Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sewagati

Sistem Monitoring dan Kontrol Otomatis Terintegrasi IoT pada Vertical Crab House untuk Meningkatkan Potensi Hidup Kepiting Bakau di PT. Crab Crab Aquatic Mujiyanti, Safira Firdaus; Raditya, Murry; Nugroho, Dwi Oktavianto Wahyu; Darwito, Purwadi Agus; Septyaningrum, Erna; Zein, Muhammad Ikhsanuddin; Lokeswara, Rajendra; Rishwanda, Muhammad Akmal; Darmawan, Tiffany Rachmania; Rohid, Abdul; Nanta, Tepy Lindia
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.914

Abstract

Budidaya kepiting bakau dengan Vertical Crab House menjadi alternatif pembesaran kepiting dengan lahan terbatas untuk memenuhi permintaan di perkotaan. Namun masih banyak resiko kematian kepiting bakau disebabkan proses pengendalian kualitas air masih manual dalam mengendalikan kualitas air sirkulasi. Hal ini membutuhkan tenaga manusia dan waktu ekstra untuk memastikan kualitas air sirkulasi sesuai dengan kondisi lingkungan pertumbuhan kepiting bakau. Ditambah lagi metode Vertical Crab House tidak dapat mengidentifikasi kondisi kualitas air secara tepat, tidak dapat mengecek kondisi kualitas air secara real-time, dan tidak dapat mengecek kondisi temperatur, salinitas, amonia, dan pH secara simultan. Kondisi lingkungan yang tidak sesuai dengan parameter dan tidak termonitor membuat resiko kematian kepiting bakau masih sangat tinggi sehingga menyebabkan pembudidaya mengalami kerugian yang cukup besar. Permasalahan tersebut menjadi dasar terciptanya sistem otomatisasi pengendalian kualitas air untuk mengoptimalkan proses budidaya kepiting bakau dengan metode Vertical Crab House. Proses pengendalian kualitas air tersebut dilakukan dengan memasang sensor, kontroler, dan aktuator yang diintegrasikan sehingga proses pengendalian kualitas air dapat berjalan terus-menerus untuk memastikan air yang tersirkulasi sesuai dengan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan kepiting bakau. Selain itu, kualitas air sirkulasi pada budidaya dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi smartphone.
Analisis Social Return on Investment dan Indeks Kepuasan Masyarakat Program Pemberdayaan Komunitas Pengelola TPS3R Desa Kalanganyar, Sidoarjo melalui Implementasi Sistem Budidaya Larva Black Soldier Fly untuk Mendukung Ekonomi Sirkular Ramadhani, Riva Rizkiana; Risanti, Doty Dewi; Septyaningrum, Erna; Putri, Anandita Ade; Cahyani, Faizah Putri; Prayitno, Ramadhan Rafi Putra; Nursy, Mafaza Rahmah; Firmansyah, Rico Dwi; Ruma, Yustina Anindira Rosangela; Nurmianto, Fikri Nurfauzan
Sewagati Vol 9 No 5 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i5.8336

Abstract

Desa Kalanganyar, Sidoarjo merupakan wilayah dengan potensi besar di sektorperikanan dan pengolahan hasil tambak, namun menghadapi tantangan serius dalampengelolaan limbah organik yang belum termanfaatkan secara optimal. Lebih dari65% sampah harian di TPS3R desa ini berupa limbah organik yang berisiko menimbulkanpencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan jika tidak ditangani secaratepat. Program pemberdayaan masyarakat ini mengimplementasikan sistem budidayalarva Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi berbasis teknologi. Larva BSFmampu mengonversi limbah organik menjadi biomassa bernutrisi tinggi untuk pakanikan serta menghasilkan kasgot sebagai pupuk organik yang memperkuat ekonomisirkular desa. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui tahapan survei kebutuhan,perizinan, instalasi sistem modular MagoBox Tower Lite, pelatihan teknis,hingga evaluasi produksi. Satu unit sistem menghasilkan 14,5 kg larva kering per siklus(potensi untung Rp1.015.000) untuk pakan, dengan nilai SROI 13,68, yang berartidampaknya 13 kali lipat biaya investasi. Masyarakat masih memerlukan dukunganeksternal untuk mengelola limbah dan mengintegrasikan berbagai sektor desa(perikanan, pertanian, peternakan) dalam satu ekosistem ekonomi sirkular terpadu.