAAN ALAT FILTRASI DI SMAN 2 BONDOWOSO Hanggara Sudrajat; Maktum Muharja; Helda Wika Amini; Rizki Fitria Darmayanti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v5i1.1124

Abstract

Gerakan Mencuci Tangan dengan sabun merupakan salah satu langkah krusial dalam menghadapi kenormalan baru, masyarakat harus hidup berdampingan dengan virus Novel Corona Virus 2019. Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital guna menghadapi kenormalan baru. Sayangnya, masih ditemukan daerah yang mengalami kekurangan persediaan air bersih, salah satunya adalah wilayah Kabupaten Bondowoso-Jawa Timur. Oleh karenanya, ketersediaan alat pengolahan air yang sederhana, mudah dalam pengoperasian, dan murah menjadi sangat penting, terutama di institusi pendidikan. Salah satu metode pengolahan air yang memenuhi kriteria tersebut adalah filtrasi. Untuk menjamin ketersediaan air bersih dalam skala kebutuhan sekolah, pengolahan air limbah sabun cuci tangan menjadi air bersih menggunakan metode filtrasi merupakan pilihan yang praktis, ekonomis, dan berkelanjutan. Melalui program Pengabdian Mandiri Universitas Jember 2020 ini, tim pelaksana kegiatan telah memberdayakan siswa di SMAN 2 Bondowoso pada tahap manufaktur, instalasi peralatan, operasional, dan pemeliharaan sistem. Selain itu, dilakukan demonstrasi pengoperasian alat filtrasi, pemeliharaan, hingga manajemen penjadwalan kerja bagi siswa. Tim pelaksana bekerja sama dengan siswa kemudian melakukan evaluasi setiap 2 pekan sekali guna menjamin sistem berjalan secara kontinyu. Sistem pengolahan air limbah sisa cuci tangan menggunakan metode filtrasi menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih dalam menghadapi era Kenormalan Baru.
Sosialisasi pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi biogas sebagai sumber energi alternatif di Desa Kemuning Lor, Jember Diana Fitriati; Rizki Fitria Darmayanti; Maktum Muharja; Mohammad Nazarudin Ali; I Made Arimbawa; Filial Ahliana Rahmaniyah; Nurtsulutsiyah Nurtsulutsiyah; Hidayatullah Hidayatullah; Adelia Rosalina; Mohammad Abdul Aziz Fajar; Tri Dwinanda Nursoliha; Zakia Ainun Salsabila; Susilowati Susilowati; Achri Isnan Khamil; Rekha Aliyya Isma; Hesti Lipuring Tyas; Mohammad Nashir Idham Kholid
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 3 (2021): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.3.597-601

Abstract

Kemuning Lor Village, Jember majority working as a farmer and animal breeders especially cattle. Recorded 15 people from a total number of cattle with a total of 32 cows. One cow usually produces 10-15 kg of manure per day. According to the survey we have conducted, 5 out of 10 residents of Kemuning Lor are not aware of the use of cow dung in biogas. Volunteer activities in Kemuning Lor aim to provide education to residents in overcoming the problem of cow dung to be processed into biogas to deal with environmental pollution problems. Desa Sadar Energi program was initiated in Kemuning Lor to raise awareness from cow dung into energy that is sustainable and environmentally friendly. The implementation method consisted of pre-socialization interviews, socialization, and post-socialization interviews. There is a 72% increase in public understanding regarding the definition and use of biogas. Biogas with a digester volume of 9 m3 is equivalent to LPG of 4.14 kg. The processing of cow dung waste into biogas can reduce the cost of expenditure for household LPG so that it is more economical and the raw material, cow dung, which is abundant and sustainable, is very easy to reach by the society.
Evaluation Of Dehydration Performance Of Belitung Taro (Xanthosoma Sagittifolium) Using Tray Dryer Maktum Muharja; Rizki Fitria Darmayanti; Achri Isnan Khamil; Andika Prastika; Muhammad Rizalluddin; Siska Nuri Fadilah; Difka Augustina Diana Sari
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 34, No 1 (2023)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v34i1.14878

Abstract

Belitung Taro (Xanthosoma sagittifolium) is a plant that can be processed into various food products. The high-water content of taro and the lack of a precise drying system made this material easy to rot. This study aims to evaluate the dehydration performance of tray dryers to reduce the water content of Belitung Taro. The independent variables used were air velocity (3-6 m/s), taro thickness (1-4 mm), and drying time (30-120 min). The results showed that the optimum drying time of taro is 30 min. The dryer airflow of 5 m/s significantly reduces the water content. The thickness of the slices positively affects the drying rate. The lowest water content was obtained in drying with a thickness of 1 mm. The ANOVA results show the effect of thickness, time, and flow rate variations on the drying rate. Three types of mathematical modeling are used to estimate moisture content: Newton, Page, and Modified Page. The Modified Page equation was preferred to detect the moisture content of the taro. From this study, the optimum condition of the tray dryer can be the best solution to dehydrate Belitung Taro effectively and efficiently
Optimization of Sugarcane Bagasse Ash Utilization for Concrete Bricks Production Using Plackett-Burman and Central Composite Design Maktum Muharja; Rizki Fitria Darmayanti; Arief Widjaja; Yakub Hendrikson Manurung; Ilham Alamsah; Siska Nuri Fadilah
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.009 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v6i1.282

