Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Jadaliyyah Dilâliyyah haula al-Ta'bîrât al-Ishthilâhiyyah wa Ta'addud al-Ma'na fî Insyâi al-Thalabah al-Mustawa al-Madrasiy wa al-Mustawa al-Jâmi'iy (Dirâsah Tahlîliyyah Naqîdiyyah fî al-Tadakhkhul al-Dilâliy) Uyun Thayyibah; Nurdiana Arifah
Alibbaa': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 5 No. 1 (2024): Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ajpba.v5i1.11249

Abstract

Interference in insya' writing skills should be considered a very unnatural phenomenon. The reason is that the writing process requires structure in composing words, as well as careful consideration of every expression to be conveyed. In contrast to maharah kalam which is spontaneous, where expressions are thrown out without in-depth planning. Meanwhile, interference in semantic aspects is rarely the focus of attention as is generally the case with errors in syntax and morphology. Errors in these two aspects often get more attention than the attention given to interference in the semantic domain. Therefore, this study aims to critically analyze semantic interference around idioms and meaning relations that occur in the insya' of school and university level learners. The research method used is descriptive qualitative research method by conducting text content analysis. The results of the text content analysis show that semantic interference around idioms occurs in the use of the letter jar while interference around meaning relations occurs in the choice of synonyms and ambiguity of meaning. The implication of this study is the importance of a deep understanding of the semantic differences between Arabic and Indonesian. This can help language teaching and learning as well as improve the understanding and interpretation of insya' texts that contain interference.
دراسة تحليلية دلالية: تشريح الدلالي حول (المعنى الأساسي والمعنى الإضافي والمتلازمات اللفظية)  في محتوى تيك توك @bachrulalam_ Uyun Thayyibah; Maria Andieni Juniyanti; Ubaid Ridlo
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/knnkka13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna semantik dalam konten video TikTok akun @bachrulalam_, dengan fokus pada tiga aspek utama: denotasi, konotasi, dan kolokasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk memperoleh data secara mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan observasi non-partisipan terhadap tiga video TikTok, di mana peneliti tidak terlibat langsung dengan subjek penelitian. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga data makna denotatif dan konotatif serta tiga data kolokasi dalam konten video yang dianalisis. Setiap kata atau frasa yang digunakan mengandung makna literal sekaligus makna emosional, yang memperkuat pesan komunikasi dalam konteks pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa dalam media sosial, khususnya TikTok, memiliki potensi semantik yang kuat dalam menyampaikan pesan edukatif.  
Efektivitas Model Pembelajaran Team Accelarated Instruction dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Arab (Eksprimen Pada Siswi Kelas VIII Unggulan MTs. Sumber Payung) Uyun Thayyibah
Lisan An Nathiq : Jurnal Bahasa dan Pendidikan Bahasa Arab Vol. 6 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lan.v6i1.6158

Abstract

Siswa sering kali menjadi kurang antusias terhadap pelajaran bahasa Arab dan merasa pelajaran tersebut membosankan dan tidak menarik. Stigma negatif ini terus berkembang di kalangan siswa, sehingga membuat proses pembelajaran bahasa Arab menjadi lebih sulit. Peneliti menerapkan TAI, model pembelajaran kooperatif yang mempertimbangkan beragam kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Team Accelerated Instruction (TAI) dalam meningkatkan hasil pembelajaran bahasa Arab di MTs. Sumber Payung Ganding Sumenep, khususnya untuk siswa kelas delapan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi experiment dengan rancangan penelitian menggunakan one group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas 8 yang berjumlah 18 orang. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan setelah penerapan metode peneliti menggunakan uji paired sample t test dan untuk mengetahui efektifitas penerapan metode menggunakn uji N-gain. Hasil temuan mengungkapkan peningkatan signifikan dari pemrolehan nilai rata-rata 36,00 (hasil pretest) menjadi 70,07 ( hasil nilai rata-rata postest). Uji T Sampel Berpasangan memvalidasi perbedaan signifikan, dengan Nilai N-Gain mencapai 56,09%, menunjukkan bahwa TAI cukup efektif dalam meningkatkan pembelajaran bahasa Arab. Temuan ini menekankan pentingnya adaptasi pendekatan pembelajaran untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam pembelajaran bahasa Arab.
Utilization Of Learning Management Systems (Lms) And Artificial Intelligence (Ai) In Supporting Authentic Assessment In Arabic Language Learning: A Descriptive Study Uyun Thayyibah; Ira Ainul Latifah; Ubaid Ridlo; Raswan
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/3391dv27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan Learning Management System (LMS) dan kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung asesmen autentik pembelajaran bahasa Arab. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian kepustakaan, data dikumpulkan melalui penelaahan literatur dari jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan artikel akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMS memberikan ruang yang sistematis dan terintegrasi bagi guru dalam merancang dan melaksanakan asesmen autentik berbasis portofolio, proyek, forum diskusi, rekaman audio, dan kuis interaktif untuk menilai keterampilan istima’, kalam, qirā’ah, dan kitābah secara kontekstual. Sementara itu, AI mampu memperkuat asesmen autentik melalui analisis otomatis, umpan balik instan, deteksi kesalahan bahasa, dan evaluasi adaptif menggunakan teknologi seperti Natural Language Processing (NLP) dan speech recognition. Penelitian ini juga menemukan tantangan berupa rendahnya literasi digital guru, keterbatasan infrastruktur, dan belum matangnya model AI bahasa Arab. Meski demikian, integrasi LMS dan AI menghadirkan peluang besar untuk mengembangkan asesmen bahasa Arab yang lebih efektif, personal, dan relevan di era digital. Studi ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab serta mendorong penelitian lanjutan yang lebih empiris. This study aims to describe the utilization of Learning Management Systems (LMS) and Artificial Intelligence (AI) in supporting authentic assessment in Arabic language learning. Employing a descriptive qualitative approach with a library research design, data were collected through an extensive review of scholarly journals, books, research reports, and academic articles. The findings indicate that LMS provides a systematic and integrated digital environment for teachers to design and implement authentic assessments through portfolios, projects, discussion forums, audio submissions, and interactive quizzes, allowing for contextual evaluation of listening, speaking, reading, and writing skills. Meanwhile, AI enhances authentic assessment by offering automated analysis, instant feedback, error detection, and adaptive evaluation through technologies such as Natural Language Processing (NLP) and speech recognition. The study also identifies several challenges, including limited digital literacy among teachers, inadequate technological infrastructure, and the underdevelopment of Arabic-language AI models. Despite these challenges, the integration of LMS and AI offers significant opportunities to develop more effective, personalized, and contextually relevant assessment models in Arabic language education. This research provides meaningful implications for Arabic language pedagogy and encourages further empirical studies.