Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Islamisme dan Habib Preneur: Dinamika Bisnis Para Habib di Kalimantan Basrian, Basrian; Nor'ainah, Nor'ainah; Maimanah, Maimanah
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v21i1.6918

Abstract

There is something interesting about the business of these habibs, namely their "involvement" in taking advantage of their status as habibs, who incidentally are descendants of the Prophet Muhammad SAW, making the habib's business different from other businessmen. This study is important because there are no serious studies on this issue. This study uses the phenomenological method, phenomenology assumes that the real reality and data of a phenomenon is what is behind the phenomenon, in-depth interviews and observations are carried out in extracting data, the focus of this research is various models of the commodification of religion and the application of the spiritual economy in business ventures habibs in South Kalimantan. Many Hadhrami descendants from the Sayyid group are also active preachers in business, whether as actors, owners, financiers or joint owners. Many habib preachers use religious narratives to support their business. Habib the preacher got many advantages, both morally and materially. In addition, the religious narrative presented by the habib preacher group also presents a wedge between religion and prosperity, thus adding to the ways the habib group promotes itself to the Muslim community, namely by combining that of a pious figure who has wealth and prosperity. Ada yang menarik dari bisnis para habib ini, yaitu “keterlibatan” mereka dalam memanfaatkan statusnya sebagai habib yang notabene adalah keturunan Nabi Muhammad SAW, membuat bisnis para habib berbeda dengan pebisnis lainnya. Kajian ini penting karena belum ada kajian yang serius mengenai masalah ini. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi, fenomenologi beranggapan bahwa kenyataan dan data yang sebenarnya dari suatu fenomena adalah apa yang ada di balik fenomena tersebut, wawancara mendalam dan observasi dilakukan dalam penggalian data, fokus penelitian ini adalah berbagai model komodifikasi komoditas. agama dan penerapan ekonomi spiritual dalam usaha bisnis para habib di Kalimantan Selatan. Banyak keturunan Hadhrami dari kelompok Sayyid juga aktif berdakwah dalam bisnis, baik sebagai pelaku, pemilik, pemodal atau pemilik bersama. Banyak pendakwah habib menggunakan narasi agama untuk mendukung usahanya. Habib sang da'i mendapat banyak manfaat, baik secara moril maupun materiil. Selain itu, narasi keagamaan yang dibawakan oleh kelompok dai habib juga menghadirkan sekat antara agama dan kesejahteraan, sehingga menambah cara kelompok habib mempromosikan diri kepada masyarakat muslim, yaitu dengan memadukan sosok soleh yang memiliki kekayaan dan kemakmuran.
Correlation Of Home Distance To Health Facilities And Family Support With Contact Of Women Area in Primary Health Care Tatah Makmur Banjar District 2019 Nor'ainah, Nor'ainah; Isnaniah, Isnaniah
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v5i1.46

Abstract

Kunjungan nifas merupakan suatu upaya untuk menilai kesehatan ibu dan bayi baru lahir juga untuk mencegah, mendeteksi, serta menangani masalah yang terjadi. Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Banjar cakupan pelayanan kesehatan nifas di Puskesmas Tatah Makmur pada tahun 2017 sebesar 72,2% lebih rendah dari target 90%, bahkan dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Faktor yang mempengaruhi cakupan pelayanan kesehatan ibu nifas yaitu jarak rumah ke fasilitas kesehatan dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Jarak Rumah ke Fasilitas Kesehatan dan Dukungan Keluarga dengan Kontak Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tatah Makmur Kabupaten Banjar Tahun 2019. Metode penelitian ini menggunakan rancangan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel dalam penelitian ini adalah kontak ibu nifas, Jarak Rumah Ibu Nifas ke Fasilitas Kesehatan dan Dukungan Keluarga. Populasi dalam penelitian seluruh ibu nifas sebanyak 226 ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Tatah Makmur Tahun 2019. Teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 70 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan α 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 70 responden menunjukkan Kontak Ibu Nifas sebanyak 45 (64,3%) responden. Ibu yang Jarak Rumah ke Fasilitas Kesehatan jauh sebanyak 37 (52,9%) responden, ibu yang mendapat Dukungan Keluarga sebanyak 40 (57,1%) responden. Uji statistik Chi-Square menunjukkan ada hubungan Jarak Rumah Ke Fasilitas Kesehatan (ρ 0,002) dan Dukungan Keluarga (ρ 0,004) dengan Kontak Ibu Nifas. Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan Jarak Rumah Ke Fasilitas Kesehatan dan Dukungan Keluarga dengan Kontak Ibu Nifas
Beyond farā’iḍ Texts: Maqāṣid al-Sharīʿah and Substantive Justice in the Banjar Tradition of Equal Inheritance Maimanah, Maimanah; Nor'ainah, Nor'ainah; Faridah, Siti; Daily, Arni; Hafidzi, Anwar
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 16 No. 1 (2026): April (on-going)
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2026.16.1.108-126

Abstract

Background and objective: This study critically examines the Banjar tradition of equal inheritance distribution as a model of substantive justice that challenges the dominance of farā’iḍ -based formalism in Islamic inheritance law. Although classical jurisprudence prescribes fixed proportional shares, contemporary Islamic legal scholarship has yet to fully theorize how maqāṣid al-sharīʿah can operate not merely as a supplementary interpretive tool, but as an autonomous normative framework capable of reconfiguring inheritance principles toward substantive justice. Methodology: This research adopts a normative juridical approach grounded in systematic textual and conceptual analysis of the Qur’an, hadith, and classical as well as contemporary works of uṣūl al-fiqh, with particular emphasis on maqāṣid al-sharīʿah theory as developed by scholars such as al-Shāṭibī and its modern reinterpretations. Findings: The analysis demonstrates that equal inheritance distribution can be justified within a maqāṣid-oriented framework that prioritizes justice (ʿadl), welfare (maṣlaḥah), and the protection of lineage and wealth (ḥifẓ al-nasl and ḥifẓ al-māl). By reinterpreting inheritance norms through the hierarchy of legal objectives, the study argues that classical proportional rules should be understood as context-bound applications rather than immutable prescriptions, thereby opening space for alternative distributive models that better reflect contemporary socio-economic realities. This study contributes to Islamic legal theory by advancing a paradigmatic shift from rule-centered formalism to objective-oriented reasoning, positioning maqāṣid al-sharīʿah as a central epistemological foundation for reconstructing inheritance law and legitimizing substantively just outcomes beyond rigid textualism in modern plural legal contexts.