Abstract

PT. Industri Gula Glenmore (PT. IGG) setiap tahunnya memproduksi 14.300 ton abu ampas tebu (AAT) sebagai hasil samping pembakaran boiler yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Menariknya, AAT memiliki kandungan silika tinggi yaitu 68,5% yang dapat ditingkatkan nilainya sebagai substitusi parsial semen dalam pembuatan bata beton. Oleh karena itu, pada penelitian ini komposisi dan ukuran partikel AAT dioptimalkan dalam pembuatan bata beton. Optimasi dilakukan dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) untuk memahami perilaku faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi kuat tekan bata beton. RSM ditentukan dengan menggunakan software Design-Expert V11. Bata beton dibuat dengan perbandingan semen dan pasir menggunakan perbandingan 1:6 dengan variasi AAT 5% sampai 25% dari berat normal semen. Hasil pengujian di Workshop menunjukkan bahwa penggunaan Fly Ash dan kapur sebagai bahan pengikat untuk menggantikan sebagian semen dengan variasi 23, 26, 28, 30, dan 33% menghasilkan kuat tekan berturut-turut sebesar 56, 52, 49, 40, dan 34 kg/cm2. Dengan demikian, bata beton pada penelitian ini termasuk dalam mutu tingkat 3 berdasarkan SNI 03-0349-1989. Inovasi ini merupakan solusi untuk meningkatkan nilai tambah AAT dan menjadi peluang bisnis baru bagi PT. IGG di masa depan PT. The Glenmore Sugar Industry (PT. IGG) annually produces 14,300 tons of Sugarcane Bagasse Ash (SCBA) as a by-product of boiler combustion that has not been fully utilized. Interestingly, SCBA has a high silica content of 68.5%, which can be valorized as a partial substitution of cement in the manufacture of concrete bricks. Therefore, in this study the composition and particle size of SCBA were optimized in the manufacture of concrete bricks. Optimization was carried out by using Response Surface Methodology (RSM) to understand the behavior of significant factors affecting the compressive strength of concrete bricks. RSM was determined using the Design-Expert V11 software. Concrete bricks were made with a ratio of cement and sand using a ratio of 1:6 with a variation of bagasse ash 5% to 25% of the normal weight of the cement. The test results showed that the use of fly ash and lime as a binder to replace some cement with variations of 23%, 26%, 28%, 30%, and 33% resulted in a compressive strength of 56 kg/cm2, 52 kg/cm2, 49 kg/cm2, 40 kg/cm2, and 34 kg/cm2, respectively. Thus the concrete brick in this study was included in the quality level 3 based on SNI 03-0349-1989. This innovation is a solution to increase SCBA's added value and a new business opportunity for PT. IGG in the future.
Pengeringan buah tomat menggunakan tray dryer dengan bantuan foaming agent tween 80 Irdatus Sholeha; Afrila Tutut Dwijati Lestari; Jihan Nafila Wibowo; Siska Nuri Fadilah; I Made Arimbawa; Maktum Muharja
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.78931

Abstract

Tomat merupakan buah yang mengandung kadar air cukup tinggi yang dapat menyebabkan proses pembusukan. Menjadikan tomat ke bentuk bubuk melalui proses pengeringan adalah salah satu cara untuk mengawetkan buah tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta pengaruh foaming agent tween 80 pada pengeringan buah tomat dengan variasi laju udara fan, waktu dan temperatur. Metode yang digunakan adalah metode pengeringan tray dryer. Penelitian ini menggunakan variabel laju udara fan 3, 4, 5, 6 m/detik, waktu 30, 40, 50, 60 menit serta suhu 40, 50, 60, 70°C. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa laju alir udara optimum untuk mengeringkan tomat yang sudah menjadi busa dengan ketebalan 3 mm yaitu 3 m/s. Waktu pengeringan optimum yaitu 50 menit, dimana pada waktu 50 menit tersebut telah tercapai laju pengeringan yang rendah. Suhu pengeringan optimum yaitu 70°C dengan kecepatan pengeringan 0,005 gram/detik dan moisture content basis kering sebesar 0,06. Dengan demikian, metode ini dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan proses pengeringan tomat secara efisien.
Pengeringan buah tomat menggunakan tray dryer dengan bantuan foaming agent tween 80 Irdatus Sholeha; Afrila Tutut Dwijati Lestari; Jihan Nafila Wibowo; Siska Nuri Fadilah; I Made Arimbawa; Maktum Muharja
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.78931

