Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : dharma wiyata

PERSEPSI PENGURUS KOPERASI TERHADAP KETEPATAN WAKTU RAPAT ANGGOTA TAHUNAN PADA KOPERASI WANITA PUSPITA KENCANA SINGONEGARAN Purwanti, Yuli; Hariono, Jefri; Devy Yulvia Ratna Sary , Clara; Helmy Klau, Herlina; Rohma, Miptaqul
Dharma Wiyata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Dhama Wiyata
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pawyatan Daha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi terhadap pemahaman atas laporan keuangan pada koperasi wanita puspita kencana singonegaran. Metode pengumpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode pelatihan tentang Permen KUKM Nomor 19/PER/M.KUKM/IX/2015 tentang Penyelenggaraan Rapat Anggota Koperasi. Hasil pengabdian masyrakat yaitu pelatihan ini membuka wawasan para peserta tentang pentingnya Sosialisasi Permen KUKM Nomor 19/ PER/M.KUKM/IX/2015 tentang Penyelenggaraan Rapat Anggota Koperasi di Koperasi Wanita Puspita Kencana Singonegaran
ORIENTASI PEMBERDAYAAN EKONOMI KELUARGA AKSEPTOR DI KAMPUNG KB KABUPATEN KEDIRI Trimintarsih, Titin; Utami Hanggondosari, Sri; Hariono, Jefri
Dharma Wiyata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): Dhama Wiyata
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pawyatan Daha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Keluarga Berkualitas (KB) adalah setingkat kelurahan dimana terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan, pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat.      Tercatat Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) kabupaten Kediri telah menetapkan 82 desa di 26 Kecamatan Kabupaten Kediri sebagai Kampung KB.  Sampel pada pengabdian Masyarakat ini adalah sebanyak 40 orang kader dari 5 desa mengikuti Orientasi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Akseptor. Pada saat orientasi pemberdayaan ekonomi terdapat 4 kelompok yang masing-masing kelompok diikuti oleh 8 orang kader yang mewakili masing-masing desanya. Faktor pendukung adalah dana akan diambilkan dari dana APBD sehingga diharapkan perekonomian warga Kampung KB bisa terangkat dan dengan adanya gizi yang baik bisa mencegah stunting. Adapun faktor penghambat dari pelatihan ini adalah keterbatasan waktu pelatihan, dimana pelatihan harus selesai dalam waktu sehari yang telah ditentukan, dengan peserta yang cukup banyak   Karena itu pelatihan dirasa belum efektif dan dikawatirkan masih banyak yang belum memahami sehingga setelah pelatihan belum bisa menghasilkan karya sendiri apalagi harus ditugasi membagi ilmu kepada warga masyarakat yang lain.
PELATIHAN DIGITALISASI PEMASARAN PADA RE-BRANDING PRODUK USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI DESA BANGSONGAN KEDIRI Hanggondosari, Sri Utami; Hariono, Jefri; Riyanah
Dharma Wiyata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Dharma Wiyata
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pawyatan Daha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui peranan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa Bangsongan Kabupaten Kediri,  serta memperkenalkan tehnik digital mengenai strategi pemasaran pada kemasan dan re-branding produk pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Bangsongan Kediri. Kegiatan pengabdian dilakukan  melalui metode penelitian deskriptif dengan pendekatan secara kualitatif. Sumber data yang diperoleh melalui observasi di lapangan dan wawancara kepada informan. Partisipasi dan antusiasme pelaku UMKM  di desa Bangsongan dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan pada tanggal 12 februari 2025, peserta  berkontribusi aktif dalam pelatihan tentang  Pengembangan pemasaran pada  kemasan dan re-branding produk UMKM secara Digitalisasi produk UMKM “Kripik Ketela Dua Sausara”, Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam menumbuh kembangkan usahanya membangun perekonomian yang lebih baik. Kegiatan mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Bangsongan Kediri sangat bermanfaat dan diharapkan dapat berkelanjutan.
PELATIHAN PENGEMASAN, LABEL DAN LAPORAN KEUANGAN PADA USAHA SAMBAL PECEL RANS KHAS KEDIRI Trimintarsih, Titin; Andriani, Desi Gita; Hariono, Jefri
Dharma Wiyata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Dharma Wiyata
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pawyatan Daha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sambal pecel merupakan salah satu makanan khas Indonsesia yang berbahan dari kacang tanah yang yang  diberi tambahan bumbu. Salah satu dari pelaku usaha sambal pecel adalah RANS yang terdapat di kota Kediri. Namun dalam menjalankan usahanya selama ini terdapat dua aspek permasalahan yaitu aspek produksi dan manajemen. Aspek produksi meliputi tempat proses produksi masih belum higiens, juga proses pengemasan  sambal pecel yang masih menggunakan plastik tipis sehingga minyak dari sambal kacang bisa bocor dan  proses pengemasan dimasukkan dengan tangan telanjang tanpa sarung tangan atau sendok . Kemudian pada aspek manajemen yaitu manajemen pemasaran masih belum menggunakan label yang menarik yang mencantumkan legalitas produksi. Untuk manajemen keuangan sambal pecel RANS belum melakukan pencatatan keuangan dengan baik sehingga tidak mempunyai laporan keuangan usaha selama ini. Tujuan dari kegiatan ini yaitu menerapkan manajemen produksi meningkatkan higienisitas saat produksi dan pengemasan  dengan yang baik dan meningkatkan pemasaran melalui perbaikan kemasan, perbaikan label produksi menarik konsumen., serta memberikan pelatihan keuangan agar diketahui arus kas masuk dan keluar. Hasil dari kegiatan yaitu mitra telah mampu melakukan pengemasan dengan higienis dari sebelumnya, memiliki label dan kemasan yang lebih menarik , sudah menerapkan laporan keuangan dengan benar.