Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEBERAGAMAN ETNIS DAN POTESI KONFLIK DI KOTA KENDARI Jabar, Aryuni Salpiana; Tunda, Amin; Sarmadan, Sarmadan; Tawulo, Megawati Asrul; Yusuf, Bakri; Azizah, lutfiana Nur; Fahrun, Ghery Safitra; Kusuma, Nada; Djayadisastra, Yoenita
WELL-BEING: Journal of Social Welfare Vol 4, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/well-being.v4i2.47132

Abstract

This research aims to reveal two things; (1) How various ethnicities are distributed in Kendari City and (2) How much influence ethnic diversity has on the potential for conflict in the Kendari City area. For this purpose, the type of research used is qualitative research using an exploratory approach and also assisted by quantitative data. The results of the research show that several areas can now be easily identified based on ethnicity, for example Butung Village which is inhabited by groups from the Buton tribe. The Gunung Jati area, which is also the name of the Gunung Jati sub-district in Kendari District, is inhabited by groups from the Muna tribe. The Torette family is a family group from Wawonii Island. The Totette family was identified as initially living in the Kemaraya area. The Bugis/Makassar ethnic group in Kendari City originally lived in Kasilampe, Bungkutoko Island to Mata, Bugis Village in Anduonohu and partly in the Sodoha part of Kendari Old City. Several other ethnic groups live in groups, for example the Toraja who originally inhabited the Jalan Mekar area in Kadia District as this group was in Mandonga (lorong Bulog). The Moronene ethnic group from Bombana Regency inhabits the Puuwatu area and Lorong Benteng in Kadia District. In particular, Tolaki ethnic settlements in Kendari City are spread across various areas of Kendari City. Ethnic diversity makes inter-ethnic conflict inevitable. Although various things can trigger conflict, conflict can lead to ethnic conflict, as has occurred in the city of Kendari.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PEMBUATAN LILIN AROMA TERAPI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DBD DI DESA BOKORI KEC. SOROPIA KAB. KONAWE PROV. SULAWESI TENGGARA Sarinah, Sarinah; Raharjo, Sapto; Leomo, Sitti; Tunda, Amin; Indarsyih, Yusna; Tuheteru, Faisal Danu; Lestari, Lina; Fahrun, Ghery Safitra; Mukmin, Nur Azisyah
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.6050

Abstract

Upaya memerangi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terus mengancam kawasan desa pesisir membutuhkan pendidikan sanitasi, pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), dan kesadaran tentang kebersihan lingkungan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini agar masyarakat dapat menghadapi ancaman DBD dengan langkah-langkah pencegahan serta pengendalian. Desa Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe merupakan desa pesisir yang diidentifikasi sebagai lokasi yang dapat menjadi perindukan nyamuk aedes aegypti. Maka, pada pelaksanaan pengabdian ini dilakukan workshop pembuatan lilin aroma terapi berbahan baku daun sereh, penyebaran brosur dan pamflet, bakti sosial kebersihan lingkungan pemukiman, serta penaman toga. Produk utama yang dihasilkan adalah lilin aroma terapi yang memiliki legalitas dan berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat. Aktivitas ini dapat membentuk kemandirian masyarakat dalam mengenal, mencegah, serta menemukan solusi terhadap kasus DBD pada wilayah pesisir. Selain itu, peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan pengendalian penyebaran kasus DBD merupakan bentuk dari keberdayaan masyarakat pesisi di Desa Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PEMBUATAN LILIN AROMA TERAPI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DBD DI DESA BOKORI KEC. SOROPIA KAB. KONAWE PROV. SULAWESI TENGGARA Sarinah, Sarinah; Raharjo, Sapto; Leomo, Sitti; Tunda, Amin; Indarsyih, Yusna; Tuheteru, Faisal Danu; Lestari, Lina; Fahrun, Ghery Safitra; Mukmin, Nur Azisyah
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.6050

Abstract

Upaya memerangi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terus mengancam kawasan desa pesisir membutuhkan pendidikan sanitasi, pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), dan kesadaran tentang kebersihan lingkungan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini agar masyarakat dapat menghadapi ancaman DBD dengan langkah-langkah pencegahan serta pengendalian. Desa Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe merupakan desa pesisir yang diidentifikasi sebagai lokasi yang dapat menjadi perindukan nyamuk aedes aegypti. Maka, pada pelaksanaan pengabdian ini dilakukan workshop pembuatan lilin aroma terapi berbahan baku daun sereh, penyebaran brosur dan pamflet, bakti sosial kebersihan lingkungan pemukiman, serta penaman toga. Produk utama yang dihasilkan adalah lilin aroma terapi yang memiliki legalitas dan berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat. Aktivitas ini dapat membentuk kemandirian masyarakat dalam mengenal, mencegah, serta menemukan solusi terhadap kasus DBD pada wilayah pesisir. Selain itu, peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan pengendalian penyebaran kasus DBD merupakan bentuk dari keberdayaan masyarakat pesisi di Desa Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.
Resilience of Child Victims of Sexual Violence with PTSD: The Role of Integrated Service Units for Women and Children Protection in Kendari City Hasyim Abdillah; Azizah, Lutfiana Nur; Fahrun, Ghery Safitra; Rosdiana; Laila, Arni Nur
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v7i1.22932

Abstract

This study investigated the resilience of child victims of sexual violence who developed Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) and analyzed the role of the Integrated Service Units for Women and Children Protection (UPT PPA) in Kendari City in facilitating their recovery. Adopting a qualitative case study methodology, the research utilized in-depth interviews and field observations with 10 child victims, aged 8 to 16 years, and 5 institutional staff members selected through purposive sampling based on victim status and psychological trauma indicators. The findings revealed that resilience in these children was shaped by an interplay of internal factors, such as self-efficacy and emotional regulation, and external factors, including family support and the multifaceted psychosocial interventions provided by UPT PPA. These interventions, which incorporated cultural, spiritual, and social support mechanisms, proved effective in strengthening the children's recovery processes. Ultimately, the results underscore the necessity of a holistic approach involving family, community, and institutional support in fostering resilience, while providing a basis for enhancing existing intervention models for child trauma survivors.