Abstract

Tomat merupakan buah yang mengandung kadar air cukup tinggi yang dapat menyebabkan proses pembusukan. Menjadikan tomat ke bentuk bubuk melalui proses pengeringan adalah salah satu cara untuk mengawetkan buah tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta pengaruh foaming agent tween 80 pada pengeringan buah tomat dengan variasi laju udara fan, waktu dan temperatur. Metode yang digunakan adalah metode pengeringan tray dryer. Penelitian ini menggunakan variabel laju udara fan 3, 4, 5, 6 m/detik, waktu 30, 40, 50, 60 menit serta suhu 40, 50, 60, 70°C. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa laju alir udara optimum untuk mengeringkan tomat yang sudah menjadi busa dengan ketebalan 3 mm yaitu 3 m/s. Waktu pengeringan optimum yaitu 50 menit, dimana pada waktu 50 menit tersebut telah tercapai laju pengeringan yang rendah. Suhu pengeringan optimum yaitu 70°C dengan kecepatan pengeringan 0,005 gram/detik dan moisture content basis kering sebesar 0,06. Dengan demikian, metode ini dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan proses pengeringan tomat secara efisien.
Co-Authors A Halim Abdul Halim Achmad Chumaidi, Achmad Achri Isnan Khamil Achri Isnan, Khamil Adelia Rosalina Adelina, Saltsabita Nourin Afrila Tutut Dwijati Lestari Agra Bachtiar Andika Prastika Andika, Prastika Apol, Tabina Raissa Ari Susanti Arief Widjaja Arshy, David Permana Aswie, Viqhi Atiqa Rahmawati Atiqa Rahmawati Ayu Salsabila, Putri Azmi Alvian Gabriel Badril Azhar Badril, Azhar Batuthoh, M. Wildan Ibnu Bekti Palupi Bima Suci, Syeikh Maulana Boy Arief Fachri Bramantyo Airlangga Candra Wijaya, Candra Daniel Happy Putra Diana Fitriati Difka Augustina Diana Sari Dimas Nur Herdianto Ditta Kharisma Yolanda Ditta Kharisma Yolanda Putri Doty Dewi Risanti Dwina Moentamaria Dyah Ayu Savitri Dyah Sawitri Dyah Sawitri Enomae, Toshiharu Fadilah, Siska Nuri Felix Arie Setiawan Filial Ahliana Rahmaniyah Firmansyah, Arfian Alwi Hakiki, Rizki Maulana Hanggara Sudrajat Hanny F. Sangian Helda Wika Amini Helda Wika Amini Helgananta Adirya Sabian Heni Pujiastuti Hesti Lipuring Tyas Hidayatullah Hidayatullah Husnul Khotimah Husnul Khotimah I Made Arimbawa I Made Arimbawa I Made Arimbawa Ihsanpuro, Surya Iryana Ilham Alamsah Ilham Alamsyah Indrayani, Lilin Irdatus Sholeha Irfan Albana Irfin, Zakijah Ismayati, Maya Istiqomah Rahmawati Jayyid Zuhdan Jihan Nafila Wibowo Karima, Nur Kenji Sakai Kenji Sonomoto KENJI SONOMOTO Khamil, Achri Isnan Khotimah , Husnul Lestari, Afrila Tutut Dwijati Lieke Riadi Lizda Johar Mawarani M. Zikrillah Maharani, Regita Gustiayu Pramisti Mahfud Mahfud Medy, Nabil Septian Megasari, Tri Elok Setya Meta Fitri Rizkiana Ming Gao Ming Gao Mohammad Abdul Aziz Fajar Mohammad Nashir Idham Kholid Mohammad Nazarudin Ali Muhammad Rizalluddin Mutiara Rengganis Nurul Putri Azhari Nailufhar , Lili Niki Etruly Nova Chintya Kurniawati Nugroho, Imam Wahyu Beny Nur Fadhilah Nur Fadhilah Nur Fadhilah Nur Fadhilah Nur Karima Nurtsulutsiyah Nurtsulutsiyah Pertiwi, Urania Noor Lintang Prastika, Andika Ramadana, Ifan Ramadhani, Salsabila Amania Rekha Aliyya Isma Rizki Fitria , Darmayanti Rizki Fitria Darmayanti Rizki Fitria Darmayanti Rohmah, Ika Putri Nikmatur Ruri Agung Wahyuono Sakai, Kenji Salsabila, Putri Ayu Sangadji, Ningsi Lick Satrio, Dendy Shofia Khoirunissa, Dita Sholeha, Irdatus Siska Nuri Fadilah Siska Nuri Fadilah Siska Nuri Fadilah Siska Nuri Fadilah Sjarief Widjaja Susilowati Susilowati Tantular Nurtono Tao Zhao Tao Zhao Tashiro, Yukihiro Tri Dwinanda Nursoliha Tri Widjaja Tyas , Hesti Lipuring Wardani, Salza Belila Kusuma Wardhani, Maharani Tri Wibowo, Jihan Nafila Yakub Hendrikson Manurung Yakub Hendrikson Manurung Yolanda Putri, Ditta Kharisma Yukihiro Tashiro Zakia Ainun Salsabila Zikrillah, M. Zuhriah Mumtazah