Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS PESAN DAKWAH PADA TAYANGAN AKUN INSTAGRAM USTADZ FELIX SIAUW Zakaria; Abdurrazaq, Muhammad N.; Bakhrudin, Elang
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Islamic Studies (Juli)
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/jis/v3i1.131

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam penyampaian dakwah, termasuk melalui media sosial seperti Instagram. Ustadz Felix Siauw merupakan salah satu da’i yang aktif menyebarkan ajaran Islam melalui konten video di akun Instagram miliknya, dengan jumlah pengikut dan interaksi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan dakwah yang disampaikan dalam tayangan video Instagram Ustadz Felix Siauw, mengkaji bentuk visualisasi kontennya, serta menilai respons audiens terhadapnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis), melalui observasi dan dokumentasi terhadap video dengan interaksi terbanyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan dakwah yang disampaikan memuat ajakan untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kualitas ibadah. Pesan dakwah disampaikan dalam berbagai bentuk konten visual, seperti sinematografi, motion graphic, dan animasi. Dari ketiganya, konten berbasis sinematografi lebih dominan diminati karena menghadirkan nuansa emosional melalui backsound yang menyentuh dan ekspresi mendalam dari Ustadz Felix Siauw, terutama dalam video yang menampilkan momen hijrah anggota keluarganya. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan visual yang kuat dapat meningkatkan efektivitas dakwah dan keterlibatan audiens di media sosial. Kata Kunci: Pesan Dakwah, Instagram Felix Siauw
Perspektif Santri dan Alumni  Ma’had Al-Zaytun Terhadap Program Ekonomi Biru Yang Berkelanjutan: Studi Diskursus Teun Adrianus Van Dijk Rodhiah, Ismi; Sulistyani, Anjar; Abdurrazaq, Muhammad N.
Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 6 No. 1 (2024): November : Busyro : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/kpi.v6i1.2118

Abstract

The implementation of the blue economy concept as a sustainable development strategy extends not only to the industrial sector but also to Islamic education. Ma’had Al-Zaytun has become one of the pioneers by transforming the ideological ideas of Syaykh Al-Zaytun about the blue economy into a concrete program called “Samudra Biru”, a shipbuilding and marine training project for students. This research aims to examine how the discourse is constructed and received by students and alumni, and how their perspectives are shaped in the context of Islamic education and spirituality. This study uses a descriptive qualitative method with the Critical Discourse Analysis (CDA) approach of T.A. Van Dijk and Joel M. Charon's Symbolic Interactionism theory. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving active students and alumni in the maritime field. The results show that the blue economy program at Ma’had Al-Zaytun is a manifestation of discourse transformed into real action, socially accepted through texts, symbols, experiences, and interactions. The discourse not only instills ideology but also fosters ecological awareness and professionalism. Van Dijk’s analysis highlights the role of discourse in shaping collective ideology, while Charon’s theory reveals that the meaning and values of the blue economy are interpreted as responsibility, sustainability, and worship by students and alumni.
KOMUNIKASI DIALOGIS ANTARA MAHASISWA KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM IAI AL-AZIS DAN DOSEN PEMBIMBING DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI Almadani, Nia; Fitri, Ahmad Asrof; Abdurrazaq, Muhammad N.
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34791

Abstract

Komunikasi yang efektif antara mahasiswa dan pembimbing tesis sangat penting untuk keberhasilan penyelesaian tesis. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk komunikasi dialogis dan faktor-faktor yang mendukung efektivitasnya dalam bimbingan tesis di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, IAI AL-AZIS. Berdasarkan teori Martin Buber, penelitian deskriptif ini menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen yang melibatkan sembilan mahasiswa dan dua pembimbing. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa komunikasi dialogis diwujudkan melalui interaksi yang ditandai oleh kesetaraan, empati, dan saling menghormati, menciptakan ruang aman bagi mahasiswa untuk mengekspresikan ide secara bebas. Faktor-faktor pendukung utama meliputi keterbukaan mahasiswa terhadap umpan balik, kemampuan empati pembimbing untuk menyesuaikan gaya bimbingan mereka, dan lingkungan emosional yang mendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan komunikasi dialogis tidak hanya memfasilitasi proses penyelesaian tesis tetapi juga memperkuat hubungan interpersonal dan menumbuhkan karakter profesional komunikator Islam masa depan.
Pesan Dakwah Akun Instagram @tehjasmineunpad Dalam Meningkatkan Daya Tarik Bagi Followers Nuryati, Wulan; Abdurrazaq, Muhammad N.
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol. 7 No. 6 (2020)
Publisher : SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i12.28254

