Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Memahami Doa Daniel Sebagai Panduan Untuk Bersyafaat Bagi Orang Kristen Masa Kini: Understanding Daniel's Prayer As A Guide To Intercession For Christians Today Mawar Saron, Pirtondim Berutu; Larosa, Setiaman
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 7 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v7i1.61

Abstract

Doa-doa Daniel dalam Kitab Daniel menyediakan panduan yang berharga dalam bersyafaat. Panduan ini membantu untuk memahami aspek-aspek penting dalam doa Daniel dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penulisan doa Daniel adalah untuk memperkuat hubungan dengan Allah. Melalui doa Daniel, diajarkan untuk memulai doa dengan penyembahan dan pujian kepada Allah. Kemudian, diingatkan akan pentingnya pengakuan dosa dan rendah hati dalam doa. Bersyafaat harus dilakukan dengan tekun dan ketekunan, didasarkan pada Firman Allah, dan dengan iman dan percaya bahwa Allah akan mendengar dan menjawab doa. Melalui metode studi literatur dengan melakukan eksposisi teks Daniel 9, peneliti melakukan penelitian teks lewat penelusuran buku, artikel jurnal, dan dokumen lain yang mendukung topik pembahasan.
Makna Simbol Salib pada Kain Tenun Sekomandi: Suatu Studi Etnografi Hasibuan, Serepina Yoshika; Larosa, Setiaman
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/jtki.v6i2.1070

Abstract

The cross is the main symbol often used by Christians and is widely known by non-Christian communities. The cross is usually interpreted as a symbol of the sacrifice of the Lord Jesus to redeem humans from sins. Uniquely, this symbol appears in the traditional cloth of the Kalumpang tribe. This research aims to explore the meaning of these symbols on the Sekomandi woven cloth typical of the Kalumpang people. The method used is a qualitative method with an ethnographic approach. Researchers observed the location, conducted in-depth interviews with several traditional and religious leaders there. The findings obtained are that the meaning of the cross for the people of Kalumpang symbolizes group identity and appreciation for the servants of God who have served in their village. The values ​​raised are sacrifice, appreciation and hope for the prosperity of the village in the future. So, the cross is interpreted more sociologically, historically and economically than Christologically.
Pembinaan Pemuda Kristen Milenial pada Era Artificial Intelligence di Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung Hasibuan, Serepina Yoshika; Larosa, Setiaman; Marbun, Saedo; Walean, Rudy Roberto; Jhoni, Jhoni; Pratama, Andrean Hangga; Kati, Dida Hae; Nael, Yonathan Natan
Real Coster : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1: Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/realcoster.v7i1.482

Abstract

Technology cannot be stopped from progressing from time to time. In the course of its development. Artificial Intelligence is one of the advances in technology that currently dominates human life. Artificial Intelligence or what is known as Artificial Intelligence (AI) is widely used by computer devices for automated programming, such as the Google platform, drones, smart cars and so on. With the convenience provided by this AI service, it makes human work easier. However, AI has a negative influence if it is not used wisely. This can be seen from the performance of the AI system with data accuracy and satisfactory work results as well as efficient and very short time. On the other hand, there is an opinion that AI will make humans lazy because the work they do has been taken over by AI, and will result in a lower quality of human work. Human activities will be replaced by devices that use AI systems and will result in unemployment. Therefore, in this PKM activity it is very important for the millennial generation in the era of Artificial Intelligence to be given guidance and introduction to AI so that it can be used and provide good benefits, especially in terms of following its developments in accordance with the practice of their Christian faith. Based on the evaluation results, PKM activities have positive benefits in developing the spirituality of Christian youth in the AI era. Keywords: technology;  christian youth development; artificial intelligence           AbstrakTeknologi tidak dapat dibendungi kemajuannya dari masa ke masa. Dalam perjalanan perkembangannya.  Artificial Intelligence merupakan salah satu kemajuan di bidang teknologi yang saat ini menguasai kehidupan manusia. Artificial Intelligence atau yang dikenal dengan Kecerdasan Buatan (AI) banyak digunakan oleh perangkat-perangkat komputer guna pemrograman yang otomatisasi, seperti platform google, drone, mobil pintar dan sebagainya. Dengan kemudahan yang diberikan oleh layanan AI ini, membuat pekerjaan manusia lebih mudah. Namun, AI nemberikan pengaruh negatif apabila tidak digunakan dengan bijak. Hal ini telihat bagaimana kinerja yang dilakukan oleh sistem AI dengan keakuratan data dan hasil kerja yang memuaskan serta waktu yang efisien dan sangat singkat. Di sisi lain, ada anggapan bahwa AI akan membuat manusia bermalas-malasan karena perkerjaan yang dilakukan telah diambil alih oleh AI, serta akan mengakibatkan rendahnya kualitas kerja manusia. Kegiatan manusia akan digantikan oleh perangkat yang menggunakan sistem AI dan akan mengakibatkan pengangguran. Oleh sebab itu, dalam kegiatan PKM ini sangat penting bagi generasi milenial di era Artifical Intelligence untuk diberikan pembinaan dan pengenalan AI agar dapat digunakan dan memberikan manfaat yang baik, terkhusus dalam hal mengikuti perkembangannya sesuai dengan pengamalan iman Kristennya. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan PKM bermanfaat positif dalam membina kerohanian pemuda Kristen di era AI.Kata Kunci: teknologi; pembinaan pemuda kristen; arificial intelligence