Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peninggian Jalan Prof. Hamka Kota Probolinggo Jawa Timur untuk Membantu Akses Kendaraan pada Jalan Keluar-Masuk RSUD Kota Probolinggo Buana, Cahya; Prastyanto, Catur Arif; Istiar; Rahardjo, Budi; Kartika, Anak Agung Gde; Widyastuti, Hera; Herijanto, Wahju; Lasminto, Umboro; Iranata, Data; Rahmawati, Farida; Sari, Putu Tantri Kumala; Ansori, Mohamad Bagus
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.830

Abstract

Saat ini pembangunan RSUD Kota Probolinggo terdapat issue terkait akses masuk ke rumah sakit. Pada kondisi eksisting terdapat jembatan yang menghubungkan Jalan Prof. Hamka dengan rumah sakit yang memiliki perbedaan elevasi cukup besar. Hal ini mengakibatkan kendaraan yang akan keluar-masuk dari rumah sakit mengalami kesulitan untuk melewati jembatan tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemerintah Kota Probolinggo melakukan kerja sama pengabdian kepada masyarakat dengan DKPU ITS untuk membuat kajian detail desain peninggian jalan pada Jl. Prof. Hamka, agar mempunyai beda elevasi yang tidak besar dengan jembatan jalan akses menuju RSUD Kota Probolinggo. Desain jalan ini dilakukan dengan menggunakan data topografi area sekitar jalan, data tanah, data hujan dan data lalu lintas serta diskusi dengan pihak BBPJN VIII Wilayah Jawa Timur dan Bali. Hasil dari desain peninggian jalan didapatkan tebal perkerasan kaku adalah 55 cm dengan perkuatan geotekstil dan dinding penahan tanah, dimensi saluran tepi dengan menggunakan U-ditch 50x50x120 cm dan box culvert 80x100x120, pemasangan rambu, marka dan penerangan jalan umum. Hasil dari studi tersebut digunakan untuk membantu operasional RSUD Kota Probolinggo terkait perbaikan akses masuk rumah sakit dari jalan nasional.
Penyusunan Rekomendasi Ruas Jalan Batas Kota Batu (Jembatan Cangar II) – Pacet dalam Memenuhi Syarat Jalan Berkeselamatan Widyastuti, Hera; Istiar; Herijanto, Wahju; Kartika, Anak Agung Gde; Prastyanto, Catur Arif; Kusmarini, Esti Peni; Andini, Ratna; Makruf, Martin; Purwanto, Joko
Sewagati Vol 8 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i4.990

Abstract

Ruas jalan Batas Kota Batu (Jembatan Cangar II) – Pacet atau lebih dikenal dengan nama jalur Cangar – Pacet, merupakan jalan alternatif penghubung antara Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu. Volume lalu lintas kendaraan yang melewati jalur ini tidak terlalu tinggi tetapi kejadian kecelakaannya relatif tinggi. Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali oleh penentuan lokasi rawan kecelakaan (black spot). Tahap selanjutnya adalah menganalisis penyebab kecelakaan pada black spot dengan mempertimbangkan faktor penyebab meliputi: alinemen horizontal, alinemen vertikal, lebar jalan, bangunan pelengkap dan fasilitas perlengkapan jalan. Setelah diperoleh faktor penyebab kejadian kecelakaan pada lokasi black spot, akan disusun program pemenuhan jalan berkeselamatan pada jalur Cangar – Pacet yang terbagi menjadi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Hasil identifikasi di lapangan menunjukkan ada 4 (empat) lokasi black spot, yakni tikungan Gotekan, tikungan Obech Rafting, rest area/ jalur darurat, dan turunan AMD. Secara keseluruhan, penyebab kecelakaan yang terjadi pada lokasi black spot adalah defisiensi kondisi geometrik jalan dan jalur penghentian darurat yang tidak standar. Usulan perbaikan jangka pendek adalah melengkapi fasilitas pelengkap jalan dan perbaikan jalur penghentian darurat. Sedangkan usulan jangka menengah adalah perbaikan alinemen jalan dan perbaikan jangka panjang adalah menyiapkan jalur baru yang menghubungkan Cangar – Pacet. Tanggapan pihak mitra positif dan telah melakukan tindak lanjut terkait rencana jangka pendek berupa perbaikan jalur penyelamat.
Comparative Marshall Performance of Asphalt Concrete and Stone Mastic Asphalt Mixtures for Taxiway Pavements Based on FAA Specifications Alifah Widya Rochmah; Ervina Ahyudanari; Budi Rahardjo; Istiar; Viorentika Vigrid Yuniar Dirgan Putri
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1566

Abstract

Taxiway flexible pavements are subjected to high shear stresses from slow-moving aircraft with large wheel configurations, making mixture stability and resistance to permanent deformation critical performance requirements. Asphalt Concrete (AC) and Stone Mastic Asphalt (SMA) are commonly used wearing course mixtures; however, their performance characteristics under taxiway loading conditions may differ significantly. This study presents a comparative evaluation of the Marshall performance of AC and SMA mixtures designed in accordance with Federal Aviation Administration (FAA) specifications for taxiway pavements. Laboratory experiments were conducted using the Marshall mix design method to determine key parameters, including stability, flow, Marshall Quotient (MQ), Voids in Mix (VIM), Voids in Mineral Aggregate (VMA), Voids Filled with Asphalt (VFA), and Optimum Asphalt Content (OAC). The results indicate that the AC mixture exhibits higher average Marshall stability, reflecting superior load-bearing capacity, whereas the SMA mixture demonstrates lower flow values, indicating greater resistance to permanent deformation. The OAC of the SMA mixture is higher than that of the AC mixture due to its stone-on-stone aggregate structure and larger VMA. These findings highlight the trade-off between structural stiffness and deformation resistance in selecting wearing course mixtures for taxiway pavements and provide technical insights for mixture selection based on FAA performance requirements.