Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH STABILITY BALL EXERCISE TERHADAP ACTIVITY DAILY LIVING PADA IBU HAMIL DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH Fatmarizka, Tiara; Keumala, Melati ulee
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 4 No 1 (2024): Indonesian Journal of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52019/ijpt.v4i1.6906

Abstract

Background: Changes during pregnancy include changes in posture and lengthening of the abdominal and pelvic muscles, which can affect the musculoskeletal system. As many as 70% of pregnant women in the third-trimester experience lower back pain caused by increasing gestational age changes in the anatomy and physiology of pregnant women, which can cause Activity Daily Living (ADL) or the daily activities of pregnant women to be disrupted. Stability Ball Exercise (SBE) is an exercise that can reduce the intensity of back pain in pregnant women and can increase daily functional activities. Objective: to determine the effect of providing stability ball workouts on Daily Living Activities in pregnant women with complaints of lower back pain in the Kartasura Health Center work area. Method: quasi-experimental with one group pre-test and post-test design. The sample in this study consisted of 23 pregnant women based on inclusion and exclusion criteria. The analysis test used a paired sample t-test to determine the effect of the stability of ball training on daily activities in pregnant women. Dosing three times a week for four weeks. The instrument in this study used a disability rating index measurement questionnaire with 12 question items divided into three parts. The first item contains basic activities of daily living, the second item contains daily physical activities, and the third item contains activities related to heavier work. Results: A significant relationship exists between the pre- and post-DRI results with a p-value <0.001. Conclusion: There is an effect of stability ball workouts on increasing daily living activities in pregnant women with complaints of lower back pain. Keywords: Activity Daily Living; Pregnancy; Stabillity Ball Exercise
Edukasi Penerapan Constraint Induced Movement Therapy Menggunakan Media Puzzle Terhadap Anak Cerebral Palsy Di Sanggar Inklusi Kinasih Wijaya Ramadhanti, Alya Yuanita; Keumala, Melati Ulee; Risbiyanto, Stevenny Aulia; Putri, Nuristiqomah Dwi; Triasari, Ana; Naufal, Adnan Faris; Pristianto, Arif
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerebral palsy adalah suatu gangguan permanen tapi tidak berubah yang melibatkan gangguan gerakan atau postur atau keduanya, dan gangguan motorik fungsi disebabkan oleh gangguan non-progresif, lesi, atau kelainan yang muncul di otak yang sedang mengalami perkembangan. Gangguan utama pada tipe ini terletak pada sistem koordinasi dan pusat keseimbangan pada otak Cerebellum. sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Teknik Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) adalah teknik yang digunakan dalam pengobatan rehabilitasi untuk mengobati individu dengan penurunan fungsi ekstremitas atas untuk meningkatkan kemapuan motorik.Setelah dilakukan terapi selama 8 kali didapatkan adanya peningkatan kemampuan motorik pada ekstremitas atas.Penatalaksanaan Contraint Induced Movement Therapy (CIMT) terdapat peningkatan tonus otot dan kemampuan mototrik.
OPEN KINETIC CHAIN PROGRAM PADA FASE 1 POST ANTERO CRUCIATE LIGAMENT UNTUK PENAMBAHAN LGS DAN MAINTENANCE OTOT HAMSTRING – HOME BASED PROGRAM: CASE REPORT Keumala, Melati Ulee; Agus Widodo; Halim Mardianto
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7489

Abstract

Cedera pada saat olahraga dapat disebabkan oleh cedera akut (trauma) dan cedera karena overuse (pemakaian berlebih). Sebesar 60 % cedera olahraga sering terjadi pada bagian ekstremitas bawah terutama pada knee joint yang berfungsi sebagai stabilisator gerakan knee. Salah satu cedera lutut yang paling sering terjadi di area knee joint yaitu pada Anterior Cruciate Ligament (ACL). Penanganan Cedera ACL bisa dilakukan dengan prosedur rekonstruksi atau konservatif. Tujuan: Untuk mengetahui apakah pemberian modalitas fisioterapi berupa latihan dengan open kinetic chain dengan home based program efektif digunakan dalam peningkatan lingkup gerak sendi dan maintenance otot hamstring pada kasus rehabilitasi ACLR fase 1. Hasil dan Pembahasan: Setelah diberikan intervensi fisioterapi selama 3 kali pertemuan dan home program didapatkan hasil bahwa peningkatan lingkup gerak sendi, mengurangi nyeri, maintenance otot hamstring, mengurangi oedema pada area knee joint, meningkatkan kemampuan otot fleksor dan ekstensor, dan dapat meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional pada pasien. Kesimpulan: modalitas fisioterapi dengan basis open kinetic chain program dengan home program terbukti efektif pada kasus pasca rekonstruksi ACL fase 1.