Abstract

Instagram is one of the media used for da’wah. In da'wah there are several elements, including the material or message in the form of aqidah, shari'ah and akhlaq. One of the da'wah accounts that uses instagram is @tehjasmineunpad. This research examines the message of da'wah on the account in increasing the attractiveness of followers. The focus of the research is the da’wah messages contained and the most dominant da’wah messages seen from the interest of followers. This study aims to find out what messages are contained and what messages are the most dominant seen from the interest of followers. This research method uses a qualitative method with observation sheet technique for three juries and in-depth interviews with followers. The sample of this research was 87 posts which were calculated based on the Slovin formula with purposive sampling technique. The results showed that the messages contained in the post were aqidah, shari'ah and akhlaq, with the dominance of the most da'wah messages being akhlaq. The message of da'wah that is in accordance with the interest of followers of @tehjasmineunpad in the results of the interview is also akhlaq. So, the results of this study explain the compatibility between the dominant da'wah messages posted with followers' interest in  messages.Keywords: Da'wah  message, attractiveness, followers, content. AbstrakInstagram merupakan salah satu media yang dimanfaatkan untuk berdakwah. Di dalam dakwah terdapat beberapa unsur, diantaranya materi (pesan) dakwah yang berupa aqidah, syari’ah dan akhlak. Salah satu akun dakwah yang memanfaatkan instagram tersebut adalah @tehjasmineunpad. Jurnal ini mengkaji pesan dakwah pada akun @tehjasmineunpad dalam meningkatkan daya tarik bagi followers. Fokus penelitian ini yaitu pesan dakwah yang terkandung pada akun tersebut dan pesan dakwah yang paling dominan dilihat dari ketertarikan followers. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan apa saja yang terkandung pada akun instagram @tehjasmineunpad dan pesan apa yang paling dominan dilihat dari ketertarikan followers akun tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik lembar observasi untuk juri dan wawancara secara mendalam kepada followers akun @tehjasmineunpad. Sampel penelitian ini berjumlah 87 postingan yang dihitung berdasarkan rumus slovin dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pesan yang terkandung pada postingan akun instagram @tehjasmineunpad adalah aqidah, syari’ah dan akhlak, dengan dominasi pesan dakwah terbanyak adalah akhlak. Adapun pesan dakwah yang sesuai dengan ketertarikan followers akun instagram @tehjasmineunpad pada hasil wawancara adalah akhlak juga. Jadi, hasil penelitian ini menerangkan adanya kesesuaian antara pesan dakwah dominan yang diposting akun instagram @tehjasmineunpad dengan ketertarikan followers terhadap pesan akhlak.Kata Kunci: Pesan dakwah; daya tarik;  followers; konten
Acara Petualangan Televisi Sebagai Media Pembentukan Karakter Pencinta Alam Bagi Pemuda Era Migrasi Penyiaran Digital A’lam, Naufal Nur; Abdurrazaq, Muhammad N.
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol. 7 No. 6 (2020)
Publisher : SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v7i12.28258

Abstract

This study examines the level of relevance of television programs as a medium for supporting nature-loving character formation for youth in the era of digital broadcasting migration in the midst of an assessment that TV is actually considered damaging to character with the aim of knowing whether TV is still a relevant factor as a media supporting character formation. nature lovers for youth, as well as how to practice and apply the attitude of nature lovers after watching TV adventure programs in their daily lives. This research method uses qualitative-descriptive research methods with a phenomenological approach. The sample of this study amounted to 9 informants who met the criteria (purposive sampling). The results of the study, based on the Trend Dimensions of Factor X, show that there is still a strong level of relevance of TV with a percentage of 67% as a media to support the formation of nature lover characters for youth in the era of digital broadcasting migration through adventure programs, but in terms of duration, currently youth aged 17-33 watching TV adventure programs has decreased with a percentage of rarely watching 67%, in this digital era youths have turned to social media and digital platforms as supporting media for character building with a higher duration compared to watching TV, applying nature-loving attitudes and characters in life. Daily activities show that Actions for Caring & Conserving Nature with a percentage of 46% are the most common attitudes, followed by 25% Attitudes of Responsibility, Actions for Animal Cultivation 14%, Being an Activist in Nature 11%, and Caring for Humanity 4%.Keywords: TV Adventure Program, Nature Lover, Digital Broadcasting AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang tingkat relevansi program acara televisi sebagai media pendukung pembentukan karakter pencinta alam bagi pemuda di era migrasi penyiaran digital di tengah-tengah penilaian bahwa TV justru dianggap merusak karakter dengan tujuan untuk mengetahui apakah TV masih menjadi faktor yang relevan sebagai media pendukung pembentukan karakter pencinta alam bagi pemuda, serta bagaimana praktek dan penerapan sikap karakter pencinta alam usai menonton program acara petualangan TV dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil dari penelitian, berdasarkan Dimensi Tren Faktor X menunjukkan bahwa masih adanya relevansi TV tingkat kuat dengan persentase 67% sebagai media pendukung pembentukan karakter pencinta alam bagi pemuda di era migrasi penyiaran digital lewat program petualangannya, namun secara durasi, saat ini pemuda usia 17-33 sudah berkurang menonton program petualangan TV dengan persentase jarang menonton sebesar 67%, di era digital ini pemuda sudah beralih ke sosial media dan platform digital sebagai media pendukung pembentukan karakter dengan durasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan menonton TV, penerapan sikap dan karakter pencinta alam dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa Aksi Peduli & Melestarikan Alam dengan persentase 46% menjadi sikap terbanyak, selanjutnya 25% Sikap Tanggung Jawab, Aksi Budidaya Hewan 14%, Menjadi Seorang Penggiat Alam Bebas 11%, dan Peduli Sosial Kemanusiaan 4% persentase-nya.Kata Kunci: Program Petualangan TV; Karakter Pencinta Alam; Migrasi Penyiaran Digital.