Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKAMBUHAN ODGJ DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JIWA KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO Ari Afandi, Agus; Mulyani, Sri; Romsukhah, Luluk; Muhammad Daud, Imtihan; Istiana, Dina
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 13 No. 2 (2022): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN PEMENUHAN NUTRISI PADA BALITA DENGAN KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS MEJUWET KABUPATEN BOJONEGORO: THE CORRELATION OF NUTRITION FULFILLMENT IN TODDLERS WITH STUNTING EVENTS IN MEJUWET HEALTH CENTER BOJONEGORO REGENCY Utami, Wiwik; Ari Afandi, Agus; Nur Laila Rahmawati, Nur
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 14 No. 1 (2023): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia balita merupakan periode emas (golden age) untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Ketidakcukupan nutrisi pada masa ini akan mengakibatkan stunting yaitu anak kecil dan pendek tidak sesuai dengan usianya. Tujuan penelitian menganalisis hubungan pemenuhan nutrisi pada balita dengan kejadian stunting di Puskesmas Mejuwet Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi seluruh balita stunting di Puskesmas Mejuwet Kabupaten Bojonegoro tahun 2020 sebanyak 52 anak, sampel 46 responden dengan teknik simpel random sampling . Instrumen yang digunakan lembar kuesioner dan observasi, kemudian dilakukan pengolahan data melalui editing, coding, scoring dan tabulating serta analisis data dengan uji Chi Square. Hasil penelitian pemenuhan nutrisi pada balita kurang sebanyak 25 responden (54,3%), kejadian stunting dalam kategori pendek sebanyak 35 responden (76,1%) dan hasil uji statistik ρ value = 0,002 H0 ditolak. Kesimpulan penelitian ada hubungan pemenuhan nutrisi pada balita dengan kejadian stunting. Hendaknya ibu memberikan makanan bervariasi yang bergizi tinggi tanpa menambahkan zat-zat afektif, serta bawa anak secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak.
HUBUNGAN SELF CONTROL DENGAN KEJADIAN NOMOPHOBIA PADA REMAJA USIA 16-18 TAHUN DI DESA SENDANGREJO KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO: THE CORRELATION BETWEEN SELF-CONTROL AND THE INCIDENCE OF NOMOPHOBIA IN ADOLESCENTS AGED 16-18 YEARS IN SENDANGREJO VILLAGE, DANDER DISTRICT BOJONEGORO REGENCY Patonah, Siti; Ari Afandi, Agus; Aulia Rahmawati3, Vinna
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 14 No. 2 (2023): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja yang bermain smartphone terlalu lama bisa mengalami nomophobia, yaitu ketakutan kehilangan smartphone. Penggunaan smartphone yang berlebihan bisa berdampak negatif, sehingga self control penting untuk mengatur penggunaan smartphone, di Desa Sedangrejo, remaja usia 16-18 tahun mengalami ketergantungan smartphone. Mereka gelisah jika tidak membawa smartphone, menyalakan smartphone saat berangkat sekolah, nongkrong di warung kopi sambil main game. Tujuan penelitian menganalisis hubungan self control dengan kejadian nomophobia pada remaja usia 16-18 tahun di Desa Sendangrejo Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Penelitian menggunakan metode analitik, pendekatan cross sectional. Populasi seluruh remaja usia 16-18 tahun di Desa Sendangrejo Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro pada bulan April tahun 2023 sebanyak 193 anak, sampel 66 responden dengan teknik simple random sampling. Instrumen dengan lembar kuesioner, dilakukan pengolahan data melalui editing, coding, scoring dan tabulating serta analisis data dengan uji Spearman Rho. Hasil penelitian self control dalam kategori kurang sebanyak 39 responden, kejadian nomophobia dalam kategori berat sebanyak 43 responden dan hasil uji spearman rho H0 ditolak, ada hubungan self control dengan kejadian nomophobia pada remaja usia 16-18 tahun. Diharapkan remaja mengendalikan diri dalam menggunakan smartphone, pembatasan waktu 2 jam per/hari dalam mempergunakan smartphone sesuai kebutuhan, mengisi waktu luang dengan hal-hal yang positif seperti olahraga.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKAMBUHAN ODGJ DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JIWA KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO: FACTORS ASSOCIATED WITH THE RELAPSE OF PATIENTS WITH MENTAL DISORDERS IN THE WORK AREA OF THE KALITIDU MENTAL HEALTH CENTRE, BOJONEGORO REGENCY, IN 2023 Romsukhah, Luluk; Mulyani, Sri; Ari Afandi, Agus
