Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN PELAKU UMKM PADA MASA DAN PASCA PANDEMI COVID-19: Studi Kasus di Kelurahan Gerung Selatan Lombok Barat alim, sahirul; Hidayatullah, Iman; Wahyuditya, Cikal
Jurnal El-Hikam Vol 16 No 2 (2023): EL-HIKAM: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nurul Hakim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global  memaksa pemerintah  mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta mengkampanyekan stay at home. Hal ini tentu saja berdampak terhadap lumpuhnya semua sendi kehidupan, tidak terkecuali sektor perekonomian, salah satu di antaranya adalah para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendapatan pelaku UMKM pada masa dan pasca pandemi dengan analisis two way anova tanpa interaksi. Populasinya adalah pelaku UMKM di Kelurahan Gerung Selatan Lombok Barat yang berjumlah 122 orang yang terdiri dari pelaku UMKM yang berjualan bahan bangunan (14 orang ), yang berjualan sembako (60 orang), dan yang berjualan kuliner ( 38 orang ). Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 36 orang (30% dari total populasi) dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling. Uji statistik dengan nilai signifikansi <0,05 (alpha) menerima H1 pada hipotesis pertama yaitu terdapat perbedaan pendapatan berbagai jenis pelaku UMKM. Hasil penelitian ini juga menerima H1 pada hipotesis kedua, yaitu  terdapat perbedaan pendapatan pelaku UMKM pada masa dan pasca pandemi covid-19 di Kelurahan Gerung Selatan Kabupaten Lombok Barat.
PENERAPAN ETIKA EKONOMI UNTUK KEBERLANJUTAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENEGAH (UMKM) SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI KOTA MATARAM Hidayatullah, Iman
Jurnal Oportunitas : Ekonomi Pembangunan Vol. 4 No. 2 (2025): Oportunitas, September 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/oportunitas.v4i2.2491

Abstract

Kehadiran usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di indonesia telah memberikan kontribusi positif terhadap penyerapan tenaga kerja, pendapatan negara, investasi dan lainnya, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya sektor makanan dan minuman, yang merupakan kebutuhan dasar masyakarakat,dan harus diberikan dukungan terhadap pengembangannya, menimbang kontribusnya terhadap bangsa dan negara, pengembangan UMKM sudah seharusnya tidak hanya bertumpu pada aspek administrasi dan finansial tapi juga pada prinsip-prinsip etik. penelitian ini menggukan pendekatan kualitatif asosiatif yaitu untuk mengetahui hubungan etika ekonomi dengan keberlanjutan usaha UMKM, dilakukan dengan studi literatur melalui buku dan jurnal, dikuatkan dengan tambahan data skunder dari sumber kredibel seperti badan pusat statistik, kementrian UMKM dan sumber lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu dengan menganalisa beberapa sumber buku maupun jurnal yang berkaitan dengan masalah penelitian, dilakukan dengan langkah reduksi data yang sudah dipilih. kemudian data disajikan dengan menguraikan hasil studi terhadap jurnal atau buku, kemudian menarik kesimpulan dari data yang telah direduksi dan di display, hasil dari penelitian ini, bahwa penerpan prinsip-prinsip etik, seperti prinsip tauhid, kemanusiaan, keadilan, kebajikan, kebebasan, mampu memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan UMKM sektor makanan dan minuman.
Sosialisasi Implementasi Konsep Green Economy Pada Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat Di Desa Persiapan Blongas Kecamatan Sekotong Lombok Barat Zaini, Muh.; Akbar, Muhammad Zulfahmi; Hidayatullah, Iman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekayaan alam Desa Persiapan Blongas merupakan keasrian dari keindahan panorama hutan, perbukitan, pantai yang sangat indah, oleh karena itu melalui pengembangan desa wisata ini diharapkan akan mendapatkan keuntungan dari hasil pengelolaan wisata ini yang dapat mengubah perekonomian masyarakat Desa Persiapan Blongas. Walaupun sudah ada upaya memaksimalkan dari masyarakat, namun efektifitas pengembangan masih belum terasa selama observasi awal di lapangan. Pengembangan wisata yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi dari beberapa stakeholder, baik itu masyarakat, pihak swasta ataupun lembaga masyarakat. Banyaknya stakeholder yang terlibat seharusnya tidak membuat pengembangan wisata pesimis, melainkan ini menjadi sejata yang kuat untuk perekonomian yang baik. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini mengerucut pada proses sosialisasi pengembangan wisata dan memberikan pemahaman terhadap warga desa Blongas terkait bagaimana menerapkan konsep green economy pada pengelolaan wisata desa Blongas agar tercipta kelestarian lingkungan dan wisata yang berkelanjutan di desa persiapan Blongas, teknis pelaksanaan sosialisasi ialah dengan cara mengundang para pelaku dan pengelola wisata untuk berkumpul di lokasi wisata yang sedang dikembangkan.
The 21st-Century Humanitarian Crisis in the Perspective of al-Ghazali and Abbasid History: (Krisis Kemanusiaan Abad ke-21 dalam Perspektif al-Ghazali dan Sejarah Abbasiyah) Fuadi, Azrian Isyfaul; Hidayatullah, Iman
Journal of Islamic Education and Intellectual Discourse (JIED) Vol 2 No 01 (2026): March
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Palangka Raya University, Central Kalimantan, Indonesia. Pos Code 73112

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jied.v2i01.23812

Abstract

This study discusses the humanitarian crisis of the 21st century by reviewing the historical experiences of the Abbasid Dynasty and the thoughts of Imam al-Ghazali. Globalisation, which has brought advances in science and technology while also giving rise to humanitarian problems such as social inequality, moral decadence, and spiritual disorientation, shows a pattern similar to the decline of Islamic civilisation during the Abbasid period. This study uses a qualitative approach with a literature review method. Data was collected from classical and contemporary literature, then analysed through content analysis and a historical-comparative approach. The results of the study show that the decline of the Abbasids was not only caused by external attacks, but also by internal crises in the form of weak morality, corruption, and a loss of spiritual orientation. Imam al-Ghazali's thoughts, particularly in Ihya 'Ulum al-Din, emphasise the importance of purifying the heart, strengthening morality, and integrating knowledge with faith and ethics as fundamental solutions to the humanitarian crisis. Thus, the historical lessons from the Abbasids and al-Ghazali's thoughts provide important reflections for modern global society to not only focus on material progress but also to build moral and spiritual foundations for the creation of a just and sustainable civilisation. Keywords: Humanitarian Crisis, Abbasid Dynasty, Imam al-Ghazali.