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kekambuhan penderita gangguan jiwa adalah timbulnya gejala-gejala yang sama seperti sebelumnya. Pasien lama mendominasi kunjungan karena mengalami kekambuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kekambuhan pasien gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode analitik. Populasi penderita gangguan jiwa di wilayah kerja puskesmas jiwa kalitidu sebanyak 64, dengan sampel 38 dipilih secara simple random sampling, analisis data menggunakan uji chi square dengan α = 0.05. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi diolah dengan analisa data, editing, coding, scoring, tabulating, disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dengan presentase dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga faktor yang diteliti adalah kurang dari sebagian penderita gangguan jiwa mendapatkan dukungan keluarga yang tidak baik, kurang dari sebagian penderita gangguan jiwa tidak patuh minum obat, dan kurang dari sebagian penderita gangguan jiwa tidak mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Kesimpulannya ada hubungan antara dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, dukungan lingkungan sekitar dengan kekambuhan penderita gangguan jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Jiwa Kalitidu. Diharapkan responden/keluarga memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan, perkembangan, kebutuhan pasien, serta meningkatkan komunikasi dengan pasien dan mengajak responden/keluarga untuk turut serta dalam sosialisasi bersama pasien guna mencegah kekambuhan. Kata Kunci: Kekambuhan, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat. ABSTRACT Relapse of mental illness is the onset of the same symptoms as before. Old patients dominate visits because they experience relapse. This study aimed to determine the factors influencing the relapse of patients with mental disorders. This study used an analytic method. The population of patients with mental disorders in the work area of the Kalitidu mental health centre were 64, with sample of 38 selected by simple random sampling and data analysis using the chi-square test with α = 0.05. Data collection using questionnaires and observations processed by data analysis, editing, coding, scoring, tabulating, and presented as frequency tables with percentages and narratives. The results showed that the three factors studied were less than some people with mental disorders who did not get good family support, less than some people with mental disorders who did not adhere to taking medication, and less than some people with mental disorders who did not get support from their surroundings. In conclusion, there is a correlation between family support, medication adherence, and environmental support with relapse in the Kalitidu Mental Health Center Working Area. It is expected that respondents/families pay special attention to patients' health, development, and needs, improve communication with patients and invite respondents/families to participate in socialization with patients to prevent relapse. Keywords: Relapse, Family Support, Medication Adherence.
STUDI KASUS KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN DIABETES MELLITUS DI DESA TANJUNGHARJO KECAMATAN KAPAS KABUPATEN BOJONEGORO: CASE STUDY OF FAMILY NURSING WITH DIABETES MELLITUS IN TANJUNGHARJO VILLAGE, KAPAS DISTRICT, BOJONEGORO REGENCY Nur Ardianta, Faried; Azizah, Fidrotin; Ari Afandi, Agus; Agung Susanti, Dwi
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 15 No. 1 (2024): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Hal tersebut dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel beta langerhas kelenjar atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel tubuh terhadap insulin. Desain penelitian ini menggunakan metode studi kasus.Sampel yang diambil sebanyak 2 responden yaitu keluarga dengan diabetes mellitus.Metode pengambilan data ini dilakukan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang.Instrumen pengambilan data ini menggunakan format asuhan keperawatan keluarga dengan tahap pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil studi kasus ini didapatkan keluarga mengetahui tentang diet diabetes mellitus dan dukungan keluarga kepada pasien diabetes mellitus.Melihat hasil penelitian ini maka perlu adanya dukungan keluarga agar dapat meminimalkan frekuensi kekambuhan pada pasien diabetes mellitus.Dukungan keluarga mancakup semua tindakan positif yang dilakukan oleh anggota keluarga yang sakit atau mengalami masalah kesehatan. Kesehatan dan kesejahteraan sosial penderita DM dapat dipengaruhi oleh penyakit dan pengobatan yang mereka terima. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan Keluarga,Diabetes Mellitus tipe2,Studi Kasus CASE STUDY OF FAMILY NURSING WITH DIABETES MELLITUS IN TANJUNGHARJO VILLAGE, KAPAS DISTRICT, BOJONEGORO REGENCY ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by high blood sugar levels as a result of insulin function insufficiency. This can be caused by interference or deficiency in insulin production by the beta cells of the Langerhas gland or caused by a lack of responsiveness of the body's cells to insulin. This research design uses a case study method. The sample taken was 2 respondents, namely families with diabetes mellitus. The data collection method was carried out by interview, physical examination, supporting examination. The data collection instrument used a family nursing care format with stages of assessment, diagnosis, intervention. , implementation, and evaluation of nursing The results of this case study show that families know about the diabetes mellitus diet and family support for diabetes mellitus patients. Seeing the results of this research, it is necessary to have family support in order to minimize the frequency of recurrence in diabetes mellitus patients.Family support includes all positive actions taken by family members who are sick or experiencing health problems. The health and social well-being of people with DM can be affected by the disease and the treatment they receive. Keywords: Family Nursing Care, Type2 Diabetes Mellitus,Case Study
STUDI KASUS PADA PASIEN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI POLI JIWA/PSIKIATRI RSUD Dr. R. SOSODORO DJATIKOESOMO BOJONEGORO: CASE STUDY IN A PATIENT WITH NURSING PROBLEMS OF SENSORY PERCEPTION DISORDERS: HEARING HALLUCINATIONS AT THE MENTAL POLY/PSYCHIATRY OF Dr. RSUD. R. SOSODORO DJATIKOESOMO BOJONEGORO Rahmawati, Reni; Agung Susanti, Dwi; Muslima Isnanda Putri, Evita; Ari Afandi, Agus
Asuhan Kesehatan : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 15 No. 2 (2024): Asuhan Kesehatan Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : LPPM STIKES Rajekwesi Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Gangguan persepsi sensori merupakan suatu keadaan yang terjadi dalam diri seseorang yang mengalami perubahan bentuk dan jumlah rangsangan yang datang dari luar sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan persepsi sensori: halusinasi. Tujuan penulisan karya tulis ilmah ini Membandingkan asuhan keperawatan kasus pada 2 pasien dengan Masalah Keperawatan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran di Poli Jiwa/Psikiatri RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro. Rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2024 di Poli Jiwa/Psikiatri RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro. Partisipan dalam penelitian ini adalah 2 orang pasien Dengan Masalah Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran. Instrument yang digunakan adalah format asuhan keperawatan jiwa. Hasil pengkajian keperawatan pasien 1 dan pasien 2 didapatkan perbedaan yaitu dari isi , frekuensi halusinasi , dan diagnose prioritas. Sedangkan pada pasien 1 dan 2 di dapatkan persamaan yaitu dari faktor predisposisi terjanya halusinasi karena syndrome pasca trauma. Diagnose medis pada ke 2 pasien sama yaitu Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran. Evaluasi hasil SP (strategi pelaksanaan) pasien 1 dan 2 telah dilakukan sesuai teori. setelah diberikan asuhan keperawatan selama 5 hari. Kata Kunci: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran. CASE STUDY IN A PATIENT WITH NURSING PROBLEMS OF SENSORY PERCEPTION DISORDERS: HEARING HALLUCINATIONS AT THE MENTAL POLY/PSYCHIATRY OF Dr. RSUD. R. SOSODORO DJATIKOESOMO BOJONEGORO ABSTRACT Sensory perception disorders are a condition that occurs in a person who experiences changes in the form and amount of stimulation coming from outside, resulting in sensory perception disorders: hallucinations. The purpose of writing this scientific paper is to compare case nursing care for 2 patients with nursing problems with sensory perception disorders: auditory hallucinations at the Psychiatric/Psychiatric Polyclinic at Dr. RSUD. R. Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro. Descriptive research design with a case study approach carried out in May 2024 at the Psychiatric/Psychiatric Polyclinic at Dr. RSUD. R. Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro. Participants in this study were 2 patients with sensory perception disorders: auditory hallucinations. The instrument used is the mental nursing care format. The results of the nursing assessment of patient 1 and patient 2 showed differences in terms of content, frequency of hallucinations, and priority diagnoses. Meanwhile, in patients 1 and 2, similarities were found, namely the predisposing factors for hallucinations due to post-traumatic syndrome. The medical diagnosis in both patients was the same, namely Sensory Perception Disorder: Auditory Hallucinations. Evaluation of SP results (implementation strategy) for patients 1 and 2 has been carried out according to theory. after being given nursing care for 5 days. Keywords: Sensory Perception Disorders: Auditory Hallucinations